Musuh Kecilku Adalah Jodohku

Musuh Kecilku Adalah Jodohku
Oow Papi Datang


__ADS_3

Saat membuka Apartemen milik Boy, Jesica sangat kagum, ternyata Boy sangat Rapi, semua tertata rapi dan sangat mengagumkan.


" Wah kamu sendirian di tempat sebesar ini, apa ngak susah membersihkan setiap sudutnya" Tanya Jesica sangat polosnya.


" Tentu saja tidak, aku mah bersih, tidak jorok sepertimu" Sindir Boy.


Jesica pun memonyongkan bibirnya, dan membuang muka.


" Kamu duduk di sini dulu aku mau ganti baju" Boy menunjuk kursi dan menyuruh Jesica duduk.


" Yah".


Boy memasuki kamar nya untuk menukar baju, setelah selesai Boy menghampiri Jesica.


Jesica masih sibuk melirik sana melirik sini melihat isi ruangan itu dengan kagum, Boy tersenyum melihat Jesica bertingkah seperti itu.


Tiba tiba Boy mendekati Jesica, saking dekat Jesica jadi tersandar ke dinding.


" Jesica".


" Iya".


" Apakah selama ini kamu tidak merindukan aku" Tanya Boy serius.


" Aku" Jesica jadi salah tingkah ,Boy mendekat kan wajah nya ke arah wajah jesica.


Jesica berusaha menelan air ludahnya karna gugup.


Boy semakin mendekat, lalu mengecup **bir Jesica "Cup" Jesica melotot sempurna.


Boy melepas kan tautan bibir mereka, dan memandang wajah Jesica penuh makna.


" Boy" kata Jesica.


" Iya" Boy menjawab , sambil menghusap pipi Jesica.


" Aku mau.." Jesica menjeda ucapan nya.

__ADS_1


" Kamu mau apa sayang" Kata Boy sambil membelai rambut Jesica.


" Aku mau, aku mau makan Boy, kamu ada makanan ngak? aku sangat lapar sekali" kata Jesica sambil nyengir. 😅


Teetoot.....


Boy pun terkejut, sedang serius, Jesica malah bikin lawak, Boy tertawa sangat lebar. 😂😂


" Hahahaha jadi kamu lapar, kok ngak bilang dari tadi, ayo ke dapur" Boy mengajak Jesica ke dapur.


Jesica pun membuka lemari pendingin boy tapi tidak menemukan bahan bahan makanan, cuma beberapa minuman saja.


" Boy, jadi kita mau masak apa? disini tidak ada sama sekali makanan" tanya Jesica.


" Kita pesan makanan saja, sebentar lagi sampai, ya bagaimana lagi, aku tidak biasa menyetok makanan, dan aku juga malas masak" Kata Boy sambil mengambil beberapa minuman untuk mereka.


Benar saja tidak beberapa lama makanan yang di pesan Boy datang.


Jesica pun membantu membawa makanan tersebut.


" Boy ini banyak sekali, " Kata Jesica sambil memilih makanan yang ada di hadapan nya.


" Boy, kamuuu" Jujur saja Jesica sangat senang, dari lubuk hati nya paling dalam Jesica sangat menginginkan Boy, Jesica sangat nyaman ketika bersama dengan Boy.


" Makan yang banyak, biar cepat gendut".


" Ngak, ngak aku ngak mau gendut lagi, aku ngak mau di bully lagi" Kata Jesica polos.


" memang nya kamu pernah gendut?".


" Pernah, ups! " Jesica menutup mulut nya karna terlalu ngomong terlalu terbuka.


" Ahh ngak papa, mestipun kamu gendut, kamu masih tetap cantik loh" Puji Boy, Boy sengaja pura pura tidak mengetahui jati diri Jesica, Boy ingin Jesica suatu saat jujur padanya, tentang semua hal yang sengaja di sembunyikan Jesica.


Jesica hanya tersenyum sumbing karna dia mengira Boy hanya mencoba merayunya.


Tiba tiba bel berbunyi.

__ADS_1


" Siapa itu? Tidak biasa nya ada tamu datang kesini" Kata Boy heran.


" Coba kamu lihat palingan penjaga apartemen" Kata Jesica santai.


Boy melangkah menuju pintu, sebelum membuka pintu Boy mengintip di lubang pintu.


Alang terkejut nya Boy ternyata yang datang adalah papi Boy yang bernama Zaki.


" What ! gawat!" Boy berlari menuju Jesica, dia tidak ingin papinya tau jika ada perempuan di dalam Apartemen nya, apalagi jika papi tau latar belakang Jesica pasti lebih rumit lagi ceritanya.


" Gawat, gawat, papi ku datang, kamu sembunyi dulu ya, cepat".


" Tapi kenapa? ".


" Sudah jangan banyak tanya, nanti bakalan berabe".


" Terus aku harus bagai mana? ".


" Ya sembunyi lah Oon".😅


" Iyaaaaaah sembunyi dimana kunyuk".😅


" Di kolong tikus! Ya terserah kamu lah cepatan dong" Kata Boy semakin kalang kabut.😅


" Iyaaahh" Jesica pun memasuki kamar Boy.


Boy pun mencoba membersihkan yang sedikit berantakan, dia sangat tergesa gesa menyembunyikan barang barang Jesica, setelah di rasa cukup, Boy membuka pintu untuk papinya.


Ceklek.


" Eh papi, tumben kesini" Tanya Boy basa basi.


" Lama banget buka pintu nya, kamu ngapain saja" papi Boy menyelonong masuk, dan sedikit maksa sehingga Boy sedikit tersandar ke pintu.


Boy pun semakin panik.


" Kamu menyembunyikan wanita ya" Tanya Zaki dengan tatapan tajam kepada Boy.

__ADS_1


DEG.....


__ADS_2