Musuh Kecilku Adalah Jodohku

Musuh Kecilku Adalah Jodohku
Pertemuan Tak Terduga


__ADS_3

Dua tahun kemudian.


" Mimi, mereka jahat mimi, hikhik. " Junior menangis tersedu sedu setelah pulang bermain dari rumah teman nya.


" Kenapa sayang? bilang sama mimi siapa yang jahat? " Jesica meraih Junior yang sudah berusia lima tahun untuk duduk di pangkuannya.


" Teman teman ku bilang aku tidak punya papi, kata mereka papiku sangat tidak menyukai aku, lalu dia pergi dan tidak pernah kembali. " mendengar Junior berbicara, Mata Jesica mulai berkaca kaca.


" Itu tidak benar sayang, kamu jangan pikirkan omongan mereka, kan ada mimi yang selalu ada bersama mu." kata Jesica.


" Tapi tetap saja, semua teman ku memiliki ayah dan ibu, sedangkan aku hanya mempunyai mimi, mereka selalu mengejek aku tidak mempunyai bapak, huhuhuuuuu. " Junior memperkeras tangisan nya.


Jesica memeluk nya, Jesica juga tidak ingin memberi harapan palsu kepada Junior, Jesica juga tidak pernah menceritakan sosok papi nya kepada Junior, karna Jesica tak ingin Junior merasa kecewa seperti yang dirasakan nya.


" Gini saja, untuk menghibur mu, gimana kita pergi jalan jalan, mimi sangat ingin pergi ke taman, katanya disana sekarang banyak mobil mobilan juga odong odong, apa kamu mau kesana bareng mimi?. " Seketika Junior berhenti nangis karna akan di bawa jalan jalan.


" Benaran mi di sana ada mobil mobilan dan juga odong odong? " Jesica mengangguk.


" Horeee, ayuk mi. " Mereka pun siap siap berangkat ke taman.


" kalian mau kemana?" tanya Sarah, dia baru sampai dirumah Jesica.


" Eh ibun, kebetulan sekali, kita jalan jalan yuk bun ke taman, kata orang orang , banyak mainan anak anak sekarang disana. " Ajak Jesica.


" Ok ayuk, " kata Sarah bersemangat.


Sesampai nya di taman, Junior sangat kegirangan bermain kesana dan kesini.


Sarah dan Jesica sangat senang melihat Junior sangat lincah dan aktif.


Tiba tiba ada suara telpon dari Nanda.


"Hallo beb, kebetulan ada pajak yang harus kita bayar nih beb, apa kamu bisa datang ke cafe sekarang, karna terlalu ramai. " kata Nanda di seberang telpon.

__ADS_1


" Ya sudah kalau begitu aku otw beb, " akhirnya telpon terputus.


" Bun aku mintak maaf aku titip Junior yah, cafe lagi rame sekarang. " kata Jesica sambil merangkul tangan ibunya.


" Ya sudah, pergi saja sayang, Junior biar ibun yang jaga." Setelah cipika cipiki dengan ibu nya, Jesica juga pamitan dengan anak nya, kemudian berangkat.


***


Tak membutuhkan waktu lama, Jesica pun sampai di Cafe.


" Akhirnya kamu sampai juga beb, aku berangkat ke kantor pajak dulu ya, " Nanda pun melangkah pergi.


" Iya beb, " kemudian Jesica pun ikut serta membantu karyawan nya untuk melayani tamu.


" Silakan pak mau pesan apa?" Jesica memberikan buku menu kepada tamu cafenya tampa melihat wajah para tamu nya.


" Kami mau pesan Tomyam rica rica dua, dan jus jeruk dua".


" Baiklah pak, ada yang lainnya pa.. " Jesica menjeda ucapan nya, dia baru sadar ternyata tamu cafe nya adalah Dio dan ada satu lagi seseorang yang begitu sangat di kenali Jesica, kemudian Jesica mematung, ternyata seseorang itu adalah Boy.


" Tidak ada, kami cuma ingin itu saja. " kata Dio lagi lagi tersenyum kepada Jesica.


Jesica masih mematung sambil melihat ke arah Boy, tapi Boy tetap buang muka.


" Baiklah pak, jika ada yang ingin di pesan lagi, panggil saja kami. " kata Jesica sambil tersenyum, dia berusaha propesional sebangai pemilik cafe tersebut.


Sebelum pergi, Jesica melirik ke arah Boy lagi, tapi tetap saja Boy tidak ingin melihat kepadanya, kemudian Jesica pergi dengan perasaan yang tak menentu.


Tak berapa lama Jesica mengantarkan pesanan mereka, Jesica melayani mereka dengan baik, sejenak Jesica melupakan isi hati nya berkecamuk.


***


Setelah makan, dan membayar, mereka langsung pergi, tapi sebelum pergi Boy memandang wajah Jesica dengan tampang dingin nya, dan setelah itu membuang muka lagi.

__ADS_1


Setelah kepergian mereka, Jesica pergi menyendiri, tak terasa air matanya terjatuh sudah.


Jesica tidak menyangka, jika Boy sudah berubah, disisi lain Jesica sangat bahagia bahwa Boy baik baik saja, tidak dalam ke adaan koma lagi, disisi lain, sepertinya hanya Jesica yang merindukan Boy, Tapi Boy ternyata telah melupakan nya.


Sementara itu di dalam mobil.


Boy membuang nafas yang sangat berat, kemudian uring uringan seperti anak kecil, tidak seperti tadi angkuh dan propesional.


" Kamu kenapa sih Boy? kayak orang gila gitu, kalau merindukan nya, sapa dia kek, ajak jalan kek, nih malah tadi , kamu cuekin dia, dasar bodoh. " upat Dio kepada Boy.


Boy menoyor kepala Dio dari belakang.


Tuuuuingg😅.


" Diam kamu bodoh, kamu tidak tau apa apa, jangan ikut campur urusan ku, aaarght. " Boy mukul mukul kursi penumpang.


" Dasar gila, di depan orang nya malah sok, sombong, di belakang rindu berat, payah kamu. " Ledek Dio lagi. 😅


" Sekali lagi kamu ngomong aku banting kamu, kamu mau hah! " kata Boy siap menyerang Dio.


" Eh eh santai Bos ku, ingat soal banting banting itu urusan sinetron, kalau di dunia nyata ada undang undang nya, mau masuk penjara hah. " kata Dio tak mau kalah.


" Ugh ban***t, sudah diam kamu, haaaaah. " Boy membuang nafasnya yang berat.


Sejujurnya Boy sangat merindukan Jesica, tapi sudah terlanjur berjanji kepada kakek nya, untuk tidak akan menemui Jesica lagi, jika Boy bertekat ingin menemui Jesica, maka keselamatan Jesica dan Junior akan terancam, karna Aditya tidak main main dengan ancaman nya, buktinya saja dulu pernah membuat Jesica terlunta lunta karna cafe nya pernah di bakar satu tahun lalu, dan sialnya polisi tidak menemukan penyebabnya.


Boy takut jika Aditya berbuat nekat lagi, dia sangat tidak mau Jesica dan Junior celaka, maka nya Boy berusaha memantau Jesica dan Junior dari jauh, dan berusaha bersikap dingin kepada Jesica.


" Sampai kapan kamu seperti ini bro, jangan sampai suatu hari nanti Jesica di dapat kan orang lain. " Dio mengingatkan.


" Ck, jangan sampai itu terjadi, aku tidak ingin kehilangan Jesica dan juga Junior, aku tidak bisa hidup tampa mereka, " Kata Boy dengan mata berkaca kaca.


Dio hanya membuang nafas kasar melihat tingkah saudara sekaligus bosnya itu.

__ADS_1


" Kamu harus ingat jangan sampai Jesica tau kalau aku selama ini memantau nya dan Juga Junior, aku berjanji jika suatu nanti akan berusaha menemuinya dan mengungkap kan isi hatiku selama ini kepadanya. " kata Boy bersungguh sungguh.


" Ok baik lah, aku juga akan berusaha mencari informasi tentang Jesica dan junior, kamu tenang saja. " kata Dio berusaha menghibur Boy, setelah itu mereka berangkat meninggalkan cafe milik Jesica.


__ADS_2