
"Jesica ".
" Ya boy, aku liat kamu sekarang agak gendutan ya, pipimu mulai cabi seperti dulu" kata Boy Meledek Jesica.
" Ah masak sih, aduh aku harus mulai diet lagi nih" Boy melihat wajah Jesica dengan penuh rasa bersalah.
"Maafkan aku, aku yakin dulu kamu berusaha menurun kan berat badanmu karna bullyan dari ku".
" Ya begitu lah, sampai sampai aku sangat takut dengan nasi dulu, aku ngak mau gendut lagi" Kata Jesica sambil menunduk.
Boy pun tersenyum.
" Besok kamu ikut dengan aku yah".
" Kemana? " tanya Jesica.
" Ada deh, ya sudah hari ini kita ngak jadi jalan jalan, kita lanjutin besok saja, ayo aku antar kamu pulang" kata Boy.
" Antar aku ke Cafe saja, aku ada sedikit kerjaan".
" Oo ya sudah kalau gitu".
Mereka pun keluar dari Apartemen Boy dan menuju Cafe milik Jesica, setelah berpamitan Boy kembali ke Apartemen nya untuk istirahat, karna dalam seminggu ini belum ada waktu libur, jadi Boy menyuruh Dio untuk menggantikan tugasnya sementara.
**
Ke esok kan harinya Boy pun menjemput Jesica.
__ADS_1
" Boy kita mau kemana sih?" Tanya Jesica bingung.
" Kamu liat saja nanti".
Tak beberapa lama mereka pun memasuki perkarangan mension kakek Aditya.
" Boy?? ini dimana, jangan bilang ini tempat keluarga mu, aku tidak mau Boy bertemu dengan mereka" Jesica mulai panik.
" kamu tenang saja, tidak ada yang mengenali mu disini, aku akan mengenalimu dengan mereka , sebagai pacar ku" kata Boy yakin.
" Jangan Boy, jika mereka mengetahui bahwa aku adalah anak dari Sarah Gebrial, pasti mereka akan marah besar, apalagi Mami kamu, pasti aku akan dihadang nya nanti" kata Jesica mulai panik.
" Aku akan melindungi kamu kok, kamu harus tenang setenang mungkin, anggap saja kalian belum saling kenal mengerti" Boy meyakin kan Jesica.
Setelah memarkir mobil, Boy pun keluar, kemudian meraih Tangan Jesica seperti menyambut tuan putri untuk memasuki Istana.
" kamu tenang ya".
Mereka menyusuri setiap bagian mension kakek Aditya, Jesica mengagumi setiap isi Mansion tersebut, Jesica terbuat terpesona dengan semua barang barang mewah yang tersusun rapi di tempatnya.
Tenyata semua keluarga Boy sudah berkumpul di ruangan keluarga, mereka pun sangat bahagia dengan kedatangan Boy, kemudian mereka melihat ke arah Jesica, kemudian raut muka mereka pun berubah, membuat Jesica tambah degdegan.
" Akhirnya kamu sampai juga sayang" Julia merangkul putra satu satunya itu dan meninggalkan Jesica sendirian masih berdiri mematung, Boy pun kemudian menggenggam tangan Jesica, dan memberi isyarat untuk ikut kemana pun dia pergi.
Julia menatap Jesica dengan tatapan tidak suka.
Boy pun duduk di sofa kemudian di ikuti oleh Jesica, semua orang bertatapan aneh kepada Jesica.
__ADS_1
Kakek Aditya pun memulai percakapan.
" Jadi tujuan Papi mengumpulkan kalian disini, adalah untuk mengumumkan pernikahan Boy Kalvino yang akan di laksanakan segera mungkin dengan cucu ke dua dari keluarga Subroto, jika se andainya keluarga besar dari Subroto dan keluarga Aditya bersatu, itu akan menciptakan bisnis yang sangat besar sehingga saling menguntung kan di antara kita, betul kan Tuan Subroto? " Kata kakek Aditya kepada Tuan Subroto yang turut hadir bersama anak dan cucunya dalam Rapat keluarga tersebut.
" Betul sekali Tuan Aditya, perkenalkan dia Silvia cucu tercantik di keluarga besar Subroto, dia tamatan S2 Di bidang hukum, cerdas dan mandiri" Kata Subroto membanggakan cucu kesayangan nya.
" Tunggu dulu kek, jadi aku di jodoh kan dengan dia? " tanya Boy sambil menunjuk Silvia, kemudian boy melirik Jesica yang hanya menunduk merasa sedih dengan berita itu.
" Iya itu sudah deal, tidak bisa di batalkan lagi, karna itu sudah lama kami rencanakan" Kata Aditya tegas, Julia si mami Boy sangat senang mendengar berita itu, itu tanda nya dia menjadi semakin kaya lagi.
Berbeda dengan Zaki papi nya Boy, dia merasa kasihan dengan Boy, karna nasib anak nya sama persis dengan nya se waktu dulu, korban dari perjodohan.
" Maaf kek aku keberatan karna aku.. " Belum sempat Boy berbicara sudah di potong oleh Aditya.
" Kamu tidak bisa membantah, keputusan sudah bulat" kata Aditya melotot ke arah Boy.
" Maaf kek, aku sudah memiliki Jesica, yang berhak menjadi istriku adalah Jesica" Boy pun memegang tangan Jesica, membuat Julia dan Silvia sangat marah, ternyata Silvia menyukai Boy dari pandangan pertama.
" Memang nya perempuan itu siapa? Dari keluarga mana,? bisnis orang tuanya apa, kamu jangan sembarangan memilih jodoh, kakek tidak ingin kamu membeli kucing di dalam karung, tidak jelas asal usul nya" Mendengar perkataan Aditya, mata Jesica mulai berkaca kaca, Boy melihat Jesica bersedih mencoba menahan marah kepada kakeknya.
Kemudian Boy menarik Jesica meninggalkan keluarganya tersebut.
" Boy, boy kamu mau kemana? " Julia berusaha berdiri tapi di tahan oleh Zaki.
" Tante, kakek dan semua gimana ini, aku ngak mau tau, Boy harus menikahi aku, aku sangat menyukainya" Kata Silvia melupakan rasa malunya, karna dia terlanjur menyukai Boy.
" Tenang Silvia, kakek akan berusaha berbicara ke pada Boy Kalvino nanti, kamu tenang saja".
__ADS_1
Boy sukses membuat semua orang kesal kepada nya, dan Boy pun mengajak Jesica pergi dari Mansion kakeknya.