
Terlihat seperti sudah mendengar teriakan dinda, karena wanita itu berhenti namun tepat di samping sebuah pintu ruangan
"M-maaf aku ingin bertanya apakah kamu juga di sekap ditempat ini?"
Aneh nya saat berbicara di dekat wanita itu terasa begitu dingin sedingin es, bahkan sangking dingin nya saat membuka mulut sedikit terlihat uap yang keluar bebas lalu hilang bersamaan dengan angin yang berlalu
Wanita itu tidak mengubris ucapan dinda hanya diam ditempat bagai patung untuk beberapa saat
"Halo? Permisi apakah kamu mendengarkan perkataan ku?"
Wanita itu tidak mengeluarkan sepatah kata pun
"Apa kamu menangis? M-maksud ku...kamu terlihat sedang sedih sepertinya karena itulah kamu selalu menunduk?"
Wanita itu tidak menjawab...
(Apa aku mengatakan sesuatu yang membuat nya marah dan tidak ingin berbicara kepadaku?)
Dinda bertahan untuk diam dan masih menunggu jawaban meski posisi dinda saat ini masih berada di belakang wanita itu
Beberapa saat kemudian...
(Argghh... Aku tidak bisa menunda waktu lebih lama lagi, harus segera menemukan alda)
Dinda berusaha menggapai pundak wanita itu namun, belum sempat benar-benar menyentuh nya wanita itu menjadi sedikit anehh
"A-apa!!?"
dinda berteriak histeris setelah menyadari wanita itu perlahan melayang diudara, kaki nya benar-benar tidak menapak lantai
"R-rika? Apakah kamu adalah rika?" sontak hanya nama itu yang terselip dibenak dinda
Sosok itu masih tetap tidak menjawab
Namun ia malah mengarahkan tangan nya ke arah pintu yang ada tepat di samping
tangan nya yang putih tampak begitu pucat sedikit urat yang menonjol di sekitar pergelangan tangan dan tentu saja saat ini tubuh nya masih melayang
Setelah melihat apa yang dilakukan sosok itu dinda pun menoleh kearah mana ia menunjuk
"Pintu? Apakah didalam ruangan ini ada sesuatu?"
Dinda menoleh lagi ke arah sosok yang tadi namun...
"Menghilang!!? Kamu dimana!!? Aku tadi sedang mencarimu juga!! Ibumu ingin bertemu dengan mu!!" dinda berteriak sekuat tenaga meski hampir lupa dengan keadaan nya saat ini
Sosok itu benar-benar menghilang dalam sekejap bersamaan cepat nya mata berkedip bagai kilat
Perasaan dan suasana yang tadi nya sangat dingin kini kembali seperti semula
Setelah pikiran dinda kembali tenang ia melihat lagi kearah pintu
__ADS_1
Tapi kali ini dinda berusaha mendekat dan ingin membuka pintu ini
(Apa sebenar nya yang ada dibalik ruangan ini?)
(Mungkinkah jasad Rika? Jika benar ini akan semakin menyingkat waktu pencarian ku)
Dinda meraih gagang pintu berusaha memutar dengan perlahan
Crack! Crack! Crack!
Namun pintu tak kunjung terbuka meski berulang kali di paksa
"Dikunci?"
Tanpa bertele-tele lagi dinda mencabut salah satu sepit rambut berwarna hitam yang ada di rambut nya, lalu memasukkan nya kedalam lubang kunci dan memutar kan beberapa kali untuk melumpuhkan gagang pintu
Crack!! Pintu terbuka
"A-apa? Semudah itu? Jika ada sesuatu yang berharga didalam sini bukan kah sebaik nya di beri rantai dan gembok yang banyak?" begitulah pikir nya
Perlahan dinda mendorong pintu semakin lebar begitupun cahaya obor api yang ada di lorong-lorong perlahan ikut masuk ke dalam ruangan
Cahaya yang sedikit remang-remang itu mulai memenuhi ruangan namun ada sesuatu yang mencuri perhatian dinda saat ini
Terlihat seorang wanita tergeletak lemas di sudut ruangan, tubuh nya menghadap ke tembok dan hanya rambut tergurai tak beraturan yang terlihat dari belakang
(Apakah ini jasad?)
(Tunggu dulu! Perut nya bergerak? Dia masih hidup!!)
Dinda dengan cepat mendekati wanita itu dan memposisikan tubuh nya condong ke arah wajah nya
(Siapa dia? )
Wajah wanita itu juga tertutupi oleh rambut
(Pakaian ini!)
Pakaian yang di pakai oleh wanita itu merupakan seragam sma h.i.s
(Jangan-jangan!)
Tanpa pikir panjang perlahan dinda hendak menyisihkan rambut wanita itu untuk memastikan perkiraan nya
tapi belum sempat tangan dinda benar-benar menyisihkan rambut nya tiba-tiba saja....
Plak!!
Tangan dinda di tepis kuat oleh wanita itu
"Jangan berani-berani menyentuh rambut ku! Dasar psikopat!"
__ADS_1
Mendengar suara yang tak asing itu membuat dinda tersenyum juga disertai air mata yang tak sengaja keluar dengan sendiri nya
"Ouh... Kau diam!? Kau sedang memikirkan kata-kata untuk mengancam ku lagi HAH!!"
wanita itu kembali membentak dengan mata yang masih tertutup dan sama sekali tidak merubah posisi nya saat ini
Sontak membuat dinda sangat ingin membalas ocehan nya tersebut
"Waduh...kalau begitu kamu tidur aja disini sampai kiamat sekalian!"
Mendengar ucapan yang barusan membuat wanita itu diam dari omelan nya sendiri
"S-suara itu? Gk!! Pasti ilusi gw lagi kan!! Gw gk bakal tertipu lagi" wanita itu membantah seakan diri nya tidak ingin percaya
"ilusi? Gk mau mastiin nih? Buka dulu mata lo baru boleh bilang gw ini ilusi atau bukan!"
"Mungkinkah!?"
Wanita itu sedikit demi sedikit membuka mata nya perlahan mencoba mengambil posisi duduk
Kini ia duduk tepat dihadapan dinda, melihat dinda justru membuat diri nya beberapa kali mengucek mata memastikan
"Lo! Dinda kan? Ini beneran kan?"
Dengan lemah wanita itu menggapai dan meraba lengan dinda benar-benar ingin memastikan apakah orang yang ada didepan nya saat ini nyata ataupun tidak
"Gimana? Tembus pandang gk? Atau jangan-jangan gw asli?"
Mendengar ucapan dinda, wanita itu justru menangis histeris sesekali mulut nya tersenyum lebar
Beberapa saat kemudian...
"Apa kabar alda?" dinda menyambut hangat alda dengan pelukan yang sangat erat
"G-gw gk baik-baik... Lo kemana aja? Gw nungguin lo selama Berbulan-bulan" ucap alda dengan suara yang masih terisak tangis
"Gw ditemani oleh alda yang lain" ucapan dinda apa ada nya, memang selama setengah tahun ini ia selalu ditemani oleh sosok yang sangat mirip dengan alda
"Alda yang lain? Jangan bercanda deh!" sontak alda sedikit membantah argumen yang hampir tidak masuk akal itu
"Apa perlu gw pasang muka psikopat baru lo mau percaya?"
Dinda melepaskan pelukan nya dan mencoba berbicara dengan begitu santai nya kepada alda
"Sepertinya gw percaya" alda memikirkan ulang apa yang terjadi, awal nya tidak percaya tapi kini sepertinya berbeda
Jawaban alda tiba-tiba saja membuat wajah dinda sedikit ditekuk merasa tidak mungkin jika seseorang yang belum pernah melihat hal yang sama langsung percaya gitu aja dengan argumen yang hampir tidak masuk akal ini
"Jangan-jangan lo juga mengalami hal yang serupa?" tidak ada kemungkinan lain hanya itu yang dapat dinda simpulkan dengan reaksi alda yang begitu singkat tanpa bantahan yang berlebih-lebihan
"Gw gk bisa bilang serupa, tapi kemungkinan gw cuma halusinasi"
__ADS_1
"halusinasi?"