
Kiyya yang sedari tadi menahan rasa takut nya kemudian jatuh pingsan
skipp....
"kiyya... bangun kiyya...! " {ucap keyy}
kiyya yang sudah mulai sadar perlahan terbangun dari pingsan nya
"kak? " {balas kiyya}
"iya dek! " {ucap keyy}
"kok aku ada di sini? bukan nya tadi
malam... " {balas kiyya berusaha mengingat kejadian tadi malam}
"tadi pagi kakak mau bangunin kamu dan bawain sarapan, tapi ketika kakak masuk kamu gk ada di tempat tidur, jadi kakak periksa kamu di kamar mandi setelah kakak panggil beberapa kali kamu sama sekali tidak menjawab, sehingga kakak memutuskan untuk mendobrak pintu nya" {jelas keyy}
"lalu? apa kakak melihat sesuatu yang aneh saat masuk ke kamar mandi? " {ucap kiyya}
"hmm... gk ada yang aneh, cuma kamu aja yang kakak temukan dalam keadaan pingsan" {balas keyy dengan raut wajah khawatir}
"maaf kak, aku sudah buat kakak jadi khawatir"{ucap kiyya}
"apa yang terjadi padamu kiyya? tadi dokter sudah periksa keadaan mu, terus dokter bilang kalau kamu pingsan karena ketakutan" {ucap keyy}
"aku tidak apa-apa kok kak" {balas kiyya dengan senyum manis nya}
"apa kamu masih takut karena mengingat kejadian di sekolah kemarin?" {ucap keyy}
"hehe iya kak, tapi kakak tenang aja itu gk bakal terjadi lagi karena aku anak yang tangguh" {balas kiyya}
"berarti kakak tidak di datangi sosok itu, jika aku cerita tentang hal ini kepada kakak maka dia pasti akan cemas dan itu akan menambah beban pikiran nya, lebih baik tidak aku katakan" {gumam kiyya dalam hati}
"kamu harus janji kalau kamu akan baik-baik saja!" {kekeuh keyy}
"iya kak aku janji" {balas kiyya}
"yaudh sekarang kamu makan dulu ya, biar cepat pulih" {ucap keyy sembari memberikan sekotak nasi}
"gk deh kak! aku gk mau makan!"{bantah kiyya}
"kenapa kiyya? kamu tuh harus makan yang banyak"{balas keyy}
"pokok nya aku gk mau makan! kak, sekarang kita harus bergegas ke SMA H. I. S dan cari bukti sebanyak-banyak nya"{kekeuh kiyya}
"kita pasti akan cari bukti nya tapi gk sekarang! kamu harus istirahat dan makan ya! nanti siang kakak akan ke kamar kamu dan cek keadaan kamu"{kekeuh keyy sembari pergi meninggal kan kiyya}
setelah keyy benar-benar meninggal kan kamar kiyya, kiyya pun bergegas untuk bersiap-siap pergi ke sma H. I. S
"maaf kak, aku gk bermaksud untuk menyusah kan kakak apalagi menambah beban pikiran kakak, tapi sekarang saat nya berusaha membuat ayah membayar perbuatan nya"{gumam kiyya}
dengan nekat kiyya keluar dari hotel dan mencari taksi
" pak! berhenti pak! "{ucap kiyya sembari menghentikan sebuah taksi}
"ya? tujuan nya mau kemana ya mbak?"{balas supir taksi itu}
"SMA H. I. S"{jawab kiyya}
"baik mbak" {balas supir taksi itu sembari melaju kan taksi nya}
...skipp.......
.../gerbang SMA H. I. S...
__ADS_1
"makasih ya pak" {ucap kiyya sembari memberikan uang nya}
"iya" {jawab supir taksi itu pergi meninggal kan kiyya}
.......
"aku harus bisa!!"{gumam kiyya dengan tekad nya}
kiyya melangkah kan kaki nya memasuki SMA H. I. S dengan penuh waspada, dan pergi menuju balkon
.../balkon...
*kiyya mengambil handphone genggam yang ada di sakunya dan menelfon ayah nya
.
.
.
.
.
" halo, ayah"{ucap kiyya}
"iya nak, maaf ayah beberapa hari ini tidak pulang dan tidak menjawab telfon dari kalian, ayah banyak pekerjaan soal nya" {balas pak indra}
"iya ayah gpp kok*" {ucap kiyya sedikit menetes kan air mata nya}
"terimakasih nak, oh iya kiyya sama keyy mau ayah bawain oleh-oleh apa?" {balas pak indra}
"aku mau ayah naik ke balkon sekarang yah" {ucap kiyya}
"balkon? kamu di sekolah nak? di mana keyy?" {balas pak indra penuh dengan tanda tanya}
"ya udh kamu ke ruang kepsek aja ya, di balkon berbahaya" {balas pak indra}
"di sini gk berbahaya kok yah, ayah udh liat banyak darah dari atas sini kan yah? " {jawab kiyya}
"apa maksud mu kiyya? Jangan-jangan!!" {bentak pak indra}
"ayah mau tau jawaban nya? temui aku di sini" {balas kiyya sembari menutup telfon nya}
.
.
.
.
"maaf yah, aku terpaksa buat ayah mengaku dan merekam pernyataan ayah sebagai bukti" {gumam kiyya}
(5 menit kemudian)
terdengar jejak kaki yang berlari menuju balkon membuat kiyya semakin menguat kan hati, dan mulai merekam suara dengan mengotak-atik handphone nya
"kiyya! " {teriak pak indra sembari menghampiri kiyya}
kiyya hanya menoleh tanpa menjawab panggilan dari ayah nya itu
"kiyya, apa maksud perkataan mu nak? udah ya bercanda nya, kamu marah karena ayah gk ada kabar beberapa hari ini kan? yaudh ayah minta maaf ya nak" {bujuk pak indra}
"gk yah! ini bukan tentang ayah yang jarang pulang" {bentak kiyya}
__ADS_1
"lalu apa nak? " {balas pak indra}
kiyya mendekati pinggiran balkon dan menunjuk jari nya ke arah bawah balkon
"kiyya! itu berbahaya jangan terlalu dekat nanti kamu terjatuh nak! " {balas pak indra}
"ayah liat di bawah sana? beberapa hari yang lalu ada jenazah yang terbaring tak berdaya di sana " {ucap kiyya}
"dari mana kamu tau tentang itu!? " {balas pak indra}
"ayah inget gk? di tempat kita berdiri saat ini ada seorang siswi yang di siksa kemudian di tinggalkan begitu saja" {lanjut kiyya}
"kiyya! " {balas pak indra}
"dan ayah ingat? tanpa merasa bersalah ayah menembak kan begitu banyak peluru di tubuh jenazah itu" {lanjut kiyya}
"kiyya dari mana kamu tau semua ini!?" {bentak pak indra}
"jawab pertanyaan ku terlebih dahulu ayah! apa benar ayah sendiri yang melenyap kan seseorang di depan mata ku sendiri? "{ucap kiyya sembari tak tahan meneteskan air mata nya}
" kiyya"{ucap pak indra sembari memukul kepala nya sendiri}
"apa yang ayah lakukan? begini kah cara ayah menjawab sebuah pertanyaan sederhana yang sudah jelas jawaban nya?" {balas kiyya}
"kamu salah faham nak" {ucap pak indra}
"owh... ayah mengelak? oke kalau begitu biar aku menyusul mereka yang telah ayah lenyap kan! " {balas kiyya sembari mendekati pinggir balkon dan bersiap akan melompat}
"kiyya jangan nak! ya ayah mengaku! ayah yang melenyap kan siswi itu dan menyiksa mereka" {jawab pak indra pasrah}
kiyya kembali menjauhi pinggir balkon itu dan mendekati pak indra.
"ayah! tau gk! aku benci ayah! " {ucap kiyya berkali-kali sembari memukul pelan ayah nya}
"maaf nak, ayah gk ada pilihan lain selain menyingkir kan mereka karena mereka sudah tau rahasia ayah" {ucap pak indra}
"owh... kalau begitu pekerjaan ayah sekarang bertambah satu, yaitu melenyap kan ku" {balas kiyya}
"untuk apa nak? " {ucap pak indra}
"tentu saja, karena aku sudah tau semua rahasia ayah" {balas kiyya}
"gk mungkin ayah melenyap kan mu kiyya dan kamu gk mungkin tega melaporkan ayah mu sendiri, kamu anak ayah"{ucap pak indra}
"tega? tega mana dengan ayah yang siap melenyapkan murid nya sendiri kapan saja bahkan murid itu hampir seumuran dengan anak-anak nya?"{bantah kiyya}
"tetap saja gk mungkin kamu bisa melapor kan ayah tanpa bukti" {ucap pak indra}
"benarkah itu? " {ucap kiyya sembari meninggalkan pak indra begitu saja}
pak indra yang baru menyadari bahwa selama ini kiyya merekam percakapan mereka dengan handphone nya kemudian menghentikan langkah kiyya
"kiyya! berhenti! " {ucap pak indra}
kiyya yang sedang di ambang panik karena merasa ayah nya telah menyadari rencana nya berusaha lari dari sana
hingga......
.
.
.
.
__ADS_1
.
thanks