Musuh Kecilku Adalah Jodohku

Musuh Kecilku Adalah Jodohku
Bab 6


__ADS_3

Boy melewati Maminya dengan tampang kesal dan langsung masuk ke dalam kamarnya lalu membanting pintu.


Seketika Julia terkejut dan terheran heran kepada anak nya yang seperti itu, tak lama Julia dihampiri Aditya ayah mertuanya.


" Ajari anak mu sopan santun, aku tidak mau dia mempunyai turunan sifatmu, yang sangat memuak kan." Kata Aditya, spontan Julia menjadi membeku dan membuat dadanya sesak.


Aditya pun melangkah pergi dengan tampang sangarnya, Julia berusaha menahan sakit di dalam dadanya, sudah sekian lama nya, mertuanya itu masih saja bersikap angkuh kepadanya.


Sedari dulu Aditya tidak menyukai Julia, karna Julia merupakan keturunan saingan Aditya, Julia menjadi menantu keluarga Aditya karna juga terpaksa.


Singkat cerita, dulu keluarga Aditya kalah tender, perjanjian nya siapa yang kalah harus menuruti permintaan lawan nya.


Permintaan nya adalah menikah kan Julia dengan Zaki, anak lelaki pertama dari keluarga Aditya.


Julia sangat mencintai Zaki dari pandangan pertama, sedangkan Zaki sangat terpaksa menerima Julia menjadi istrinya.


**


Julia berusaha menahan tangis, bukan kali ini saja Mertua nya memperlakukan nya seperti ini, dia sanggup bertahan demi cintanya kepada Zaki papi dari si Boy Kalvino.


Julia melangkahkan kakinya ke arah Kamar Boy, dia berusaha bersikap tenang, dan Julia tidak lupa membawa Puding kesukaan anak nya.


" Kalvino.. Boy kalvino, boleh Mami masuk, nih mami bawain pudingnya nih" Kata Julia.


" Ya mi masuk saja, ngak di kunci kok" kata Boy dari dalam kamar.


Setelah membuka pintu Julia tersenyum kepada anak nya, dan berusaha agar kelihatan tenang.


" Apakah kamu marah nak? ".


" Ngak kok mi" Boy berusaha tersenyum.


" Maafin kakek mu ya, sebenarnya beliau baik, mungkin beliau sedikit egois, kamu yang sabar ya nak." mendengar nama kakek, Boy pun membuang muka tidak suka.


" Sebenarnya kakek mu orang baik, dia ingin yang terbaik untuk mu, Mami harap kamu bisa menerima ke inginan kakek, kakek ingin kamu menjadi penerusnya." kata Julia menjelaskan.


" Kalvino, kamu dengarin Mami ngak? " Julia jadi kesal, Boy tidak mau menatapnya dan juga diam membisu.


" Iya Mami, aku dengar kok, sudah lah, jangan bahas kakek lagi, males" kata Boy masih berpaling dari Maminya.


" Kalvino, iih Mami malah di cuekin, bener bener kamu".


" Apa sih mami, bawel ah".

__ADS_1


Tiba tiba perut bunyi, mungkin perlu di isi.


" Haha, kamu laper?" Julia tertawa mendengar perut Boy berbunyi.


" Ngak kok".


" Udah jangan bohong, nih makan puding dulu, Mami ke dapur dulu ngambil makanan yang lain, atau kamu langsung ke dapur saja, makan nya, dimeja makan saja" kata Julia menawarkan.


" Ngak ah mi disini saja lah, aku males nanti ketemu kakek lagi".


" Kamu ini yah, ngak boleh gitu, ya sudah Mami ambilkan makanan yang lain ya, tuh habiskan pudingnya wokeh." Julia mengancungkan jempol nya.


" Iyah".


**


Tak beberapa lama Julia datang lagi.


"Besok Mami balik lagi ke Singa****, kasian papimu disana sendirian, apakah kamu mau ikut?".


" Ngak deh Mi, aku betah di Sini, lagian aku ingin belajar dari nol, aku bisa jaga diri baik baik." kata Boy meyakinkan Maminya.


" Mm ya sudah, apakah kamu tidak berminat tinggal di Mansion bersama kakek? Kasian kakek dia ingin dekat dengan mu".


" Ya sudah kalau Gitu, jaga diri baik baik ya nak, kalau ada apa apa hubungi Mami".


" Ya Mami".


***


Ke esokkan nya Boy mengantarkan Maminya kebandara, untung saja hari ini masuk siang, jadi masih ada waktu untuk Boy bersama Maminya.


Setelah Julia pergi, boy pun berangkat Kerja, di perjalanan hujan turun sangat lebat, untung saja Boy membawa mantel pelindung hujan.


Setelah sampai, dia memarkir motornya, tiba tiba dia melihat Jesica turun dari bus memakai topi hitam, mungkin untuk melindungi kepala nya dari Hujan, tapi tunggu, Boy fokus kepada topi yang di pakai Jesica.


" Tunggu! Topi itu kan pernah aku berikan kepada seseorang, karna seseorang itu pernah hujan hujanan sambil nangis nangis, benar aku berikan kepada Icah! Apa..! Kenapa sekarang Jesica yang memakainya, apa jangan jangan benar dia adalah Icah yang ada di masa lalu ku, ah tidak mungkin, mungkin hanya kebetulan saja" Kata Boy dalam hati, dan mengingat kembali kepada masa lalunya.


Flashback of.


" Hu hu huuu" Icah menangis tersedu sedu di bawah pohon rambutan.


Tiba tiba lewatlah Kalvino sambil berlari lari sedang mencari tempat berteduh , Kalvino pun berhenti karna dia melihat Icah yang sedang jongkok kehujanan di bawah pohon rambutan.

__ADS_1


" Woi gendut , ngapain kamu hujan hujanan di sini, mau sakit hah? " kata Kalvino.


Bukan nya menjawab Icah semakin kencang menangis, karna dia tambah sedih, Kalvino juga menambah kesedihan nya.


" Woi jangan nangis, nanti orang salahin aku yang bikin kamu menangis".


" Pergi kamu sana!, kamu jahat, kamu seperti ayah ku, selalu bikin aku sedih, aku ngak mau punya ayah, aku juga ngak mau punya teman ,semua jahat, semua selalu membuat aku sedih" kata Icah sambil menangis.


Kalvino pun merasa kasihan.


" Jangan gitu dong, ayo kita pergi dari sini, nanti kamu sakit, hujannya semakin lebat nih, ayo pergi" Kata Kalvino mengajak Icah pergi dari situ.


" Ngak mau , kamu pergi saja sendiri, tinggalkan aku sendiri".


Boy Kalvino pun kehilangan akal untuk membujuk Icah.


Dia pun mengangkat Topi dari kepalanya dan di pasang kan ke kepala Icah.


" Ini Buat kamu saja, kamu lebih membutuhkan nya," Kata Kalvino, dia pun ikutan jongkok di samping Icah, menunggu ica berhenti menangis.


Flashback on.


Jesica pun melewati Boy dengan tampang cuek.


" Topinya bagus, pinjam dong".


" Sorry ini aset sangat berharga punya ku".


Boy tersenyum mendengar perkataan Jesica.


" Tapi aku maksa, blek" Dengan cepat Boy merampas topi yang sedang di pakai Jesica, dan dia pun berlari menjauh dari Jesica, dan Jesica pun mengejarnya.


" Boy kembalikan topi aku, ini siboy pagi pagi sudah bikin kesal saja woi! " kata Jesica yang masih megejar Boy.


Tapi sayang dia kehilangan jejak.


Sementara itu, Boy memastikan ke inginannya, yaitu memastikan topi itu benar milik nya atau bukan.


Benar saja ketika topi di balik ada nama Kalvino di dalam nya. seketika Boy tersenyum senang.


" Jadi benar kamu adalah Icahku yang dulu, kenapa aku tidak sadar, begitu banyak perubahan nya, dulu Icah gendut, juga kulitnya gelap, sekarang dia ramping ,putih dan begitu cantik" kata Boy dalam kesendirian, seketika menggelengkan kepalanya karna sudah sedikit terpesona kepada Jesica yang sekarang.


Sejak itu, Boy pun memakai topi itu untuk berkerja, mestipun agak basah karna hujan, Boy tak peduli, yang penting hatinya senang.

__ADS_1


__ADS_2