
Setelah selesai membeli ikan, Jesica membakar ikan tersebut seperti pesanan.
Tiba tiba orang tadi VC lagi.
" Kenapa lama sekali, aku tidak mau menunggu lama".
" Ya sebentar, ikan nya dalam proses".
" Saya tunggu sepuluh menit lagi".
" Apa?" tiba tiba Vidio call nya terputus.
Tiba tiba seorang anak kecil menghampiri Jesica.
" Mimi aku ngatuk" kata Junior kecil.
" Duh cup cup anak mimi ngantuk ya, ya sudah Mimi telpon oma dulu yah".
Baru saja hendak menelpon , Sarah si Ibu Jesica datang.
" Syukur lah Ibun datang tepat waktu, tolong jagain Junior sebentar dong bun, aku lagi banyak kerjaan".
" Iya sayang, Junior sayang sini sama oma yuk".
" Bun sepertinya Junior ngantuk tuh".
" Iya iya, kelarin saja dulu kerjaan mu , Biar Junior Ibun yang jaga".
Setelah Ibunya pergi, Jesica melanjutkan pekerjaanya.
Setelah selesai, Jesica berlari menuju ruangan yang di sebutkan tadi.
" Stop kamu telat 5 menit, sebagai hukuman nya, kamu harus membuat mie goreng yang enak, sekarang" kata Dio depan pintu ruangan Boy.
" Apa ?lagi?".
" Iya sekarang".
Dengan jalan gontai Jesica kembali ke dapur untuk membuat mie goreng, Boy melihat dari jauh tersenyum mengejek.
" Mang enak, itu sih belum seberapa, tunggu saja kejutan berikutnya" kata Boy tersenyum penuh kemenangan.
**
sementara itu.
__ADS_1
" Sial, siapa sih pemilik Mall ini, kok kejam banget sih, ahhhgt" Jesica melempar sendok menggorengan.
Ternyata mengenai seseorang.
" Awwh, Icaaaaaaahhh" ternyata yang kena sendok pengorengan itu adalah Nanda.
" Eh maaf maaf maaf sengaja, eh salah tidak sengaja, maaf ya beb, " Jesica mengusap ngusap kening Nanda yang sudah ke merahan.
" Kenapa sih beb, kok kamu semarah itu, sakit tauk" mendengar keluhan Nanda Jesica membuang nafas kasar.
Akhirnya Jesica menceritakan semua yang terjadi.
" Oh seperti itu, ya sudah sini aku bantuin, nanti telat, nanti kita juga antarin bersama sama, seperti apa sih si bos yang ngerjain kamu itu?, biar aku jitak kepala nya" Jesica pun setuju.
**
Setelah selesai masak, Jesica pun di antar oleh Nanda, Nanda juga ingin mengerjai mereka, dia tidak terima jika Jesica sahabatnya itu di kerjain.
setiba di depan pintu ruangan Boy Jesica berbisik kepada Nanda.
" Nah itu beb, yang di pintu itu mungkin bawahan nya, mungkin bos besar nya ada di dalam ruangan itu, gimana nih beb, " Kata Jesica sambil berbisik di telinga Nanda.
" Kamu tenang saja, bawahan nya biar ku alih kan perhatian nya, setelah lengah kamu masuk, kamu coba ngomong baik baik kepada bos nya, kalau bikin kesal, tumpahin saja mie goreng itu kewajah nya hihihi" kata Nanda cekikikan.
" Sip ide yang bagus hihihi" Kata Jesica.
Tenyata di dalam sana ada seseorang yang sedang berdiri menghadap ke jendela, tidak terlihat muka nya dengan Jelas.
" Selamat siang Pak, saya Icah Jesica, maaf saya telah lancang memasuki ruangan bapak" Boy sangat terkejut, tapi dia tetap membuang muka dari Jesica tidak berani menatap wanita itu.
" Ada apa? " jawab Boy singkat, padahal dia sangat panik, jika Jesica mengenali Boy.
" Maaf pak, saya mohon, jika bapak tidak menyukai saya, saya mohon tolong jelaskan apa kesalahan saya, hari ini jujur, bapak telah membuat saya kuwalahan, mohon penjelasan nya" kata Jesica menahan emosinya.
" Kenapa harus saya Jelaskan, bukan kah kamu sudah tau apa kesalahan mu" kata Boy, membuat Jesica berkerut kening.
" Itu belum seberapa, aku ingin kamu lebih merasakan lebih parah dari itu" Seketika Jesica mengepal kan kedua tangan nya.
" Kenapa kamu ada di sini, seharusnya kamu menyediakan makanan untuk ku, apa kamu mau hari ini, hari terahir kamu berada di sini" Kata Boy santai dan masih membelakangi Jesica.
" Ini pak saya sudah buatkan mie goreng yang bapak pesan" Ketika Jesica ingin meletakan kotak makanan di atas meja, Jesica terpeleset karna ada pulpen di lantai, dia tidak sengaja menginjak nya.
Melihat Jesica hendak jatuh, dengan cepat Boy memegang pinggang Jesica, Jesica sangat kaget ternyata lelaki itu adalah lelaki yang sangat di kenalinya, dia pun menutup mulutnya dengan kedua tangan nya.
Berbarengan dengan itu, mie goreng tersebut tumpah di muka Jesica, merekapun oleng dan sama sama terjatuh.
__ADS_1
Haha lucu, aku saja ngetiknya sambil tertawa. 😅
Mereka jadi salah tingkah, karna merasa malu, dan tidak menyangka lelaki itu Boy, Jesica hendak melarikan diri, tapi tangan Jesica di tahan oleh Boy dan di tarik sehingga Jesica jatuh di dalam pelukan Boy, sekarang muka mereka berhadapan.
Boy tersenyum sinis.
" Apakah kamu Mengenalku" kata Boy sambil tersenyum jahat.
" Iyah, eh tidak saya tidak mengenali anda, tolong lepas kan saya" kata Jesica salah tingkah.
" Apa kamu yakin?" Kata Boy sambil lebih mendekati muka Jesica, Mata Jesica melotot sempurna, hampir saja bibir mereka bertautan, tetapi Jesica pun meronta.
Setelah lepas dari pelukan Boy, dia pun berdiri.
" Maafkan saya, saya permisi dulu, " dengan sedikit berlari menuju pintu keluar.
Boy pun tersenyum sinis.
" Apa? kamu tidak mengenaliku Jesica, dengan semua yang telah kamu lakukan kepada ku, membuat aku sedikit gila, mencari mu kemana mana, sekarang kamu tidak mengenaliku, Jesica ini baru permulaan, lain kali aku akan membuat mu menyesal telah membuangku, " kata Boy di dalam hati.
**
Sementara itu, diluar Jesica merapikan mukanya yang terkena mie goreng, dan Nandapun melihat Jesica sudah keluar dari ruangan itu, dia pun berdiri, yang tadinya pura pura sakit yang membuat Dio sangat panik.
" Loh loh, tadi katanya kakinya sakit kok bisa berdiri," kata Dio kebingungan.
" Maaf bos ku, misi saya selesai, maaf saya harus pergi" Nanda pun mendekati Jesica, dan mereka pun melangkah pergi.
" Tunggu jadi kalian mengerjaiku? keterlaluan" kata Dio hendak menyusul mereka, tiba tiba Boy menghubungi nya terpaksa Dio mengurungi niat nya untuk mengikuti Nanda dan Jesica.
**
Sesampainya di cafe milik Jesica, Jesica termenung.
" Ada apa beb ,kok melamun" Nanda sangat kuatir dengan sahabatnya itu.
" Ternyata yang mempunyai tempat ini adalah Boy " Kata Jesica sontak membuat Nanda sedikit syok.
" Apa pemiliknya adalah Boy? Boy yang selama yang kita kenal kah? " Jesica mengangguk dan masih termenung.
" Baguslah kalau gitu, akhirnya kamu bisa pertemukan Junior dengan papinya" Jesica melotot kepada Nanda.
" Tidak, aku tidak mau, Boy adalah masa lalu ku, aku tak ingin dia mengambil Junior dari ku" kata Jesica frustasi.
" Apakah Boy sudah menikah?, jika belum berarti itu kesempatan mu, bersatu lah dengan nya, supaya Junior mempunyai Orang tua lengkap" kata Nanda memberi saran.
__ADS_1
Ikutin kelanjutan nya yah, jangan lupa dukungan nya yah. 👍👄🎁💕