
" Tidak bisa, terlalu banyak penghalang antara kami berdua, kamu tau kan dia sekarang sangat tinggi derajat nya tidak sepadan dengan ku hanya pengusaha kecil" Nanda dan Jesica sama sama terdiam dengan pikiran mereka masing masing.
**
Jesica memutar memori otak nya dengan kejadian 4 tahun yang lalu, dimana dia sedang bermadu kasih dengan Boy, setelah mereka melakukan adegan lend! r itu, Jesica tidak bisa tidur, berbeda dengan Boy sangat terlelap.
Menjelang pagi, Jesica duduk, tak sengaja dia melihat sebuah foto terselip di antara lipatan dompet Boy.
Dengan ragu ragu Jesica mengambil foto itu, alang terkejut nya Jesica, ternyata di dalam foto tersebut ada foto Kalvino kecil lengkap dengan keluarga nya, dari keluarga besar Aditya.
Ternyata Boy adalah musuhnya di waktu kecil dulu, untuk memastikan kepenasaran nya, Jesica membuka dompet Boy, benar saja Di ktp Boy tertera Nama BOY KALVINO, Jesica pun menutup mulut nya.
Jesica menahan tangis nya, ternyata yang telah merenggut Mahkota nya adalah musuh kecilnya, yang sangat di bencinya.
Keluarga Aditya juga menjadi musuh Ibu Jesica, dimana keluarga tersebut pernah menggusur tempat usaha Ibunya dulu, dan juga adik dari Mami Boy juga telah merampas ayah kandung nya secara paksa.
Sehingga Jesica tidak mendapatkan kasih sayang dari ayah nya sejak kecil.
Maka sebab itu lah Jesica melarikan diri setelah kejadian itu, dia tidak ingin membuat masalah lebih besar dari itu , Jesica hanya tidak ingin membuat ibunya bersedih lagi.
Tetapi tuhan berkata lain, jejak perbuatan mereka membuah kan hasil, ternyata benih yang di tanam boy di rahim Jesica berkembang dengan baik.
Awalnya Jesica sangat bingung harus berbuat apa, apalagi Sarah waktu itu sangat marah besar karna mengetahui anak semata wayang nya hamil diluar nikah, Jesica menyembunyikan fakta tentang ayah Biologis anak nya, Jesica bertekat akan membesarkan anak nya sendirian.
Seiring waktu berlalu, Sarah melunak hatinya, dia pun menerima anak yang di kandung Jesica, mestipun sampai sekarang Sarah tidak tau ayah dari cucu nya tersebut.
**
" Beb , apa yang kamu pikirkan beb? " tanya Nanda kuatir.
" Aku ingin kamu berjanji sesuatu padaku, aku mohon sembunyikan indetitas Junior dari Boy, aku tak mau Boy mengambil anak ku, aku mohon rahasia ini hanya kita berdua yang tau, kamu mengertikan beb" Kata Jesica memohon.
" Tenang saja beb, aku juga tidak rela Junior di ambil si boboboy itu" kata Nanda.
😅
Sedang asik berkemas akan pulang karna hari sudah malam, tiba tiba telpon Jesica berdering lagi.
^^^" Buat aku nasi goreng, aku ingin makan malam".^^^
__ADS_1
" Apa? maaf kami sudah tutup" kata Jesica ketus.
^^^" Harus sekarang, jika tidak aku akan datang kerumah mu untuk makan malam, karna aku hanya ingin makan makanan yang kamu buat" Kata Boy dari seberang telpon.^^^
" Apaaaa? eh jangan kerumahku, baik lah" Jesica kembali ke dapur untuk memasak.
" Ada apa beb, apa si cunguk itu bikin ulah lagi" tanya Nanda.
" Tentu saja, kamu pulang duluan yah, o iya tolong beri tau Ibun, besok pagi aku akan Jemput Junior kerumah nya, besok aku ingin mengajak Junior jalan jalan".
" Ok siap bos kuh" Kata Nanda sambil mengancungkan jempolnya.
**
Setelah kepergian Nanda, Jesica melanjut kan masak, Tiba tiba Jesica terkejut ada seseorang yang sedang berdiri di depan pintu dapur cafe tersebut.
" Astaga, kirain aku hantu tadi, kenapa bapak kesini " Tanya Jesica, ternyata yang berdiri di pintu adalah Boy sambil bersandar di pintu.
" Kenapa kamu lama sekali aku sudah lapar" kata Boy dengan senyum sinis nya.
" Maaf pak aku baru saja mulai".
" Bicara nya santai saja, jangan terlalu formal, karna kita sekarang sudah di luar jam kerja" kata Boy mulai melangkah ke arah Jesica.
" Maaf pak, eh kamu silakan tunggu di luar saja, tidak baik jika perempuan dan laki laki satu ruangan tampa ada ikatan" Boy pun tersenyum sumbing.
" Jika begitu mari kita buat satu ikatan".
" Apa" Jesica melotot sempurna.
" Maaf kamu duduk saja dulu, sebentar lagi nasi gorengnya matang".
" Jika aku tidak mau duduk gimana" Boy pun melangkah kebelakang Jesica, dan menyenderkan dagunya ke atas bahu Jesica, membuat Jesica salah tingkah.
" Gimana kalau kita masak nya berdua, biar nasi goreng nya cepat selesai" Boy lansung memegang tangan Jesica yang sedang memegang sendok penggorengan.
" Jangan seperti ini, nanti ada yang lihat".
" Tidak ada lagi yang masuk kesini karna semua sudah pulang" Boy memper erat pegangan nya, sehingga Jesica merasakan desiran aneh menjalar di tubuhnya.
__ADS_1
" Saya mohon lepas kan saya" Jesica berusaha meronta tapi di tahan Boy.
" Apakah kamu masih mengenaliku?, sepertinya penyatuan seperti ini pernah kita lakukan sebelum nya" Kata Boy sengaja memancing Jesica.
Dengan sedikit meronta, Jesica berhasil lepas kan diri dari Boy.
" Tentu saja aku mengenali anda, anda itu pemilik tempat ini, sedangkan aku penyewanya, tolong pisahkan masalah antara masalah pekerjaan dengan masalah pribadi, aku tidak ingin nanti orang jadi salah paham" Sekarang Boy lah yang melotot sempurna.
" Sekarang duduk lah, aku akan menyediakan nasi goreng untuk anda" Boy tersenyum dan menuruti perkataan Jesica.
Setelah menyediakan makanan tersebut, Jesica mengambil Tas nya, tandanya dia hendak ingin pulang.
" Tunggu apakah kamu mau pergi" Tanya Boy.
" Tentu saja, sekarang waktunya pulang kerja" Ketika Jesica ingin melangkah, Dengan sigap Boy merampas Tas Jesica.
" Eh eh, kembalikan tas ku, kalau aku tidak pulang sekarang nanti tidak ada taksi lagi".
" Kamu duduk di sini, aku tidak mau sendirian, kamu tidak usah kuatir nanti aku yang akan mengantarmu pulang".
" Tidak usah, aku bisa pulang sendiri, lagian aku ingin menghubungi anakku, eeh maksud nya adikku, kembalikan tas ku" Jesica hampir keceplosan.
" Anak mu, apakah kamu sudah menikah? " Tanya Boy sangat penasaran.
Spontan Jesica menjawab.
" Belum !, eh maksud ku itu bukan urusan mu, ayo cepat kembalikan tas ku, " dengan cepat Boy menyembunyikan tas Jesica diantara pahanya, sehingga Jesica mengurungkan niat nya mengambil tas nya.
" Eh kenapa tarok di situ nanti bau pandan" kata Jesica keceplosan.
😅
Seketika muka Boy menjadi merah, dia sangat malu, jadi salah tingkah, tetapi tetap memakan nasi goreng buatan Jesica.
Sekarang Jesica sadar yang sudah dia ucapkan sekarang pun Jesica jadi malu ,dan membuang muka tidak berani menatap Boy lagi.
Sekian lama mereka terdiam, hanya dentingan sendok dan piring yang terdengar, sekarang Boy membuka suara.
" Jadi anak kecil yang bersama mu kemaren adalah adik mu, atau jangan jangan benar anak mu? Kalau bener, berarti kamu sudah menikah" Spontan Jesica menatap Boy sangat terkejut.
__ADS_1
**Tunggu kelanjutan Ceritanya ya.💕
Jangan lupa dukungan nya okeh👍**