Musuh Kecilku Adalah Jodohku

Musuh Kecilku Adalah Jodohku
Di Kepung


__ADS_3

Entah beberapa lama kemudian Jesica tersadar, dan melihat kesamping tenyata Nanda menemani nya.


Secepat kilat Jesica berdiri, dia baru ingat kepada Boy.


" Beb, jangan bergerak dulu beb, kamu baru sadar. " kata Nanda.


" Tidak bisa beb, aku harus bertemu dengan Boy, aku sangat mencemaskan nya, aku mohon mari kita ke tempat Boy. " Karna dari tadi Nanda menahannya sehingga Jesica susah bergerak.


" Baik lah tapi kamu pelan pelan ya, kamu baru sadar, nanti pingsan lagi ." kata Nanda.


" Iya".


Baru saja Mereka mendekati ruang IGD lagi, ternyata di sana sudah berkumpul keluarga besar dari Aditya, sontak Jesica menghentikan langkah nya, tapi Julia menyadari kedatangan Jesica langsung menghampirinya.


Plak...


Satu layangan tangan Julia tepat mengenai pipi Jesica.


" Dasar perempuan *******, semua gara gara kamu, ingat kalau terjadi apa apa pada putra saya, saya akan membuat perhitungan dengan mu, paham. " ancam Julia.


Tenyata Silvia juga berada disana, kemudian juga menghantam Jesica.


" Dasar perempuan *******, seharusnya hari ini adalah pernikahan aku bersama Boy, gara gara kamu semua berantakan, seharusnya kamu m*** saja, tak berguna. " Beberapa layangan tangan di terima nya. tapi Jesica tidak berniat untuk membalasnya karna yang ada dalam pikiran nya sekarang adalah kesembuhan Boy.


Nanda berusaha melindungi Jesica dari amukan Keluarga Boy.


Kemudian Nanda membawa Jesica pergi dari sana, Jesica masih saja membeku tak mampu berkata kata, cuma isakkan tangis nya saja yang terdengar.


" Beb kamu tidak boleh seperti ini, kamu harus kuat, dan juga tidak boleh mengalah begitu saja dari ketidak adilan seperti tadi, aku saja sangat geram melihat mereka." kata Nanda dengan sangat emosi.


" Aku hanya memikirkan Boy, tak ada yang lain, aku tak bisa hidup tampanya. " kata Jesica dengan tatapan kosong.


" Beb, kamu tidak boleh seperti ini. " Nanda menjadi kasian melihat sahabatnya itu.

__ADS_1


Tiba tiba ponsel Nanda berdering, setelah mengangkat ternyata ada hal penting yang harus dia lakukan, dengan berat hati dia meminta izin ke pada Jesica untuk pulang sebentar.


" Beb, aku ada urusan, mari aku antar kamu pulang. " Ajak Nanda.


" Aku tidak bisa, aku ingin bertemu dengan Boy. " kata Jesica.


"Tapi!! ".


" Kamu pulang saja, aku bisa sendirian disini. " kata Jesica.


Nanda terpaksa meninggalkan Jesica sendirian, tapi dia tidak kehilangan akal, Nanda menelpon Sarah si ibu Jesica, untuk mendampingi Jesica di rumah sakit , karna Jesica dalam ke adaan sangat lemah, karna kebetulan Jesica juga belum mengisi perutnya dengan makanan dari pagi.


*****


Tak beberapa lama kemudian Sarah datang kerumah sakit, dia mencari Jesica.


Dia sangat terkejut bukan main, Jesica putri tercinta nya di keroyok habis habisan, dan lebih terkejut lagi dia mengenali orang yang telah menghajar anak nya.


Kemudian Sarah memeluk Jesica, dan tak beberapa lama Zaki dan beberapa orang lain nya menghampiri mereka.


Zaki sangat terperangah, dia tidak menyangka dia bisa bertemu dengan mantan kekasih nya itu.


Singkat cerita.


Sebelum menikah dengan Julia, Zaki dan Sarah adalah sepasang kekasih, karna sebuah perjodohan, hubungan mereka kandas.


" Sarah! jadi dia anak mu, " Tanya Zaki, Sarah tak menjawab, dia malah bertampang sangar karna tidak menyukai ke adaan seperti ini.


" Dasar perempuan *******, kalian sama, pergi kalian dari sini, " Usir Julia.


" Ngak tante, ngak aku ngak mau, aku hanya ingin bertemu Boy, aku mohon. " Julia dan Silvia seperti ingin menghajar Jesica lagi, dengan cepat Sarah dan Zaki menghalangi mereka.


" Jangan sentuh anak ku, jika kalian berani, akan aku pastikan kalian ku habi**. " kata Sarah membabi buta.

__ADS_1


" Tenang Sarah, kita bisa bicarakan ini baik baik, " kata Zaki.


" Papiii, jangan dekat dekat dengan perempuan busuk itu, wanita *******, pergi kamu dari sini. " bentak Julia.


Tiba tiba Aditya datang.


" Ck ck ck, dasar perempuan tidak tau malu, lebih baik kalian pergi dari sini, dan jangan lagi kalian mendekati keluarga kami, kalian tidak sebanding dengan kami, kampungan. " kata Aditya ketus.


"cuiiiih, omongan mu menentukan IQ mu rendah dan kampungan, eh, pak tua, sadar diri kamu sudah tua bangka, sudah bau tanah, cepat lah bertobat *******, " Sarah meludah kesamping mendengar Aditya berbicara, dia tidak habis pikir Aditya tak kunjung berubah.


" Perempuan sombong, kau sama persis seperti ibu mu, *******." Kata Aditya ketus.


Sarah tidak terima langsung melayangkan tangan nya ke wajah pak tua itu, Sarah sangat puas dengan aksinya, Aditya berusaha menahan malu dengan calon besan nya yang turut hadir di sana, setelah itu menyuruh pengawalnya untuk mengusir Sarah dan juga Jesica.


" Bun bun, aku ngak mau pulang bun, aku ingin bertemu Boy. " Angela berusaha bertahan di sana.


" Lepas, lepas saya bisa jalan sendiri, ayo Jesica, kita pergi dari kumpulan manusia tengik seperti mereka, " Sarah berusaha memberonta dari sergapan pengawal.


" Ingat jangan kembali lagi. " tambah Julia.


" Cuuuih. " balasan Sarah dengan sikap Julia.


Sarah pun memaksa Jesica untuk meninggalkan rumah sakit itu.


Di dalam taksi.


" Bun, aku mohon biar kan aku tetap disana, aku menunggu Boy sadar. " kata Jesica.


" Sudah lah Jesica lupakan Boy, akan sulit bagi mu dan Boy bersatu, lebih baik lupakan dia. " kata Sarah mengingatkan anakanya.


" Tidak bisa bun. " Jesica tidak bisa menahan tangisnya lagi.


Sepanjang jalan Jesica tak berhenti menangis, dia hanya ingin bersama Boy untuk selamanya.

__ADS_1


__ADS_2