
" Mi aku punya teman baru loh mi, dia baik banget, kita sering main bola, pokok nya teman baru ku ini, sangat sayang padaku. " kata Junior bersemangat menceritakan teman barunya kepada Jesica Miminya.
" Ooh yah seperti apa ciri ciri teman mu itu, Mimi jadi penasaran?" kata Jesica sambil mengira teman baru Junior seumuran dengan anaknya itu.
" Dia tinggi mi, putih, bajunya bagus semua, dan dia sering jajanin aku dan teman teman aku yang lain, yang penting aku sangat senang bisa bermain dengan dia. " Kata Junior menceritakan Sosok Boy kepada Jesica, padahal sosok tersebut adalah ayah kandungnya.
" O gitu, kapan kapan kenalin Mimi dengan teman mu itu ya, Mimi sangat penasaran dengan teman baru kamu, yang membuat kamu sebahagia ini. " kata Jesica sambil memeluk Junior anak nya.
" Ok siap buk bos hehehe. " Kata Junior.
Lalu kemudian Jesica mengantarkan Junior kesekolah.
Sesampainya di sekolah, Jesica memasuki ruangan guru berencana akan membayar SPP Junior, baru saja hendak masuk Jesica di kagetkan dengan Boy yang hendak ke luar dari ruangan guru, Jesica seketika membeku, begitu pun dengan Boy, tapi tampa mengulur waktu Boy melenggang pergi tampa memperdulikan Jesica, dan bersikap dingin melewati Jesica.
Setelah kepergian Boy, Jesica berusaha memenangkan pikiran nya dan mengatur nafas nya yang sedikit sesak, karna tak menyangka bertemu lagi dengan Boy, yang masih menganggapnya tidak ada.
Setelah agak tenang Jesica pun memasuki ruangan guru, lalu berbicara kepada guru.
" Pagi buk, ada yang bisa kami bantu? " tanya seorang guru.
" Maaf buk, saya akan membayar Spp atas nama Junior anak saya. "
__ADS_1
" Tunggu sebentar ya buk. "
Jesica pun mengangguk.
" Maaf buk, sepertinya Spp Junior sudah dibayarkan sampai akhir semester kedepan buk, jadi semuanya sudah lunas. " kata guru tersebut.
" Benarkah buk!, perasaan saya belum membayarnya, kalau boleh tau siapa yang membayarkan?"
"Maaf buk, saya guru pengurus yang baru disini, guru yang lama telah pindah tugas. "
Ya tentu saja Boy yang telah membayar semua nya, karna dia ingin bertanggung jawab, karna ingin menafkahi anaknya.
Jesica memilih duduk di taman sekolah sebentar, dan dia sedang berpikir.
"Apa jangan jangan Boy yang telah membayar semuanya? " kata Jesica dalam kesendirian.
Setelah berpikir keras, namun tak kunjung menemukan jawaban nya, Jesica meninggalkan sekolah dengan penuh tanda tanya.
***
Jesica memilih pergi kerumah ibu nya, mana tau jika memang ibunya yang telah membayar Spp Junior tampa sepengetahuan nya.
__ADS_1
Setelah sampai, tak seorang pun ada dirumah, tapi pintu rumah tidak terkunci, kemudian Jesica memasuki rumah ibunya.
Jesica mencari ibun nya keseluruh ruangan, namun tidak menemukan siapapun, kemudian Jesica menuju kamar Ibun nya.
Kamarnya juga tidak terkunci, tampa ragu Jesica masuk dan mencari ibun nya di kamar mandi.
Tiba tiba pintu kamar di tutup dengan keras lalu di kunci, Jesica terkejut ternyata Denian ayah tirinya bersembunyi di belakang pintu, sekarang Denian dan Jesica berada di dalam satu kamar.
" Mau apa kamu Denian? buka pintunya ngak! " kata Jesica mulai panik, Secepat kilat Denian menyembunyikan kunci kamar di dalam saku celananya.
" Tenang Jesica sayang, hari ini kita akan bersenang senang, kamu pasti butuh ke***gatan kan, aku akan membantu mu, kesini sayang." Denian mendekat ke arah Jesica, setelah dekat Denian mend***ng Jesica , sehingga Jesica terjen***l di atas kasur dengan membabi buta men***k Jesica.
" Tolong tolong, " Jesica tidak bisa melawan perlakuan k***r dari Denian.
" Teriak lah sayang teriak, tidak ada yang mendengarkan mu, cuma kita berdua yang ada di sini, Denian berhasil mer***k baju Jesica, Jesica berusaha menutupi bagian inti nya dengan bantal.
" Tolooooooong, " Jesica berteriak sekencang mungkin , sambil menghalangi niat Denian yang akan me**dai nya.
" Hahaha teriak lah sayang aku sangat mencintai mu, kamu pikir aku mencintai ibu mu, si perempuan tua itu, ck menikahi ibumu itu hanya sebuah rencana agar aku lebih dekat dengan mu, " Denian masih berusaha agar niat buruk nya tercapai.
" Aaargh tolooong, " Jesica tak hentinya mintak tolong sambil menangis, berharap ada yang menolong nya lepas dari tangan brutal Denian.
__ADS_1