
Ke esok kan hari nya, Boy sengaja datang lebih awal.
" Bos tumben kita berangkat awal, biasa nya bos paling telat datang nya" Kata Dio sambil mengendarai mobil.
" Ssstt.. Brisik, o iya Info yang aku suruh sudah dapat?" tanya Boy kepada Dio.
" Sudah Bos, ternyata menurut info yang aku dapat, Jesica memang belum pernah menikah, tapi dia mempunyai se orang anak, dan sampai sekarang indetitas ayah dari anak itu masih misterius, yang menjaga anak itu selama ini adalah Ibu Sarah, ibu dari Jesica itu sendiri, selama ini orang mengira Si Junior adalah adik dari Jesica, Jesica sangat menyayangi putra nya tersebut, " panjang kali lebar Dio menjelas kan, dan membuat Boy tersenyum senang.
" Bagus, " Kata Boy bersemangat.
" Kenapa sih bos, kok girang banget, bos naksir Jesica ya, kenapa ngak cari yang masih pw saja, kan masih bersegel" kata Dio memberi saran.
" Diam kamu, kamu tidak tau apa apa" Kata Boy sangat marah, membuat Dio terdiam.
**
Sesampainya di Mall, Boy lansung menuju cafe milik Jesica, tampa mencari cari, Ternyata Jesica sudah datang duluan, tentu saja dengan Junior kecil.
" Hai dedek Junior, main sama om yuk" Tampa menolak, Junior mau di gendong oleh Boy, Jesica lansung terperangah.
" Main ke kantor om yuk" Ajak Boy, Junior mengangguk.
" Eh Jangan, nanti Junior rewel" Tolak Jesica.
" Junior saja mau, kenapa kamu melarangnya" Boy pun melangkah pergi.
Jesica ingin mengikuti Boy tapi tiba tiba Nanda datang.
" Hay beb mau kemana? Sebentar lagi Briefing pagi mulai, jangan kemana mana dulu" Kata Nanda, sambil menahan tangan Jesica.
" Tapi Beb, aku mau nyusul Junior, dia di bawa Boy ke kantornya" Kata Jesica sambil menatap arah Boy yang telah hilang dari pandangan nya.
__ADS_1
" Ck biarkan saja, nanti kita jemput, kalau Junior bersama Boy, dia akan baik baik saja, ayok, briefing nya mau di mulai nih" kata Nanda sambil menarik tangan Jesica untuk memasuki ruangan.
Mau tidak mau, Jesica mengikuti Nanda.
Sementara itu.
" Dio kamu pergi beli cemilan sana yang banyak untuk jagoan ku" Kata Boy menyuruh Dio.
" Tapi kenapa? Memang nya bos hari ini mau jadi pengasuh bocah ini, ada ada saja? " Kata Dio sangat heran.
" Kamu ini bawel yah, udah kayak emak emak rempong saja lama lama, atau kamu mau celanamu itu aku tukar jadi rok, dan dadamu aku kasih kaca mata hah" Kata Boy, spontan Dio menutupi dada bidangnya. 😂😂
" Ampun Bos, aku ngak mau jadi Markonah, Jadi Bambang saja, sampai sekarang masih jomblo nih, belum ketemu jodohnya, maaf bos hehe" Kata Dio sambil cengengesan. 😅😅
" Makanya jangan protes, lakuin saja tugasmu".
" Siap bos".
Setelah Dio pergi, Boy melirik ke arah Junior.
" Kamu Laper" Junior menggeleng.
" Jadi?, atau jangan jangan".
Boy berlari menghampiri Junior.
" Hai bro kok ada bau bau aneh yah, agak acem, juga bauk, kamu pup ya? " Kata Boy sambil menutup hidungnya.
Junior mengangguk.
" What?? " Boy sangat kaget.
__ADS_1
Boy mencoba men cek celana Junior, benar saja Junior pup, Membuat mata Boy terbulalak.
" Hhhuuekkk," Boy muntah dan menutup hidung nya. 😅😅
Tiba tiba Dio datang membawa cemilan.
"Ada apa bos" Dio ikutan panik.
Boy menunjuk Junior.
" Dia pup" Dio terkejut.
" Apa? lalu gimana ini".
" Ya kamu bersih kan lah hhhhuuuekk" Boy mulai lemas. 😅
" Apa??? ah ngak ngak, bos saja".
" Kamu mau aku pecat ah".
" Uuuuh dikit pecat, dikit pecat, payah".
Akhir nya Dio mengajak Junior ke toilet, dan sebelum itu membeli pampers baru.
" Hhhhuuek huek" Dio muntah berkali kali.
" Gimana?, sudah selesai" tanya Boy.
" Belum lah, bantuin napa Bos".
" Aaah ngak ngak, kamu mau aku tidak makan selama seminggu hah".
__ADS_1
" Ngak sih bos, ya sudah bos tunggu saja di luar" Boy menurut dan meninggalkan toilet.
*Jangan lupa dukungan nya ya*😅