Musuh Kecilku Adalah Jodohku

Musuh Kecilku Adalah Jodohku
Bab 10 Aku Akan Membalasmu


__ADS_3

Karna Jesica tak kunjung di temukan , baik di mana pun, dan di cari kerumah ibunya, ternyata Ibu nya juga pindah rumah, Boy kehilangan akal.


Karna putus asa, Boy lalu pulang ke mension kakek Aditya.


" Bagus sekarang kamu pulang, seharusnya kamu tidak kelayapan lagi, urus semua perusahaan yang sudah kakek berikan pada mu" Kata Kakek Aditya dengan angkuh nya.


" Baiklah" Jawab Boy singkat membuat kakek Aditya terperangah.


" Kalvino? Kakek tidak sedang bermimpikan? " Kakek Aditya menepuk pipinya dan juga penepuk nepuk pipi cucu nya.


" Kakek sakit, sudah lah jangan membuat aku berubah fikiran" Kata Boy merebahkan tubuhnya di atas sofa.


" Kakek sangat senang sekali Kalvino, ok kakek akan persiapkan semua, mulai besok kamu akan Jadi CEO di perusahaan kita, kakek akan menempatkan dirimu di Mall terbaru kita, Yes akhir nya cucuku terbuka hatinya, terima kasih tuhan" Kakek bersyukur dan sangat kegirangan sambil bergoyang goyang sambil meninggalkan Boy sendirian.


Boy melihat kakek nya itu dengan menggaruk garuk kepala nya karna sangat heran, setelah itu dia pun melangkah kan kaki ke kamarnya untuk mandi, karna badan nya sudah terasa lengket.


**


Beberapa tahun kemudian.


Hari ini sudah tahun Ke empat Boy Kalvino menjadi CEO di perusahaan milik kakek nya, pada umumnya Boy Hanya berfokus pada penyusunan strategi bagi pertumbuhan perusahaan.


Dia di bantu oleh Dio sepupunya sekaligus menjadi asisten pribadi Boy, dikantor mereka berperan sebagai bos dan bawahan, kalau di luar kantor mereka seperti sahabat karib.


" Pak bos apa sekarang kita berangkat menuju Mall kita pak, sekarang ada rapat tentang saham terbaru kita pak" kata Dio sambil mengendarai mobil .


" Tentu saja, setelah itu aku ingin bersantai di pantai yang indah" Kata Boy sambil memakai kaca mata hitam nya.


" Liburan mulu, enak banget jadi orang" Ketus Dio pelan.


" Apa kamu bilang, aku masih dengar kamu ngomong, yang sopan dong ngomong sama bos kamu" kata Boy sambil noyor kepala Dio dengan sebuah buku.


" Santai bos ku, aku cuma becanda, sekarang kita belum sampai di kantor, jadi ngak apa apalah ngomong tidak formal dikit".


" Oh tidak bisa, kamu harus tetap sopan".


" Ya ya ya, terserah anda deh pak bos" Dio pun mengalah.


Boy tadinya kesal, sekarang tersenyum dengan penuh kemenangan.


Tak beberapa lama mereka sampai di Mall, Karna kantor mereka di bagian dalam dari Mall itu.


Semua karyawan hormat kepada cucu kesayangan tuan Aditya, sebagian dari mereka juga mengagumi ketampanan dan karisma seorang Boy Kalvino.


Mereka rela di suruh apa saja, asal bisa melihat ketampanan Boy karna mereka juga jarang melihat Boy berkeliaran di Mall tersebut.

__ADS_1


Dengan gaya tangguh nya dan juga di ikuti asisten pribadinya ,mereka berjalan menyusuri setiap bagian Mall milik kakeknya tersebut, tiba tiba dari arah sebuah cafetaria muncul sesosok wanita cantik dengan mengendong seorang anak, Boy terpukau melihat nya.


Boy berhenti, membuka kaca mata nya, sepertinya dia mengenali sosok wanita tersebut.


" Tunggu apa itu Jesica? " Boy terkejut spontan bersembunyi di balik tiang bangunan.


Karna reflek, Dio juga ikut bersembunyi.


" Ada apa bos" Kata Dio kaget.


" Tunggu sebentar".


Boy melihat Jesica berbicara kepada beberapa orang, sepertinya mereka adalah sebagai Waiters (pelayan) di cafetaria itu.


Sambil mengendong seorang anak, Jesica seperti mengarahkan sesuatu kepada semua waiters tersebut, setelah itu para waiters pun bubar .


Jesica mengajak anak itu bermain di depan cafe tersebut.


" Tolong selidiki dia, aku mau secepatnya kamu memberi info kepada ku" Kata Boy kepada Dio.


" Siap Bos ,apa bos mengenalinya".


" Diam kerjakan saja tugas mu".


" Baik lah bos".


***


Tidak butuh waktu yang lama, Dio datang ke ruangan Boy dan memberi informasi yang di butuhkan Boy.


" Dia adalah Icah Jesica, manager cafe di cafetaria tersebut, dia baru beberapa bulan berada di sana, berkemungkinan dia juga mempunyai beberapa food court di Mall kita ini" kata Dio menjelas kan.


" Mmm jadi dia Manager cafe ya, bagus, aku mau kamu memesan salah satu makanan disana, tapi syarat nya, harus manager nya lansung yang memasak nya untuk ku, jika dia menolak, dia harus angkat kaki dari Mall kita".


" Apa? apa ngak salah bos? Mana mungkin itu terjadi".


" Kamu lakukan saja, atau kamu mau aku pecat ah!" kata Boy tegas.


" Ok lah Boy, eh salah bos" Boy melotot kepada Dio.


" Jangan galak galak bos, iya iya saya kerja kan, ah payah , dikit dikit pecat, dikit dikit pecat".


" Apa kamu bilang".


" Eh ngak ada bos, iya iya saya kerjakan" Dio pun keluar dari ruangan Boy Kalvino.

__ADS_1


Setelah kepergian Dio, Boy mengeluarkan sebuah topi yang di belakang nya bernama Kalvino, topi itu pernah di pakai Jesica dulu.


" Sekarang kamu mau lari kemana Jesica, berani berani nya kamu menghindar dari ku, akan ku balas penghinaan yang telah kamu buat untuk ku" kata Boy dalam kesendirian.


**


Sementara itu.


" Apa? apakah harus saya yang menyediakan makanan nya pak? Saya banyak bawahan, biar mereka saja pak" Kata Jesica panik.


" Tidak bisa, bos kami hanya mau di layani oleh manager cafe ini, jadi jika kamu menolak, akan di pastikan hari ini hari terakhir kamu berada disini" kata Dio menekan Jesica.


Jesica tampak bingung tapi tidak bisa menolak.


" Baik lah pak".


" Kamu harus cepat , dan antarkan oleh kamu lansung ke depan kantor Bos kami".


" Apa? Harus saya juga, ya sudah baik lah pak" kata Jesica lesu.


" Mana kartu nama kamu, sebagai bukti kamu mengerjakan nya dengan benar saya akan vc kamu nanti" Jesica tambah bingung, tapi tidak bisa membantah, Jesica pun memberikan kartu namanya.


Setelah Dio pergi, JESICA memulai memasak.


" Ada yang aneh siapakah bos itu, apakah dia sedang mengerjai ku, ah bodo amat lebih baik aku selesai kan ini" kata Jesica ngomong sendiri.


Tiba tiba ada yang VC tapi layar nya seperti di tutupi, hanya suaranya saja yang terdenger.


" Apa yang kamu masak?" tanya seseorang tersebut.


" Ayam Rica rica plus nasi , " kata Jesica sambil mengarah kan layar handphone nya ke makanan tersebut.


"Siapa yang nyuruh kamu masak Ayam, aku kurang suka ayam rica rica, ganti ,kamu masak yang lain" kata Orang tersebut.


" Apa pak harus masak lagi? memang nya bapak mau makan apa? " tanya Jesica baik baik.


" Aku mau ikan kakap bakar ".


" Tapi pak kami tidak stok ikan laut pak" kata Jesica mulai panik.


" Aku tidak mau tau, jika kamu membantah, angkat kaki dari Mall ini".


" Tapi pak bos, saya.. ".


" Tidak ada tapi tapian, kerjakan sekarang juga".

__ADS_1


Dengan kesal Jesica menuju supermarket untuk membeli ikan Kakap.


Ikutan kesal ngak tuh, ikutin terus kelanjutan nya ya, jangan lupa dukungan nya ya 👍👄🎁💕


__ADS_2