
" Bagaimana kapan kita adakan acara pernikahan nya? cucu ku Silvia tidak sabar ingin dinikahi oleh Boy cucu kau Aditya, " Kata Subroto pada suatu pertemuan.
" kau tenang saja, aku akan mengatur semua nya, tapi agak begitu sulit, Karna Boy sudah di jebak wanita lain. " kata Aditya.
" Ck, aku tidak mau tau, kau arus segera mengurus nya, apa perlu kau singkirkan wanita pengoda itu, " kata Subroto dengan kejamnya.
" Kau tenang saja, aku akan segera menyingkir kan wanita itu, dan juga keturunan nya. " kata Aditya tak kalah kejam nya.
" Maksud kau apa? Apakah wanita yang bersama Boy itu adalah seorang janda? " Subroto menanyakan kan status Jesica.
" Dia belum pernah menikah, tapi dia sudah memiliki anak, kau tau itu anak siapa? Anak itu adalah anak Boy. " Sontak Subroto sangat kaget lalu menyumbingkan bibirnya.
" Ck, dasar perempuan mu**han, ingat Aditya aku tidak mau tau, kau harus secepat nya mengurus pernikahan nya, ingat kau punya hutang budi kepadaku, jika bukan karna aku, kau sudah mati terjun dari gedung itu. " Subroto mencoba mengingat kan Aditya tentang hutang budinya kepada Subroto.
Ya dulu Subroto berhasil menyelamatkan Aditya yang hendak mengakhiri hidupnya, karna putus cinta, karna perempuan yang di cintainya lebih memilih laki laki lain ketimbang bersamanya.
Aditya sempat stres berkepanjangan, sehingga Subroto merasa kasian padanya.
Berkat bantuan Subroto, Aditya bisa memulai kehidupan nya dengan normal lagi.
Subroto juga memberi saran untuk membalaskan sakit hati yang di alaminya dengan cara balas dendam.
Dengan bodohnya Aditya mengikuti saran dari Subroto tersebut.
" Kamu tenang saja, segera kita akan mengadakan acara tersebut. "kata Aditya yakin.
***
Hati berikutnya Dio mengunjungi Boy ke mansion kakek Aditya, berkat kecerdikan nya akhirnya dia bisa bertemu dengan Boy.
" Boy apa yang telah terjadi? kenapa kamu menghilang beberapa hari ini, kamu harus tau, Jesica berusaha mencari mu. " kata Dio kepada Boy, Dio berbicara santai kalau di luar kantor, karna mereka merupakan saudara jauh juga seumuran, dan tumbuh bersama sejak kecil.
" Benarkah, aku sangat merindukan nya, aku juga merindukan anak ku juga si Junior. " Dio terkejut bukan main.
__ADS_1
" Apaaa? Jadi anak yang bersama Jesica adalah anak mu? berarti kamu sudah tidak per**ka lagi dong. " Spontan Boy menoyor kepala Dio.
Tuuuiiiing... ๐
" Keadaan seperti ini, masih sempat kamu bercanda, dasar kunyuk. " kata Boy.
" woi woi biasa saja kali, kan aku cuma ngomong doang, beuuuh, " kata Dio sambil membuang nafas, kemudian mereka saling diam.
" Dengar dengar besok hari pernikahan mu, kamu lihat di luar sana, tenda tenda sudah di pasang di halaman, kamu mau nikah dengan siapa? " tanya Dio.
Boy hanya membuang nafas kasar, dia juga sudah mengetahui rencana pernikahan nya sudah tidak bisa di ganggu gugat.
" Aku mohon bantuan mu. " kata Boy.
" Aku siap membantumu, apa yang harus ku lakukan." Kemudian Boy membisik kan sesuatu ke telinga Dio.
Sempat Dio merasa ragu dengan usulan Boy, tapi dia sudah berjanji akan membantu Boy.
" Baiklah sampai jumpa besok, di acara pernikahan mu. " kata Dio lalu pamit meninggal kan Boy di kamarnya, setelah Dio keluar, Boy kembali di kunci di dalam kamar, dan di luar kamar itu di jaga beberapa pengawal, sehingga Boy tidak bisa berbuat apa apa.
Tak lama, Zaki papinya Boy juga memasuki kamar Boy untuk menjenguk anak nya karna sudah beberapa hari di kurung di dalam kamar.
" Kamu baik baik saja nak? kenapa kamu sangat pucat sekali. " Tanya Zaki sangat cemas.
" Aku baik baik saja pi, aku hanya ingin bersama Jesica dan anak ku. " Zaki tidak terkejut, karna dia lebih dulu mengetahui jika Boy sudah memiliki anak dari Jesica, mestipun Zaki belum mengetahui Kalau Jesica adalah Anak dari Sarah Gabrial, wanita yang pernah di cintainya dulu.
" Apa Papi tidak terkejut? " tanya Boy heran.
" Kenapa papi harus terkejut, papi sudah mengetahui semuanya, kamu ingat sewaktu papi mengunjungi mu di Apartemen mu, sebenar papi tidak benar benar pergi dari Apartemen mu, papi kembali lagi karna papi benar benar curiga dengan gerak gerikmu, papi kembali dan mendengarkan semua pembicaran mu dengan perempuan itu. "Boy membeku sangat terkejut mendengarkan penjelasan dari papinya.
" Jadi papi menguping, " Kata Boy sambil menunduk.
Zaki hanya tersenyum.
__ADS_1
" Jika papi tidak kembali lagi , mungkin papi tidak akan mengetahui semua nya. " Kata Zaki sambil menepuk nepuk bahu Boy.
" Maaf kan aku pi, aku sangat menyesal, aku mohon bantu aku pi, aku tidak mau menikah dengan Silvia cucu dari Subroto itu pi, mohon bantu aku. " Zaki pun tersenyum dan mengusap ngusap kepala anak nya.
" Papi akan berusaha membantumu, sekarang papi pergi dulu, jangan lupa di makan makanan mu, kamu membutuhkan tenaga untuk mengejar wanita mu, kalau kamu sakit kamu tidak akan bisa menemuinya lagi. " Kata Zaki karna sangat kuatir dengan Boy, Karna Boy tidak pernah menyentuh makanan nya, sehingga dia begitu kelihatan sangat lemas.
" Makasih pi, nanti aku makan." kata Boy.
Kemudian Zaki pun keluar dari kamar Boy, lalu Boy kembali di kunci dari luar.
" Papi benar, aku harus memakan makanan ini, aku butuh tenaga untuk bisa keluar dari rumah ini. " dengan lahap Boy mencicipi makanan yang sudah tersedia untuk nya, karna benar, dia sudah sangat kelaparan, sudah beberapa hari tidak melirik makanan yang setiap hari dihidangkan untuknya.
***
Hari pun berlalu, hari di mana di takutkan Boy datang juga , Boy diarah kan untuk menganti pakaian dengan pakaian pengantin.
Boy tidak bisa membantah, begitu banyak sekali pengawal menjaganya diruangan itu, Boy pun terpaksa menukar pakaian nya.
Setelah selesai mereka mengarah kan Boy ke tempat acara yang sudah dihias berbagai lampu dan bunga bunga yang indah.
Di pelaminan Silvia dan kerabat nya sudah lama menunggu, begitu banyak tamu undangan yang datang, semua orang tampak bahagia, tapi tidak dengan Boy.
Boy hanya bertampang dingin hanya memandang lurus kedepan tampa menunjukan senyum sedikit pun.
Boy di persilakan duduk di samping Silvia, Sivia sangat tersipu malu karna sangat terlalu cinta dalam pandangan pertama dengan sosok Boy Kalvino .
" Boy kamu sangat tampan, aku sangat mencintai mu Boy, aku ingin kamu menjadi satu satu nya milik ku, tidak ku biarkan orang lain memiliki mu. " kata Silvia percaya diri, Boy hanya memutar bola mata malas.
Acara akan segera di mulai, Boy mulai panik, tapi Silvia sangat antusias dengan hal itu.
Tiba tiba...
Duuaaaarrr........
__ADS_1
(๐๐Jangan lupa dukungan nya ya๐ ).