
"Cari tau tentang perempuan ini, dari mana dia berasal, pokoknya semua tentang dia." kata Aditya kepada suruhan nya, sambil memperlihatkan hasil isi Cctv tadi malam.
" Baik lah bos, saya permisi dulu, " Kemudian suruhan dari Kakek Aditya pun pergi meninggalkan nya dari ruang kerjanya.
" Aku pengen tau siapa kamu sebenarnya, kenapa Boy begitu sangat ingin bersama mu, aku tidak yakin kamu sederajat dengan kami, kita liat saja, sampai kapan kamu sanggup bertahan dengan Boy Kalvino, cucu lelaki satu satunya milikku, " Kata Aditya tersenyum sinis dalam kesendirian.
**
Sementara itu, Boy menjemput Mila kerumah nya, kebetulan Boy ambil cuti lagi, karna ingin mengajak Jesica dan Junior jalan jalan.
" Seharusnya kamu jangan temui aku lagi, kamu sudah punya calon tunangan dan segera menikah, jadi aku mohon lupakan kami, " kata Jesica mengingatkan Boy.
" Aku tidak akan menikah, kecuali dengan mu, jangan banyak omong lagi, hari ini kita jalan jalan, kamu ikut dengan papi ya sayang, " Boy pun mengendong Junior dan berjalan duluan menuju mobil.
Tak lama kemudian mereka pun berangkat, menuju sebuah Pantai yang sangat indah.
***
"Gimana Apa kamu suka disini, " kata Boy, Jesica hanya tersenyum, kemudian Boy mengajak Junior bermain pasir pantai.
" Aku sangat bahagia kita bisa berkumpul, mari menikah lah dengan ku, " kata Boy.
__ADS_1
Jesica hanya diam dan sedang termenung.
" Apa yang kamu pikirkan lagi, kamu itu akan jadi milikku, jadi aku mohon berhagia lah." Boy pun mengecup kepala Jesica.
Tiba tiba ponsel Jesica berdering, ternyata Nanda memanggil.
^^^"Hallo beb, kamu bisa ke ka cafe sekarang, ini gawat beb cepatan ya beb, " Kata Nanda sangat panik. ^^^
" Sebenarnya ini ada apa? tolong jelaskan pada ku, " Jesicapun ikut panik.
^^^" Ngak ada waktu lagi, buruan kamu ke cafe sekarang, " Nanda mematikan sambungan telpon sepihak. ^^^
" Ada apa? " tanya Boy.
" Baiklah, " Boy pun segera melajukan mobilnya menuju rumah orang tua Jesica, kemudian melajukan mobilnya ke cafe Jesica.
**
Tak lama kemudian mereka telah sampai di tempat tujuan, mereka terperangah melihat semua barang barang yang ada di cafe itu berhaburan di luar.
Jesica mendapati Nanda menangis di pojok kanan , lalu Jesica pun menghampiri Nanda.
__ADS_1
" Beb ini sebenarnya ada apa? " Nanda tak menjawab, Nanda hanya menatap Boy dengan Rasa benci.
" Dia... benar dia dan seluruh keluarga pemilik Mall ini telah mengusir paksa kita dari sini! " Nanda menunjuk Boy dengan mata berkaca kaca.
" Maksudnya apa ini? aku tidak mengerti, kata Boy, ".
" Kakek mu Aditya pemilik Mall ini telah mengusir kami, dan mengembalikan uang kontrak kami malah di kasih lebih, asal kami angkat kaki dari sini sekarang juga.
Ternyata Kakek Aditya telah mengetahui bahwa cafe tersebut milik Jesica, karna Aditya tidak menyukai Jesica makanya nya Aditya melakukan hal demikian kepada Jesica.
Karna Aditya mengira bahwa Jesica adalah penghalang perencanaan penikahan Boy dengan Silvia, jadi Aditya memberi Jesica sebuah peringatan untuk menjauhi cucunya.
" Jadi kakek yang telah melakukan ini, keterlaluan, " Boy pun pergi ke Mansion kakek nya untuk membahas tentang hal itu.
Tidak membutuhkan waktu lama akhirnya Boy sampai juga.
" Kakek tolong jelaskan apa maksud dengan semua ini, kenapa kakek melakukan ini kepada Jesica, " Aditya hanya tersenyum, kemudian berdiri.
" Itu hanya peringatan kecil untuknya, kakek rasa dia sama seperti ibu nya ingin berencana ingin memasuki keluarga kita, haha mereka tidak sadar diri mereka bukanlah siapa siapa." kata Aditya menyombongkan diri.
" Tapi kek, aku akan tetap menikahinya, karna dia telah melahir kan anak ku, anak itu adalah bagian dari keluarga ini juga, jadi aku harap kakek merestui kami, " Kata Boy karna tak tahan lagi dengan sikap kakeknya.
__ADS_1
"Apa ? kamu punya anak dengan perempuan tak tau malu itu, Boy boy, jangan becanda kamu, tidak mungkin keturunan Aditya terlahir dari perempuan biasa seperti dia." kata Aditya semakin angkuh.
" Haha maaf kek, tapi sampai kapan pun aku tidak akan menikah kecuali dengan Jesica, dia lah cinta pertamaku sekaligus ibu dari anak ku Junior, titik. " Boy pun meninggalkan kakek nya sendirian.