Musuh Kecilku Adalah Jodohku

Musuh Kecilku Adalah Jodohku
Mendapat Restu


__ADS_3

Akhirnya Boy mengantar Jesica pulang.


" Kamu baik baik saja? " tanya Boy.


Jesica hanya tersenyum tipis.


Boy berusaha mengajak Jesica berbicara, Jesica berusaha meladeni Boy, mestipun masih dengan tatapan kosong, dan juga dengan senyum yang penuh keterpaksaan.


Tidak mereka sadari ada sepasang mata dari tadi memperhatikan mereka, lalu menghampiri mereka.


Ya dia adalah Sarah, ibunya Jesica, Jesica dan Boy sangat terkejut dengan kedatangan Sarah.


" Bagus, sepertinya kalian sering bertemu bukan, kalian sudah berani ya. " kata Sarah dengan tampang melotot.


Jesica dan Boy menjadi salah tingkah.


" Maaf tante saya akan pergi, saya janji tidak mengganggu Jesica lagi. " Kata Boy gemetar karna menurut Boy, Sarah sangat membenci dirinya, Jesica hanya menunduk dengan tatapan kosong.


Melihat Kondisi Jesica seperti itu membuat Sarah sangat kasihan.


" Saya tidak suka melihat kalian berduan seperti ini tampa ikatan, apa kata orang nanti, saya malu. " Kata Sarah lantang.


" Lebih baik kalian.. " Belum selesai Sarah berbicara sudah di potong oleh Boy.

__ADS_1


" Maafkan aku tante aku akan pergi, aku akan... " Sekarang perkataan Boy juga di potong oleh Sarah.


" Saya belum selesai ngomong, sudah kamu potong, ngak sopan. " Jesica dan Boy saling tatap menjadi heran dengan tingkah laku Sarah.


" Maksud saya, lebih baik kalian menikah saja, saya malu melihat kalian seperti ini tampa ada ikatan , saya merestui kalian, secepatnya kalian urus pernikahan kalian. " mendengar Sarah berbicara, Boy dan Jesica serentak terperangah dan melotot sempurna.


" Tunggu maksud Ibun kami... " Jesica masih saja tidak percaya dengan pendengaran nya barusan.


" Iya sayang, Ibun merestui kalian, ini demi kamu dan Junior kita. " Kata Sarah sambil mengusap kepala anak nya.


Seketika Senyum Boy dan Jesica melebar.


"Sungguh tante, tante tidak becanda kan? " tanya Boy masih tak percaya dengan keajaiban ini.


" Makasih tante. " Boy spontan meraih tangan Sarah dan mencium tangan Sarah berkali kali, membuat Sarah sedikit risih.


" Sudah ah lebay, " kata Sarah sambil mengusap usap punggung tangan nya dengan bajunya.


" Makasih Ibun. " Jesica spontan memeluk Ibunya dengan hangat.


" Iyah. " Sarah menginginkan anaknya mendapat kebahagian, dan dia juga ingin menembus kesalahan nya, telah menjerumuskan dia dalam keluarga yang tidak utuh seperti sekarang ini, dan juga telah menghadirkan benalu, yang hampir saja mele**hkan anak satu satunya tersebut.


" Cuma kita pasti ada sebuah rintangan. " tiba tiba Sarah melepaskan pelukan nya dari Jesica.

__ADS_1


" Saya yakin keluarga kamu Boy, pasti tidak akan setuju. " kata Sarah sambil memandang ke arah Boy.


Seketika Boy dan Jesica merenung.


Sarah hanya tersenyum sinis.


" Kalian tenang saja, Pernikahan kalian biar Ibun yang mengurus semua, untuk sementara pernikahan kalian ,kita sembunyikan dari keluarga mu Boy, bila pada waktu yang tepat kalian harus jelaskan semuanya kepada keluarga Boy, apa kalian setuju. " Usul Sarah.


" Saya setuju tante, akan sulit nanti jika mereka mengetahui semua ini, saya sudah lama berpikiran seperti ini, tapi saya menuju tante merestui kami. " kata Boy percaya diri.


" Baiklah kalau begitu, berarti kita sudah sepakat, kita mengadakan pernikahan ini sembunyi sembunyi, dan jika sudah tiba waktu yang tetap kita akan beri tahu keluargamu, " kata Sarah penuh semangat, Jesica dan Boy ikut tersenyum.


***


Benar saja, beberapa hari kemudian, acara pernikahan pun berjalan dengan lancar, mestipun hanya di hadiri oleh keluarga Jesica, mereka sangat bahagia, memiliki keluarga yang utuh.


Hal yang selama ini yang sangat di tunggu tunggu oleh Jesica dan Boy.


Untuk tidak di curigai oleh keluarga nya, Boy menemui Jesica sekali seminggu, pertemuan itu pun diadakan di luar kota, agar tak ada yang mengenali mereka.


Momen bahagia tersebut tidak mereka sia siakan, mereka pun saling bermadu kasih satu sama lainnya.


Mestipun pertemuan mereka hanya sebentar, tapi terasa begitu sangat bahagia menurut mereka.

__ADS_1


Itulah hari hari yang mereka lalui, seolah olah tidak terjadi apa apa di antara mereka, tujuan kebahagian mereka sekarang adalah mendapat restu dari keluarga Boy.


__ADS_2