
" Haha papi becanda, perempuan dari mana, aku cuma sendirian di sini" Boy menggaruk garuk kepalanya yang tidak gatal.
" Jangan bohong kamu, ketika papi masuk kesini tercium wangi parfum wanita, " Kata Zaki melotot ke arah anak nya.
" Hah benarkah papi !, mungkin wangi pengharum ruangan kali papi" Kata Boy gugup, Zaki hanya menyumbingkan bibir nya tak percaya.
Zaki pun menyusuri setiap ruangan apartemen Boy, dia pun melotot ke arah meja makan, terdapat banyak sekali makanan.
" Ini apa? kenapa banyak sekali makanan, tidak mungkin kamu makan sendiri kan? " Zaki masih melototi Boy dengan sangat sangar.
" Eh iya, Iya dong pi, ini semua aku yang makan, aku lagi lapar ,papi mau?" Boy pun menyerahkan sekotak martabak ke pada Zaki, tentu saja Zaki senang karna martabak adalah kesukaan Zaki, dan Boy pun bernafas lega.
Tiba tiba.
Brak...
" Apa an tuh" Zaki dan Boy sama sama terkejut.
" Oh, ituuu, mungkin tikus pi" kata Boy mencari alasan.
" Masak sih tikus, papi ngak percaya, tempat sebersih gini, kok ada tikus" Zaki melangkah ke arah kamar Boy, karna sumber suara dari sana.
" Eh eh papi mau kemana? " Boy mulai panik, dan bergerak mengikuti papinya dari belakang.
__ADS_1
Setelah membuka pintu kamar, mereka tidak melihat siapa siapa, hanya saja mereka melihat tas Boy yang tergeletak di lantai mungkin terjatuh dari atas meja.
" Oo mungkin tas itu yang terjatuh tadi pi, mungkin letak nya kurang pas" Kata Boy membuat alasan.
Zaki pun keluar dari kamar Boy.
" Papi kok tumben kesini, biasa nya papi nelpon dulu, sebelum kesini" Tanya Boy basa Basi.
"Tadi papi ke kantormu, tapi kamu tidak ada, rencana papi meminta kamu pulang ke Mansion kakek besok, ada acara kumpul keluarga, dan satu lagi papi ingin melihat kamu, apa kamu keberatan papi kesini hah" kata Zak sambil memukul bahu Boy.
" Aduh sakit pi, iya ngak sih pi, maaf deh pi aku kan cuma bertanya, jangan gitu lah " Kata Boy sambil mengusap bahunya.
" Ya sudah pi di lanjutin makan martabak nya hehe" Mereka pun kembali duduk sambil berbincang bincang.
Sementara itu Jesica bersembunyi di dalam lemari sambil memegang sebuah surat yang dia dapatkan di atas tas Boy tadi, Jesica sangat terkejut, ternyata itu surat hasil test DNA Boy dengan Junior anaknya.
Diluar Boy jadi penasaran di mana Jesica ber sembunyi, sehingga dia kurang fokus mendengar omongan papinya.
" Boy! Kalvino, kamu dengarin papi ngomong ngak? " Kata Zaki mulai kesal.
" Eh iya pi, maaf aku kurang fokus, karna aku ngantuk banget, dan juga capek, maaf ya pi" Zaki hanya menghembus nafas kasar.
" Ya sudah papi balik dulu, jangan lupa pulang besok, paham" Kata Zaki sambil mengusap ngusap kepala anak nya.
__ADS_1
" Ya pi,".
Setelah kepergian Zaki, Boy memasuki kamarnya dan mencari Jesica.
" Jesi?, Jesica, icah kamu dimana?, sekarang kamu bisa keluar , papiku sudah pergi".
Pelan pelan Jesica membuka pintu lemari, dan Boy membantu Jesica keluar dari sana.
Boy sangat kaget, melihat Jesica dengan mata berkaca kaca sambil memegang Surat test DNA itu.
" Kamu dapat itu dari mana? " Jesica menunjuk arah tas Boy yang tergeletak di lantai.
" Maaf aku telah berbohong kepada mu, sekarang aku jujur JUNIOR adalah anakmu" Jesica menunduk setelah mengatakan itu.
Boy lansung memeluk nya, lalu mengecup kening Jesica.
" Tidak apa apa, aku sudah tau" Kata Boy, membuat Jesica melepas tangisannya.
" Aku takut, kamu mengambil Junior dariku, karna kita tidak mungkin bersatu, keluarga kita tidak rukun, aku sudah mengetahui ,kamu itu adalah dari masa lalu ku" Kata Jesica yang masih dalam pelukan Boy.
" Sejak kapan kamu mengetahuinya".
" Kejadian malam itu, tepatnya empat tahun yang lalu, aku tidak sengaja melihat foto keluargamu" Mendengar itu Boy menghembuskan nafas nya pelan.
__ADS_1
" Jadi karna itu kamu menghilang selama ini dari ku, tenang saja aku akan membuat kamu dan Junior menjadi milik ku selamanya" kata Boy yakin.
" Bagaimana caranya? apa yang sedang kamu rencanakan Boy? " tanya Jesica penasaran.