Musuh Kecilku Adalah Jodohku

Musuh Kecilku Adalah Jodohku
Akrab Denganmu


__ADS_3

Disuatu pagi di suatu taman bermain.


" Ayo lempar bola nya pada ku, " kata Junior kepada seorang teman nya.


" Baik lah, tangkap yah. " tapi sayang nya meleset, bola terguling melewati pagar bunga tersebut.


" Yah payah, kamu tidak bisa bermain bola, sekarang bola nya malah keluar. " kata Junior kepada teman nya.


" Ya gimana lagi kamu juga tidak bisa menangkap nya, kamu ambil sana, bola itu berguling ke arah om om itu, aku takut kepada nya dari tadi ngeliatin kita terus, jangan jangan om itu penculik, " kata Teman Junior sambil berbisik dan menunjuk ke arah seorang pria yang sedang duduk di taman bermain Paud itu.


" Benarkah, kamu saja yang ngambil bola nya, nanti aku di culik gimana? kasian mimi ku sendirian. " kata Junior sambil berbisik kepada teman nya.


" Aku ngak mau tau kamu yang ngambil kalau tidak, aku ngak mau lagi berteman dengan kamu. " Ancam teman nya.


" Uuh payah, ya sudah deh, tapi nanti kalau om itu culik aku, kamu berteriak ya, kalau perlu kamu bantu aku lempar om itu pakai batu, atau pakai apa kek, ok. " kata Junior.


" Baiklah".


Junior memberanikan diri untuk menghampiri pria itu karna bola tersebut sedang di pegangnya.


" Om boleh minta bola nya, aku mau bermain dengan teman ku. " kata Junior sedikit takut.

__ADS_1


" Oh kamu mau bola ini, boleh. " pria itu menyerahkan bola tersebut.


Ya pria tersebut adalah Boy, akhir akhir ini selalu berkunjung saat Junior sedang sekolah, Boy tidak berani mendatangi rumah Jesica secara langsung untuk bertemu dengan Junior ,karna perjanjian yang konyol tersebut.


Junior melihat wajah Boy dengan seksama dengan tatapan menyelidik.


" Kamu kok liatin om kayak gitu. " Boy jadi heran.


" Om bukan penculik kan?. " kata Junior polos.


" Hahaha, memang nya om ada tampang penculik ya?" Boy meraba raba mukanya.


" Bukan gitu om, aku hanya heran dari kemaren om selalu duduk disini sambil melihat kami sedang bermain, kami jadi curiga jangan jangan om penculik anak anak." lagi lagi Junior berkata polos, Junior masih berusia lima tahun tapi sangat pintar, mungkin juga menurun kepintaran dari Boy.


" Oo gitu, ya udah ikut bermain bersama kami yuk om, biar aku jadi penjaga gawang nya, aku jago nangkap bola loh om. " kata Junior.


" Oh ya, ya sudah ayuk. " Boy pun bersemangat ingin bermain bersama Junior.


Akhirnya Boy ikut serta bermain dengan anak anak Paud tersebut. Mereka sangat bergembira, tiba tiba buk guru mereka datang.


" Maaf pak, anda siapa? boleh ikut dengan saya. " Kata Guru Junior.

__ADS_1


" Baik lah buk, anak anak Om ikut dengan buk guru dulu ya. " kata Boy.


" Baiklah om. " kata mereka serentak.


Boy pun digiring oleh dua guru memasuki ruangan guru.


" Maaf anda siapa? apa anda salah satu dari orang tua murid kami? " tanya guru menyelidik.


" Benar, eh maksud saya, saya adalah paman dari Junior, saya datang kesini hanya ingin bertemu Junior. " kata Boy gugup.


" Benarkah? untuk mengunjungi Junior kan bisa dirumahnya, bisa bertemu langsung dengan orang tuanya, ini sekolah, tidak di benarkan menemui anak anak didik kami di dalam jam pelajaran, anda paham. " kata buk guru menjelaskan.


" Saya paham buk, tapi sebenar saya kurang berhubungan baik, karna kami ada sedikit masalah, jadi saya tidak bisa menjenguk nya kerumah nya, saya sangat perindukan ponakan saya, Junior sudah saya anggap anak kandung saya sendiri, sekali lagi saya minta maaf buk, tapi lain kali saya tidak seperti ini." kata Boy sambil menunduk karna matanya mulai berkaca kaca.


Buk guru pun kasian melihat ketulusan Boy, akhir nya berbicara.


" Baiklah kami akan memberi izin kapan pun bapak mau bertemu dengan Junior tapi dengan syaratnya harus diruangan kami, kami tidak ingin terjadi apa apa dengan anak didik kami. " kata Guru Junior.


Mendengar itu Boy sangat bersemangat sehingga, berkali kali mengucapkan terima kasih kepada buk guru.


" Makasih banyak buk, tapi saya mohon jangan beri tau Jesica jika saya berkunjung, karna saya takutkan nanti Junior di pindahkan dari sini, nanti saya binggung harus bertemu dengan Junior dimana lagi. " Alasan Boy supaya Boy tidak ketahuan jika Boy adalah ayah kandung Junior, dan sering menjenguk Junior.

__ADS_1


" Baiklah, kami juga tidak ingin berpisah dengan Junior, karna Junior adalah murid kebanggaan kami, dia sangat pintar dan baik hati. " merasa sama sama setuju mereka pun saling berjabat tangan.


Dan setelah itu, Boy dan Junior sering bertemu, mestipun Jesica tidak tau kalau sebenarnya Junior dengan Boy sangat Akrab dan saling membutuhkan satu sama lain.


__ADS_2