
Dua puluh tahun yang lalu.
" Perempuan tak tau malu, beraninya kamu menggoda suamiku" Kata Julia berapi rapi.
" Tenang mi, Sarah tidak mengoda papi, papi yang datang kesini duluan, ada hal penting yang ingin papi bicarakan dengan Sarah" kata Zaki kepada istrinya.
" Diam kamu!, aku yakin perempuan ular ini yang telah menggodamu" kata Julia menunjuk nunjuk muka Sarah.
" Eh kamu telah salah sangka ke padaku, aku dan suami mu ada bisnis, tak ada maksud yang lain paham kunyuk" kata Sarah.
" Mi, pi ayo kita pulang, aku takut mi, pi" Kata Kalvino kecil sangat ketakutan melihat orang tuanya berdebat dengan Sarah ibu dari Icah Jesica.
" Diam kamu sayang" kata Julia kepada Kalvino sehingga membuat Kalvino membeku dan membisu.
" Sudah jangan banyak omong, aku tau hubungan kalian, kamu Sarah, move on dong, sekarang Mas Zaki adalah suamiku jangan ganggu dia lagi, pelakor".
" Hek maaf ya Julia, dulu kami memang ada hubungan, lama sekali, hubungan kami juga berakhir itu pun karna kamu, Karna perjodohan kalian, Zaki sekarang hanyalah sebatas teman bagi Ku" Kata Sarah, seketika muka Zaki murung, padahal sebalik nya dia masih sangat mencintai Sarah, Zaki menikah dengan Julia karna terpaksa.
" Hallah itu hanya omong kosong, jujur saja kamu, kamu masih cinta sama Mas Zaki kan" kata Julia masih keadaan panas.
" Maaf Zaki lebih baik kamu bawa istri mu pulang, aku tidak terima di bilang pelakor, oleh saudara pelakor ini" seketika Julia semakin panas.
Dia tidak bisa mengelak, bahwa memang benar adik kandung nya telah merebut suami sah Sarah, sehingga membuat Sarah bercerai dengan suaminya, dan menyandang status Janda sampai hari ini.
" Jaga omongan mu ya, itu salah mu, kenapa tidak bisa menjaga suamimu, yang pastinya suamimu sudah bosan dengan mu sehingga dia pergi, jangan salahkan adik ku, dia lebih baik darimu".
" Ck, pantas saja kamu membela nya, kalian itu sama sama murahan".
" Apa kamu bilang, rasakan ini" Julia menarik Rambut Sarah.
Sarah pun tak mau kalah, mereka saling **mbak, perkelahian mereka tak bisa di lerai oleh Zaki, Kalvino pun menangis sejadi jadinya melihat orang tuanya bertengkar.
Sekian lama, akhirnya Zaki berhasil melerai mereka, dan mengajak anak dan istrinya pulang. Zaki sangat iba melihat Sarah yang sudah duduk di tanah penuh dengan bekas cakaran istrinya.
" Awas kamu janda tak tau diri, akan ku pastikan kamu akan menyesal, ayo Kalvino, jauhi wanita itu, dia telah berniat merampas papinya" Kalvino yang kecil belum begitu paham maksud dari mami nya, tapi dia hanya mengangguk saja.
**
__ADS_1
Sementara itu.
Icah Jesica berlari kepada ibunya, dia di beri tau orang lain, bahwa ibu nya telah di serang maminya Kalvino..
" Ibun, Ibun ngak apa apa? " Kata Icah sambil nangis.
Sarah tak menjawab, dia berusaha tegar dan menahan tangis di depan Icah.
" Mami Kalvino jahat ya bun, icah sangat benci Kalvino dan maminya, liat muka Ibun banyak darah, ayo kita pulang yuk bun, kita obatin luka Ibun yah" Kata Icah Jesica merangkul Ibunnya.
" Ibun ngak apa apa sayang, ya sudah kita pulang yuk" Sarah pun menggandeng Icah menuju rumah.
" Awas kamu Kalvino, berani sekali mamimu membuat Ibunku menderita sepeti ini, sampai kapanpun aku tidak akan maafin kalian" Kata Icah di dalam hati.
"Bun benarkah yang mengambil ayah aku tantenya Kalvino, kenapa mereka tega sekali bun".
" Uss kamu ngomong apa, tau dari mana kamu" tanya Sarah kepada Icah.
" Semua orang bilang begitu bun, aku jadi tambah benci semua keluarga Kalvino".
" Ngak usah pikirin ya nak, kamu masih kecil, sekarang waktu nya bermain bukan memikirkan hal itu".
" Ya sabar ya nak, sekarang kan ada Ibun yang selalu jagain kamu, kita tidak perlu tangisi orang telah pergi dari hidup kita, kita harus saling menguatkan, kamu janji ya akan selalu tersenyum buat Ibun" Kata Sarah.
" Ya bun aku janji, aku akan selalu bersama Ibun, aku sayang Ibun" Icah Jesica lansung mencium pipi Ibunnya.
**
Sementara itu, Julia memaki maki Zaki suaminya.
" Aku tidak suka kamu menemui janda itu lagi, aku tidak rela kamu mendekatinya" Kata Julia.
Brak
Zaki menendang meja yang ada di samping nya, dia sangat kesal kepada Julia.
" Kamu bisa diam tidak, aku sudah muak dengan sikap mu".
__ADS_1
" Tapi kamu mas.. " Belum sempat Julia bicara Zaki telah memotong nya.
" Sudah diam, aku sudah bosan dengan semua ini, lebih baik dari dulu aku pergi dari mu, karna sampai saat ini, aku tidak mempunyai rasa apa apa terhadap mu, aku hanya bertahan demi Kalvino, kamu paham" seketika Julia membeku mendengar perkataan Zaki.
" Tapi mas.. ".
Julia berusaha merangkul Zaki, dengan cepat Zaki mendorong Julia, sehingga Julia terduduk di lantai.
" Ingat jika kamu buat ulah lagi, aku akan pergi dari hidup mu paham" Zaki menendang kursi sehingga membuat nya terkejut, Zaki meninggalkan ruangan itu.
Setelah kepergian Zaki, Julia menangis meraung raung , dia tak terima Zaki melakukan nya seperti itu, dia sudah bertahun tahun mendapatkan perlakuan Zaki seperti itu, tetapi apa boleh buat, Julia terlalu mencintai Zaki.
Tak di ketahui oleh Julia, ternyata Kalvino bersembunyi di balik pintu dia berusaha menahan tangisnya, dia sangat kasian kepada maminya.
Dia mendengar semuanya, ternyata Papinya tidak mencintai Maminya tetapi masih mencintai Si ibu Icah.
" Awas kamu Icah, gara gara Ibumu, Papi dan Mami ku bertengkar, aku sangat benci kamu dan Ibumu, liat saja nanti akan ku beri kamu dan ibu mu pelajaran, karna sudah membuat orang tuaku bertengkar" Kata Boy Kalvino di dalam hati.
Beberapa hari kemudian.
Kalvino melihat Icah jalan sendirian, ada terniat di hatinya untuk mengerjai Icah, dengan memegang ular main, Kalvino mempunyai ide yang cemerlang.
Icah sedang asik makan permen di kejutkan dengan ular yang jatuh di kepalanya, spontan dia melompat ke arah selokan, untung saja airnya tidak kotor.
" aaaagrh" Teriak Icah sangat kencang, dan semua baju nya basah.
" Hahahahahahaha Rasain mang enak" Kalvino tertawa sendiri.
" Kalvino kamu jahat" kata Icah sambil nangis.
" Rasain itu akibatnya, karna kamu dan ibumu berencana mau ngambil papi aku, blek rasain, sukurin, renang renang deh dalam selokan, hahahaha" Kalvino masih tertawa.
" Awas kamu nanti aku balas"kata Icah.
Dari kejauhan ternyata Sarah melihat semua itu, Sarah menghampiri Kalvino lalu menjewer telinga kalvino.
" Anak nakal, habis anak ku basah kuyup karna mu, dasar anak bandel" kata Sarah dengan kesal.
__ADS_1
" Aaaaa ampun tante, aku sengaja!, eh ngak sengaja tante ampuuuun tante" kata Kalvino meminta ampun kepada Sarah.