
Siang harinya, Jesica terbangun, entah berapa lama dia tidur, kepala sangat terasa berat, kemudian ke kamar mandi untuk membersihkan diri.
Setelah itu Jesica menuju dapur dan mulai memasak untuk anak dan suaminya, tentunya di bantu bik Inah.
" Bik, maaf ya bik, sepertinya Junior sudah pulang sekolah, aku harus menjemput nya, bibik bisa tolong aku ngak, tolong lanjutin menata makanan ini di meja ya. " kata Jesica.
"Siap non, akan bibik lakukan. "
" Makasih banyak bik. " Jesica pun langsung berangkat menjemput Junior anak nya.
***
Sesampainya di sekolah ternyata Boy sudah duluan datang.
" Hai sayang kamu disini." Sapa Boy sambil ingin merangkul Jesica istrinya.
" Ih Boy malu ah, ini banyak orang, bikin malu saja. " Jesica berusaha melepaskan pelukan dari Boy.
" Memang nya kenapa, kamu kan istri aku, suka suka aku dong meluk meluk kamu. "
" Iya sih, tapi malu banyak orang, lah kok kamu ada di sini sih Boy, bukan nya kamu ke kantor. "
" Gimana yah, aku sudah jadi kebiasaan ke sini jam makan siang, jadi kebiasaan main kesini gitu hehe, memang nya kenapa sih, kan aku sekarang di sekolahan anak aku, jadi ngak ada salahnya kan. "
" Iya sih, tapi sekarang aku ngak ada kerjaan, jaaaadiiii tugas jemput anak, adalah tugas aku miminya paham. "
__ADS_1
" Lah aku juga mau jemput anak ku Junior, habis itu pulang kerumah makan siang, pasti kamu sudah masak kan. "
" kok tau. "
" Tau lah, habis kamu bau bawang,haha. " kata Boy sambil pura pura nutup hidungnya.
" Ah masak sih, aku bau ya. " Jesica pun mengendus bajunya.
" Sudah ngak apa apa, ayok kita jemput Junior habis itu pulang, ayok nanti jam makan siang ku habis. " Boy pun menarik tangan Jesica.
" Aaauhh. " Jesica pun menyeringai kesakitan.
" Kamu kenapa Jesica? tangan kamu kenapa? " Boy pun jadi heran.
Jesica pun mengusap usap tangan nya yang penuh dengan luka luka gores.
" Aku tidak apa apa, ini cuma kena pot bunga saja, aku tidak apa apa kok. "
" Benaran kamu tidak apa apa, apa perlu kita ke dokter. " Kata Boy.
" Tidak perlu aku sudah mengobatinya tadi, ayok kita jemput Junior, pasti dia sudah menunggu. " Jesica pun melangkah duluan meninggalkan Boy yang masih mematung.
" Ayok". Dengan langkah berat Boy mengikuti langkah Jesica.
Boy jadi cemas baru sehari Jesica dirumah Kakek Aditya sudah luka luka, gimana nanti hari berikutnya.
__ADS_1
Begitupun dengan Jesica, dia tidak ingin Boy tau yang sebenarnya yang terjadi, bahwa sebenarnya kenyataan maminya yang telah menyebabkan tangan nya terluka seperti itu.
"Pipi mimi, kok tumben jemput aku berduaan, pada kangen sama aku yah, hehe. " Junior melangkah ke arah mereka.
" Eh anak mimi, iya dong mimi dan pipi kangen kamu sayang, oh iya, sudah siap belajar nya ya? gimana pelajaran hari ini seru ngak? " tanya Jesica.
" Seru dong mi, hari ini aku belajar menggambar, liat nih, aku gambar ada pipi ,mimi, aku, oma,opa, dan eyang opa, bagus kan mi. " Jonior menyerahkan kertas gambarnya kepada Jesica.
" Loh kok eyang opa sama oma, kok wajah nya cemberut sayang? " Jesica dan Boy saling pandang karna heran dengan lukisan anak mereka.
" Ya mau gimana lagi, oma wajah nya selalu cemberut melihat kepadaku, apa lagi eyang opa, jangan kan mau panggil aku, melihat kepada ku saja eyang opa ngak mau. " kata Junior.
" Emang nya kapan kamu melihat oma dan eyang opa nak? " tanya Boy.
" Tadi pagi, se waktu aku mengambil air minum ke dapur pi, kenapa yah mereka seperti itu, apa mereka tidak suka padaku. " Mendengar perkataan Junior, Boy pun setengah berlutut, sehingga kini wajah ayah dan anak itu saling tatap.
" Junior ngak boleh ngomong begitu, bisa jadi eyang opa, oma, lagi capek, makanya mereka seperti itu, sebenarnya mereka orang baik kok, nanti deh kamu liat sendiri mereka semua sayaaaaang Junior, paham. " Kata Boy menjelaskan, Jesica hanya terharu mendengarnya, begitupun dengan Junior merasa paham yang di sampaikan oleh pipinya.
" Ya sudah kita pulang yuk, habis itu kita makan bareng, gimana kamu suka kan nak? " kata Jesica.
" Horeee aku suka mimi, pipi, ayok kita pulang. " Jesica dan Boy pun tersenyum.
Akhir mereka pulang, tak beberapa lama kemudian mereka pun sampai dirumah, dan lalu makan siang.
Setelah selesai makan, Boy kembali berangkat ke kantor untuk bekerja.
__ADS_1
Di dalam perjalanan hati nya tak karuan, dia sangat mencemaskan anak istrinya yang sedang dirumah, ingin rasanya cepat selesai kerja dan kembali pulang untuk berkumpul dengan keluarga kecilnya lagi.