
" Eh anak manis, nama kamu siapa? " Tanya Boy kepada Junior.
"Nama ku Dedek ".
" Orang tua kamu mana? maksud om mama kamu mana? ".
" Tadi di situ" Junior menunjuk ke arah keramaian.
" Yang mana? ayok kita cari" Boy mengajak Junior mencari orang tuanya.
Sementara itu Jesica sangat kehilangan, karna berdesak desakan tautan tangan Jesica terlepas dari Junior, sekarang dia sangat kuwalahan mencari Junior sambil menangis.
Tiba tiba mata Jesica membulat sempurna melihat Junior di gandeng seorang pria yang sedang membelakangi Jesica.
" Junior, Junior" teriak Jesica.
Jesica pun mengancang ngancang berlari kepada mereka.
Bug
Bug
Jesica memukul kepala Pria itu dengan tas nya.
" Dasar penculik, mau kemana kamu membawa Junior ku ahh, rasakan ini".
Bug
Bug
" Hai hai apa apa an ini, siapa yang menculik" Seketika Boy menahan tangan Jesica, Jesica pun sangat terkejut dan menutup mulut nya, dia tidak menyangka yang di hajarnya adalah Boy.
__ADS_1
" Aaaa maap maap, sengaja, eh maksud ku tidak sengaja, lagian kamu mau bawa ke mana bawa bawa Junior".
π
" Siapa yang bawa Dia, aku sedang mencoba menolong nya mempertemu kan nya dengan orang tuanya, tapi tunggu memang nya dia siapa nya kamu" tanya Boy heran.
" Dia, dia " Jesica gagap.
" Dia siapa? " Boy semakin penasaran.
" Dia.., dia.., dia kesayangan ibuku, mau apa kamu tanya tanya" kata Jesica sambil membuang muka.
" Kesayangan ibu Jesica, apa Junior itu anak ibu nya, berarti Junior itu adik Jesica dong" kata Boy dalam hati.
" Dia adik mu" Tanya Boy lagi.
" Kan sudah ku bilang bukan urusan mu" Kata Jesica mencoba mengelak.
" Tapi kenapa tadi dia memanggil ku dengan sebutan PaPi? " Boy memcoba menyelidiki.
" Ah ini pasti gara gara ibun nih, sering ngajarin Junior memanggil sebutan papi kepada cowok cowok ganteng yang lewat, jadi kebiasaan nih Junior" Kata Jesica dalam hati.
" Ah itu palingan ibu ku yang ngajarin Junior seperti itu, " Kata Jesica pinter ngeles.
" Masak aneh sekali ibumu, atau jangan jangan ini anak si Denian lagi" Mendengar perkataan Boy, Jesica melotot sempurna, Jesica memukul bahu Boy.
" Jangan urus urusan orang bisa ngak, kepo banget jadi laki laki" Boy hanya berkerut kening.
" Tapi kan".
" Sudah ah, ayuk Junior kita pergi".
__ADS_1
" Eh eh eh mau kemana? papi ikut Junior, hehe" Jesica melotot tajam kepada Boy. π
" Apaan sih, ngak usah melotot kayak gitu kali, Kan tadi Junior sendiri yang memanggil ku dengan sebutan papi, ya kan Junior" Junior hanya tersenyum melihat Boy.
" Ya terus ngapain kamu ikutin aku, siapa suruh".π
" Ngak ada yang nyuruh, kepengen ngikut saja, boleh dong, kamu lapar ngak?, makan yuk".
" Ngak" Namun tiba tiba perut Jesica bunyi.
kriukkkkkkππ..
" Hahahaha, laper ya" Kata Boy mengejek, Jesica hanya bisa menahan malu.
" Ayuk" Boy pun lansung menggendong Junior tampa meminta persetujuan Jesica.
Terpaksa Jesica mengikuti Boy, kemanapun Boy melangkah.
Tak lama sampai lah mereka di lestoran cepat saji, mereka pun duduk di bagian depan.
Setiap orang yang lewat, menatap kagum kepada mereka.
" Mereka keluarga bahagia ya, papa nya ganteng, mama cantik, anak nya lucu, imut lagi, ahhh sungguh keluarga yang sempurna" Kata pengunjung lestoran itu.
" Iya yah keluarga yang bahagia" kata pengunjung yang lain, Jesica dan Boy pun tersipu malu mendengar omongan mereka.
**
" Gimana ? menurut mereka kita cocok, apa kita lansung resmikan saja" kata Boy menggoda Jesica.
" Ah itu sih mau mu" kata Jesica memutar bola mata malas.
__ADS_1
**Beri dukungan nya ya.
Dan jangan bosan baca kelanjutannya. π**