Musuh Kecilku Adalah Jodohku

Musuh Kecilku Adalah Jodohku
Apakah Dia Anakku


__ADS_3

" Lah kok mau aku sih?, jelas jelas mereka tadi yang bilang kalau kita ini pasangan serasi, ya kalau kamu mau ayuk aku halalin," Kata Boy dengan percaya diri.


" PD banget, sudah ah aku mau ke toilet dulu, tolong jagain Junior bentar, awas kalau ilang, aku kasih ini" kata Jesica menggepalkan tangan nya ke arah muka Boy.


" Galak amat, ngak baik ngancam orang ganteng, nanti nangis sampai guling guling lagi" Jesica malah menyumbingkan bibir nya mengejek Boy.


" Junior sayang tunggu bentar yah" kata Jesica.


" Iya mimi" Setelah mengecup kening Junior, Jesica melangkah pergi.


Mendengar Junior memanggil Jesica dengan sebutan mimi, Boy menjadi heran.


" Junior? umur kamu berapa? " tanya Boy.


Junior mengacungkan tiga jarinya, memberi syarat bahwa umurnya tiga tahun.


" Oh jadi umur kamu tiga tahun, nama ibu mu , atau nama mami kamu siapa? " Boy se olah olah mengorek ngorek sesuatu.


" Mimi Icah" Boy melotot sempurna.


" Jadi ibu kamu Icah Jesica? ".


Junior mengangguk.


Boy lansung syok.

__ADS_1


" Jadi Jesica sudah menikah, dan mempunyai anak? Junior Oh Junior, nama papi kamu siapa? " Boy semakin penasaran.


Junior menggeleng, bertanda Junior tidak tau nama papinya.


" Jadi papi kamu di mana sekarang? " Tiba tiba Junior menunjuk Boy, Boy sangat terkejut.


" Kok kamu menunjuk om? ".


" Aku mau om jadi papi dedek".


" What! ".


Tiba tiba Jesica datang.


" Apa? ".


" Apakah kamu pernah menikah? ".


" Kamu kenapa sih, ".


" Ngak bukan gitu, dari data yang ku lihat tentang kamu kemaren, kamu lajang".


" Memang aku melajang, memang nya kenapa? ".


" Jadi kamu belum pernah menikah" Jesica hanya menggeleng.

__ADS_1


" Aku ingin bicara serius sama kamu, Junior kamu makan dulu ya, om kesana bentar ya" Boy lansung menarik Jesica ke pojok.


" Jujur aku tidak bisa melupakan mu, maka nya sampai sekarang aku selalu memikirkan mu, apalagi setelah kejadian di gudang itu, aku tidak pernah menyentuh perempuan lain, bagai mana dengan mu? apakah kamu pernah melakukan nya dengan orang lain" Tiba tiba Jesica menangis.


" Jadi kamu menganggapku cewek murahan, tega sekali kamu, hal itu yang pertama bagi ku, aku tak menyangka kamu menganggapku serendah itu" Jesica menangis menjadi jadi.


" Maafkan aku" Boy merangkul Jesica, di hati nya paling dalam sangat senang mendengar nya, berkemungkinan Junior adalah anak nya besama Jesica, jika benar dia ingin bertanggung jawab.


" Jadi apa alasanmu meninggalkan aku di gudang waktu itu" Jesica melepas pelukan Boy.


" Karna itu pertama bagi ku, jadi tak ingin di nilai murahan" Ketika Jesica hendak melangkah, boy menahan nya.


" Maafkan aku, aku benar benar mintak maaf, apakah kamu mau maafin aku" Boy memohon.


Tapi karna terlanjur kecewa, Jesica pergi meninggalkan Boy, dan menggendong Junior dan pergi dari tempat itu. 😢


Boy tergesa gesa mengejar Jesica, tapi Boy kehilangan jejak.


**


Sementara itu Jesica telah memasuki taksi untuk menjahui tempat itu, dia pun menangis sambil memeluk Junior.


" Ini yang ku takutkan, ternyata dugaan ku benar, suatu saat Boy akan mengungkit masalah ini, jujur aku tak bisa melupakan mu Boy, aku tidak pernah melakukan nya kepada orang lain, Junior adalah anak kandung mu, tapi sampai kapan pun aku tidak yakin kita bisa bersatu, karna diantara kita sangat banyak halangan tentunya, apakah aku harus lari lagi dari mu untuk kesekian kalinya, maafin aku Boy" kata Jesica di dalam hati.


**Jangan lupa dukungan nya**

__ADS_1


__ADS_2