
Jesica semakin ketakutan, dengan sekuat tenaga menedang bagian tengah tengah paha milik Denian sehingga Denian tersungkur, Jesica berlari ke jendela, karna tidak mungkin kabur melalui pintu kamar karna kuncinya di sembunyikan oleh Denian.
Jesica berusaha membuka kunci Jendela, ternyata kuncinya lecet, Jesica kebingungan, kondisinya sudah acak acakan, baju sudah robek dimana mana, Jesica menutup dadanya dengan tas milik nya, lalu memilih memecahkan kaca Jendela dengan lampu tidur.
Denian yang masih tersungkur berusaha bangkit dan meraih pergelangan kaki Jesica, Jesica kaget, berusaha menedang tangan Denian, terjadi lah aksi tarik tarikan.
Tampa sadar lengan Jesica kena goresan kaca yang pecah, membuat nya meringai kesakitan.
" Toloooong. " tampa menyerah Jesica berteriak sekencang kencangnya.
Di waktu bersamaan Sarah pulang di ikuti beberapa teman nya, mendapati teriakan dari samping rumah nya, kemudian mereka berlari ke sumber suara.
Setelah sampai mereka sangat kaget, Sarah berlari untuk menolong anak nya, teman nya pun tak tinggal diam, dia mengambil ponsel untuk merekam ke jadian aksi tarik menarik itu untuk di jadikan bukti.
" Denian lepaskan baj**gan, lepas kan dia b**gsat, berani berani nya kau. " Denian terkejut langsung melepaskan kaki Jesica sehingga Jesica dengan bebas melangkah keluar dari kamar itu, keadaan nya sungguh memperhatinkan, baju robek di mana mana, dan juga dengan lengan yang tergores.
Teman Sarah berusaha menutupi tubuh Jesica dengan selendang nya, mereka sangat geram dengan kelakuan Denian.
" Dasar lelaki tak tau malu, binatang, dia sudah jadi anak mu, masih saja kau tergoda dengan darah daging ku, baj**gan, aku tak mau tau, kamu harus membusuk di penjara. " Sarah sangat marah besar, dan tak lama sudah banyak orang yang berkerumun ke rumah Sarah, dan ada juga yang langsung menghubungi polisi.
" Sayang, bukan ini hanya salah paham, aku tidak bermaksud demikian, aku khilaf. " Denian berusaha membela diri.
Tapi perkataan Denian tidak di dengar oleh mereka, mereka malah meneriaki Denian dan mengecam perbuatan tak terpujinya tersebut.
"Uuuuuuuu... dasar laki laki mesum." teriak mereka bersama sama.
Tak beberapa lama, polisi pun datang juga dan langsung menggiring Denian untuk ke kantor polisi, untuk mempertanggung jawabkan perbuatan nya.
" Sarah maafkan aku, aku tidak mau di penjara, tolong bantu aku, " tapi Sarah tak peduli, Sarah malah ikut ke kantor polisi untuk memberi keterangan dan juga membawa bukti kasus pele**han tersebut.
__ADS_1
Sudah di pastikan Denian akan mendekam di penjara dengan waktu yang telah di tentukan, Sarah merasa sangat miris mempunyai suami yang sungguh tidak terpuji.
Sejak Kejadian itu Jesica menjadi troma, dia menjadi pendiam dan susah di ajak bicara, Sarah sangat mengkhuatirkan anaknya, dia mengutuk dirinya sendiri karna telah membawa benalu dalam keluarga nya, sehingga anak kesayangan nya menjadi korban.
Sarah sering mengunjungi Jesica kerumahnya, Jesica tak ter urus, rambut acak acakan, Junior kadang terabaikan, Sarah memilih mengasuh Junior untuk sementara, karna Jesica tidak mau di ajak kerumah nya, karna sangat troma dengan kejadian dirumah Sarah waktu itu.
**
Beberapa hari kemudian Jesica merasa jenuh dirumah nya, memilih keluar rumah untuk menghirup udara segar.
Tak terasa dia berjalan menuju sebuah super market, sebenarnya dia tidak ingin berbelanja tapi dia nekat juga memasuki supermarket tersebut, setidaknya untuk membeli cemilan dan minuman.
Sedang asik memilih milih barang yang di ingin kan dengan tatapan kosong, seseorang menabrak nya sedikit keras, sehingga Jesica pun terjatuh.
Jesica tidak langsung bangkit karna dia begitu lelah, pikirannya masih tetap kosong, tiba tiba orang tadi berencana menolong nya.
Tenyata dia adalah Boy, Boy begitu kaget ternyata yang di tabraknya adalah Jesica, tapi berbeda dengan Jesica, dia menatap Boy dengan bertampang dingin, dia tidak peduli dengan sosok yang ada di depan nya.
Boy menjadi heran dengan sikap dingin nya Jesica, Dari belakang Boy memperhatikan setiap langkah kaki Jesica, dia merasa aneh dengan sikap Jesica akhir akhir ini.
Setelah membayar tagihan, Jesica sedikit tertarik untuk menaiki tangga menuju atap gedung supermarket tersebut.
Jesica menaiki tangga demi tangga untuk mencapai puncaknya, Tampa sepengetahuan Jesica ternyata Boy mengikutinya dari belakang.
Setelah sampai di atas, Jesica tidak puas dengan pemandangan sekitarnya , mestipun sangat indah tapi tidak dengan hatinya.
Boy juga telah sampai di atap gedung tersebut, diam diam bersembunyi agar tidak di ketahui oleh Jesica.
" Mau sampai kapan kamu bersembunyi seperti itu. " kata Jesica dengan lantang.
__ADS_1
Boy sangat kaget, apakah dia ketahuan.
Jesica melirik ke arah Boy dengan tatapan dinginnya, karna sudah ketahuan Boy keluar dari tempat persembunyian nya.
Jesica tersenyum sinis dan kembali membuang muka.
"Mau sampai kapan kamu mau memata matai aku! Aku saja sudah bosan kamu ikuti tapi seolah olah kamu tak peduli kepadaku. " lagi lagi Jesica tersenyum sinis, Sehingga Boy menjadi salah tingkah.
Tenyata Jesica telah mengetahui selama ini, Boy selalu memperhatikan nya, dan juga selama ini Jesica juga tau, bahwa Boy sering menemui anak nya Junior.
Boy pun mendekat ke arah Jesica dan sama sama menikmati pemandangan dari atas gedung tersebut.
" Apa kah kamu merindukan aku? " kata Boy.
Jesica membuang nafas kasar.
" Entah lah, aku tidak tau entah aku masih mempunyai rasa atau tidak, yang jelas aku sudah lelah. " kata Jesica dengan mata yang berkaca kaca.
" Kalau aku, aku sangat merindukan mu. " kata Boy tampa basa basi.
Jesica bertawa sambil menahan air matanya.
" Rindu? Rindu itu Berat, tapi kataku Rindu itu lemah, dan menyakitkan. " Kata Jesica sambil tersenyum sinis.
" Apakah kamu lelah menunggu? " kata Boy melirik ke arah Jesica.
" Tidak, aku tidak pernah menunggu, aku lebih suka melarikan diri, aku sangat suka itu, seperti yang kamu lakukan kan kepada ku. " kata Jesica dengan tatapan kosong.
" Aku memang suka melarikan diri, tapi tidak dalam kesendirian, aku hanya ingin pergi dengan orang yang paling berarti dalam hidupku. " kata Boy kembali melirik ke arah Jesica.
__ADS_1
" Tapi aku lebih suka melarikan diri sendiri, karna dia yang kuharapkan sangat susah ku jangkau dan ku dapatkan, dia tak lebih hanyalah bayangan semu bagiku. " Jesica tak tahan lagi membendung air matanya, kini pipi mulusnya sudah basah dengan air mata.
Boy berusaha memeluknya, tapi Jesica memberontak, Boy memeluknya sangat erat sehingga Jesica kesusahan melepaskan diri dari Boy, Akhirnya Jesica pasrah melepaskan kan semua lukanya di dalam pelukan Boy, si pria yang selama ini yang sangat di rindukan nya.