
" Maaf , itu bukan urusan mu, aku harus pulang, kembalikan tas ku" Kata Jesica tidak ingin Boy menanyakan banyak hal lagi kepadanya.
" Ok kalau gitu, tunggu sebentar aku habiskan makanan ku dulu, jangan lupa kirim nomor rekening mu kepada ku, untuk membayar tagihan makanan ku hari ini, yang telah susah kamu buat hari ini" kata Boy mengedipkan mata nya kepada Jesica.
Jesica memutar bola mata malas dengan kelakuan Boy.
**
Setelah selesai makan malam, Boy mengajak Jesica pulang.
" Ini tas mu, ayo kita pulang".
Setelah meraih tas nya, Jesica mengendus tas nya.
" Untung saja ngak bau pesing, ataupun bau pandan" Kata Jesica agak pelan.😅
" Apa katamu, kamu pikir aku ngompol di tas mu ah" Kata Boy sambil menoyor kepala Jesica.
" Aw sakiiit, ya habis kamu mengapit tas ku di antara itu" Jesica memonyongkan bibir nya, dan memberi isyarat dengan bibir dan matanya mengarah ke tonjolan yang berada di tengah tengah dua paha Boy. 😂😂
" Eeeeitttz kamu liat apa hah? " Spontan boy pun menutup tonjolannya dengan kedua tangan nya.😂😂
Jesica memalingkan kan wajahnya,dan menahan malu.
" Sudah sudah jangan macam macam lagi, cepat kirim nomornya rekeningnya sekarang juga, biar aku tranfer sekarang juga, untuk membayar tagihan makanan ku tadi" Jesica hanya mengangguk dan mengirim ke nomor yang sejak tadi mengganggunya.
" Ke nomor ini kan".
" Iyah".
Setelah masuk nomornya, Boy lansung mengirim nominal nya, Jesica sangat terkejut dengan angka yang tertera di layar pipihnya.
" Maaf, apakah ini tidak salah, ini kebanyakan, ini... ".
" Sudah lah, ambil saja itu tips untuk kamu".
Mendengar itu Jesica berubah jadi kesal.
" Ayo sudah ayo ku antar, malam ini taksi tidak ada lagi".
Jesica celungak celinguk benar, tidak ada taksi dan kendaraan umum juga.
Boy membuka pintu mobilnya nya, dan menyuruh Jesica masuk, tapi Jesica tak kunjung masuk.
Boy mulai kesal, Boy berjalan ke arah jesica dan merangkul nya supaya memasuki mobil nya.
" Eh eh kamu mau apa".
" Diam bawel, kamu mau pulang ngak, ayo cepat masuk, bandel banget sih".
Setelah memasuki mobil, Jesica menghembus nafas kasar.
Boy melajukan mobilnya.
__ADS_1
"Dimana rumah mu? ".
" Biar aku naik ojek saja, turunkan aku disini".
" Jangan bandel ah, dimana? Kalau ngak mau kasih tau ya sudah tidur di rumah ku saja".
" ah ngak mau, ya sudahlah, rumah ku di jalan melati no 11 komplek Adiraya".
" Bagus dari tadi kek" kata boy tersenyum, melihat senyuman Boy membuat Jesica terpanah.
" Kenapa melihat ku seperti itu, kamu terpesona kah? ".
" Apaan sih, biasa saja, sok kegantengan".
" Emang aku ganteng, benerkan? ".
" huek, " Jesica pura pura muntah.
Boy hanya tersenyum.
Tak berapa lama, tiba lah di depan rumah Jesica, rumah minimalis yang sangat indah dengan lampu lampu malam nya.
"kamu dengan siapa tinggal disini".
" Sama anak..eh Sama bik salmah, kenapa emang nya".
" Ngak cuma nanya saja" Tiba tiba Boy mendekatkan wajahnya ke pada Jesica dan menge cup bibir Jesica, Jesica pun melotot sempurna .
" Aku merindukan mu jangan menolak ku, aku terlalu lelah mencarimu" Kemudian Boy kembali mendarat kan benda lembutnya ke arah bibir Jesica, Jesica ingin meronta, tapi lama kelamaan dia pun terbuai dengan kelembutan bi bir Boy.
Ternyata bik salmah.
" Aku masuk dulu, ".
" Besok masak lagi untuk ku, aku akan bayar tagihan nya".
" Maaf aku besok libur, ingin pergi jalan jalan, jika kamu mau, pesan secara lansung ke cafe, di sana ada chef andalan ku" tawar Jesica.
" Tidak mau aku hanya ingin masakan mu, memang nya kamu mau jalan jalan kemana? " tanya Boy memaksa.
" Ada lah, terima kasih aku pergi dulu" Jesica keluar dari mobil Boy dan memasuki rumahnya dengan tersenyum mengarah kepada Boy.
Boy sangat terpanah melihat senyuman Jesica, Boy terus melihat Jesica sampai Jesica menghilang di balik pintu.
Setelah memastikan Jesica masuk Boy pun melajukan Mobilnya menjauhi rumah Jesica.
***
Ke esokan paginya Jesica mengunjungi rumah Ibu nya sekaligus penjemput putranya, sesampai nya di dalam rumah tidak ada se orang pun.
Sedang sibuk Jesica mencari semua orang, tiba tiba ada yang memeluk Jesica dari belakang, dia pun berteriak dan menyikut orang di belakang nya.
" Aw"" alang terkejutnya Jesica ternyata Denian si ayah tirinya yang telah memeluk nya dari belakang.
__ADS_1
" B***ngan kamu" Tidak puas Jesica malah menambah sebuah tendangan ke arah sosis dan telur telur ayam milik Denian. 😂😂😂.
Deniar tersungkur dengan memegang tongkat keramatnya yang berada di tengah tengah pahanya.
" Rasain makanya jangan kurang ajar, dasar lelaki mesum" caci maki Jesica.
" Anak kurang ajar kamu, berani nya kamu lakukan itu kepada ayah mu ah, dasar perempuan edan".
" Emang aku pikirin, makanya jadi orang jangan ke gatelan, mana Ibun dan anak ku".
" Anak ****m itu, dia pergi dengan ibu mu ke taman" Jesica kembali mejitak kepala Denian dengan sapu yang bergeletak di lantai.
" Jaga omongan mu b******t, sekali lagi kamu ngomong, akan ku buat kamu tidur di rumah sakit, mengerti" Jesica terus melayangkan sapu ke kepala Denian.
" Berhenti sakit" Teriak Denian.
Tiba tiba Ibu Jesica datang.
" Eh eh kalian ini kenapa" Sarah melerai anak dan suaminya.
" ini sini lelaki parasit berani berani nya peluk aku bun" Adu Jesica.
" Ngak sayang,ngak dia bohong".
" Buat apa bohong, Ibun harus awasi benalu ini, jika tidak aku akan menyeretnya ke polisi, karna kasus pele**han, dia berbuat seperti itu sudah sering pada ku" kata Jesica melayangkan sapunya kembali, tapi di tahan Sarah.
Sarah pun menjewer telinga Denian dan menjauhi perdebatan mereka dari cucunya Junior".
**
" Mimi, aku kangen ".
" Iya mimi Juga kangen, kita pergi jalan jalan yuk".
" Ayuk".
" Ibun aku dan Junior berangkat dulu, hajar saja Denian itu biar tau rasa" Kata Jesica sambil teriak sangat keras.
" Iyah hati hati" Jawab Sarah dari dalam rumah.
Jesica pun berangkat menggunakan taksi, karna dia tidak berani membawa motor dengan anak kecil sebagai penumpang nya, karna kota itu sangat penuh dengan kendaraan yang berlalu lalang.
Tujuan mereka adalah kebun binatang.
Di tempat lain Boy menyuruh seseorang mengikuti Jesica, setelah Boy mengetahui Jesica pergi ke kebun binatang, Boy pun bergegas menuju ke sana.
Setelah sampai di sana, Boy sangat kesulitan mencari Jesica.
Boy memilih duduk di taman karna sedikit capek berkeliling, Boy di hampiri seorang anak kecil.
" Papi aku mau Minum".
Deg
__ADS_1
Boy sangat terkejut.
Ikutin kelanjutan nya ya, jangan lupa dukungan nya👍😅