Musuh Kecilku Adalah Jodohku

Musuh Kecilku Adalah Jodohku
Kecewa


__ADS_3

Pada sore harinya, Jesica sedang bersantai di teras belakang sampai minum teh dan beberapa cemilan tiba tiba.


" Ups! sorry sengaja. " Dari arah belakang Julia tiba tiba saja menumpah kan kopi hangat ke arah kaki Jesica.


" Aaaw mami sakit, mami sengaja ya hah?" Maki Jesica.


" Uuuh sakit ya, emang, rasain. " Julia sengaja membuat Jesica emosi.


" Oh gitu mami sengaja ya, nih tuh, tapi maaf aku ngak sengaja. " Jesica membalas kelakuan mertuanya itu dengan menyiram air teh panas yang sedang di pegang nya itu.


" Aaahhhh dasar perempuan tak tau diri, berani nya sama orang tua, sini kamu. " Julia berusaha menarik rambut Jesica.


" Lepasin mami, kan mami duluan yang mulai, lepas mi lepas sakit. " Jesica berusaha melepas kan tangan mertuanya dari rambutnya.


" Tidak akan rasakan ini, perempuan tidak tau malu. " Julia semakin kuat menarik rambut Jesica.


Jesica meringai kesakitan, Jesica tak tahan lagi, kemudian mendorong Julia sangat keras sehingga mertuanya tersebut terjungkal.


" Awww, dasar perempuan kurang ajar, awas kamu, aww. " Julia tak sanggup berdiri karna tangan nya sedikit ngilu, di waktu bersamaan Boy Kalvino pulang bekerja, dia sangat terkejut melihat adegan di depan matanya.


" Ada apa ini? " tanya Boy, sehingga Julia dan Jesica terkejut.

__ADS_1


" Boy, tolong mami, dia, dia mendorong mami sampai terjatuh seperti ini, tolong mami nak. " Julia tidak menyia nyia kan kesempatan ini.


" Sebenarnya ada apa ini, apa yang terjadi?" Boy melirik mereka secara bergantian, Jesica hanya menunduk, Julia berpura pura kesakitan.


Dengan cepat Boy membantu mami nya berdiri, dan menyuruh maminya duduk di kursi.


" Sekarang jelaskan, kenapa kalian jadi kacau seperti ini? " Boy bertanya lagi.


" Dia Boy, istri mu itu berani berani nya dia mendorong mami hingga terjungkal, cuma masalah sepele doang. " Julia berusaha membela diri.


" Masalah sepele doang? mami sadar ngak sih, mami yang duluan, mami dengan sengaja menyiram kaki ku dengan kopi panas, sehingga kaki melepuh seperti ini. " Jesica pun memperlihatkan kaki nya yang kemerahan karna air kopi tadi.


" Bohong! Boy jangan percaya, istri mu itu pembohong, bener kaki nya kena kopi yang mami bawa tapi mami tak sengaja, dia sedang berbohong Boy, jangan percaya kepadanya, kamu liat sendiri, saking marah nya, dia tega mendorong mami sampai jatuh, " Julia berusaha membuat Boy percaya kepadanya.


" Bohong Boy, mami mu bohong, dia sengaja mau menyakiti aku, kamu harus percaya padaku. " Jesica berusaha membela dirinya.


" Aku kecewa kepadamu Jesica. " Boy kurang percaya dengan Jesica, karna kenyataan tadi pertama dia pulang, mami nya sudah terjungkal ke lantai.


Mendengar perkataan Boy, Jesica tersenyum sumping, tak percaya, ternyata Boy percaya dengan perkataan maminya.


Dengan langkah gontai Jesica meninggalkan Boy dengan Maminya, dengan wajah kecewa, karna orang yang sangat di cintainya tak percaya kepadanya.

__ADS_1


Di sisi lain Julia tersenyum puas penuh kemenangan, karna telah berhasil menghasut anaknya Boy.


Boy hanya menatap Jesica yang melangkah pergi , tampa menahan kepergian istrinya tersebut, apa lagi sekedar mendengar penjelasan Jesica kepadanya.


Boy fokus kepada mami nya, karna kelihatan maminya menahan sakit di pergelangan tangan nya, kemudian membawa mami nya ke kamar.


Setelah sampai di kamar maminya, Boy menyuruh maminya untuk istirahat.


" Boy kamu percaya kepada mami kan, mami ngak mungkin menyakiti orang lain tampa sebab, tapi dia, istri mu itu mungkin tidak menyukai mami, makanya dia ingin melukai mami. " Julia kembali menghasut Boy.


" Sudah lah, itu ngak usah mami pikirin, sekarang mami istirahat, apa perlu aku panggil dokter untuk kesini. " Boy pun memberi saran.


" Tidak usah, mami hanya butuh istirahat, ya sudah sana kamu yang istirahat, kamu kan capek baru pulang kerja. " Julia mengarahkan anaknya.


" Ya sudah mi, mami istirahat, aku keluar dulu. " Julia pun mengangguk, setelah itu Boy pun keluar.


Boy pun memasuki kamarnya, namun tidak mendapati Jesica di dalam kamar, Boy merasa bersalah tidak mendengarkan penjelasan dari Jesica, sehingga Jesica pergi begitu saja tadi.


Sudah mencari dimana mana, Akhirnya Boy menemukan Jesica di kamar Junior, sedang tertidur di samping Junior .


Boy merasa tidak enak membangun kan nya, sehingga Boy memilih pergi, supaya tidak mengganggu Jesica dan Junior yang sedang tertidur.

__ADS_1


Tapi kenyataan nya Jesica pura pura tidur, dia sedang berusaha menahan tangis, karna sangat kecewa kepada Boy , Boy tidak bercaya kepada nya.


__ADS_2