
Ke esokan hari nya ketika pas jam makan siang, Boy di hampiri seseorang.
" Akhirnya kita bertemu juga ya Boy, sudah berkeliling aku mencari mu dari tadi ."Ternyata seseorang itu adalah Silvia yang sempat menjadi calon Istrinya dulu.
Ya Silvia sebenar nya sangat marah karna Boy menolak mentah mentah dirinya, Karna Boy rela menjauhi Jesica, tentunya dengan syarat pernikahan nya dengan Silvia di batalkan.
Padahal Silvia selalu ada di saat Boy koma satu bulan lama nya, karna Boy koma di sebabkan adanya benturan sedikit di kepala nya.
Silvia rela pulang pergi antar negara asal kan bisa menjenguk Boy, tapi sayang setelah Boy sadarkan diri, dia malah menolaknya secara terang terangan.
Tapi Silvia tak pernah menyerah demi cinta pada pandangan pertama nya dia rela diperlakukan tidak adil oleh Boy.
" Boy jangan tinggalin aku. " Silvia berusaha menahan Boy, karna hendak meninggalkan nya setelah Boy mengetahui Silvia yang telah menyapa nya.
" Lepas, apa lagi sih, masih ngotot saja mau bertemu dengan aku, sadar diri dong, masak cewek ngejar ngejar cowok. " kata Boy pedas.
" Dih kasar amat sih Boy, aku hanya ingin makan siang dengan mu, kok kamu selalu menolak bila bertemu dengan ku. " Kata Silvia.
" Apaan sih, ya jelas lah aku muak dengan kamu, tiap hari nih loh ya, selalu nongol di depan ku, memang nya ngak bosan apa? " kata Boy sambil biang muka.
" Aku tak akan menyerah Boy, sampai kamu mau menerima aku. " kata Silvia ngotot.
Boy tak peduli, Kemudian Boy melangkah ke sebuah Cafe, Ternyata Silvia mengekorinya.
__ADS_1
Boy duduk di kursi kosong, kemudian Silvia ikutan duduk di seberang Boy.
Boy kelihatan sangat kesal, tapi dia berusaha membuang muka, karna Boy tidak peduli dengan kehadiran Silvia.
Boy kemudian memesan makanan dan minuman, begitupun dengan Silvia ikut memesan makanan juga.
" Wah tempat ini Romantis ya Boy, cocok dengan Kita berdua, aku seneng deh bisa makan bareng sama kamu. " Mendengar perkataan Silvia, Boy memutar bola mata malas.
Kemudian terbesit suatu ide untuk mengerjai Silvia. Kemudian Boy berpura pura ketinggalan dompet.
" Ya ampun dompet ku ketinggalan di dalam Jas, gimana ya, apa aku harus ngambil sekarang. " Silvia hanya tersenyum mendengar perkataaan Boy.
" Aduh Boy kenapa bingung, kan ada aku, aku akan bayar semua makanan mu, tenang saja. " Sialnya Boy kali ini tidak bisa lepas dari Silvia, Tapi Boy tidak kehabisan akal.
" Yakin lah, sebanyak apa sih kamu makan, ahh santai aja lah, tenang biar aku yang bayar semua. " Boy hanya berbibir sumping mendengar perkataan Silvia.
Akhirnya makanan mereka datang, Boy segera melahap nya dengan cepat, berbeda dengan Silvia memakan makanannya secara anggun.
" Boy, boy makanan sedikit seperti itu kamu bilang banyak, ck ck, kamu ada ada saja. " kata Silvia sambil menggeleng geleng, Boy hanya tersenyum tipis.
Setelah selesai makan Boy pamit ke toilet, Silvia pun mempersilakan, tapi tampa sepengetahuan Silvia, Boy memesan Lima puluh Box Makanan untuk karyawan nya, niat nya untuk mengerjai Silvia, karna dia sudah berjanji akan membayar semua makanan yang Boy pesan.
"*Rasakan kamu, emang enak, haha. " kata Boy dalam hati.
__ADS_1
Setelah semua* selesai.
Boy kembali ke meja di mana Silvia duduk, tak lama karyawan cafe tersebut mendatangi mereka.
" Semua sudah siap pak. " kata Karyawan tersebut sambil meneteng tumpukan Box makanan.
" Oo baik lah, wanita cantik ini yang akan membayar semuanya, jangan lupa antar kekantor saya, dan Silvia terima kasih atas traktiran, aku permisi dulu ingin bekerja. " Tampa basa basi Boy pun pergi.
Silvia terperangah dengan semua Box makananan nya, dan lebih terperangah lagi yang di pesan Boy makanan mahal, dia harus mengeluarkan uang lima jutaan kali ini, Silvia pun terduduk sambil mengurut kening nya.
**
Di luar Boy tak kuasa menahan tawa nya, karna berhasil mengerjai Silvia kali ini, uang segitu tidak seberapa bagi Silvia, tapi setidak nya ada sedikit efek jera karna telah mengganggu Boy.
Tak lama Silvia mendatangi Kantor Boy, karna dia masih ingin bersama Boy, tapi sebelum masuk ke dalam ruangan Boy, dengan cepat Dio menahan nya.
" Maaf ya mbak, aduuh siapa ya nama mbaknya aku lupa, eh iya baru ingat mbak Silvia kan, mohon maaf ini jam kerja, bos kami tidak ingin di ganggu. " kata Dio sambil tegang pinggang di pintu ruangan Boy.
" Ih sebentar kok, aku janji ngak lama lama. " kata Silvia.
" Ngak bisa mbak sekarang pulang ya. " kata Dio sambil sedikit mendorong dorong bahu Silvia.
" Iih iya iya aku bisa jalan sendiri, awas saja kamu, berani nya ngusir aku, uh. " Silvia menghentak kan kakinya lalu pergi.
__ADS_1
Silvia tak kan berhenti berjuang untuk mendapatkan hati Boy, apa pun cara nya dia akan lakukan asal cita cita nya bersama Boy tercapai, karna Silvia sangat mencintai Boy.