
Kembali lagi ke kisah mereka yang sudah dewasa.
" Nih, orang nya di cariin dari tadi juga, kembaliin topiku" kata Jesica sangat kesal.
" Topi yang mana? " tanya Boy.
" Itu yang kamu pakai" Kata Jesica sambil memukul bahu Boy.
" Jangan ngaku ngaku kamu, topi ini bukan
milik mu".
" Eh jelas jelas tadi kamu yang merampas nya dari ku, kembalikan ngak, kalau ngak kamu akan menyesal" kata Jesica membentak.
" Kamu mau ini? " Boy mengulurkan topi ter sebut kepada Jesica.
" Iya".
" Tapi kok di balik topi ini nama nya Kalvino, apakah namamu Kalvino? ".
" Mmm itu mmm anu itu punya".
" Kamu mencuri ya".
" Enak saja, itu punya teman ku, Kembalikan".
" Kalau aku ngak mau gimana? ".
" Boy jangan becanda deh, kembalikan topi itu".
" Kalau mau ambil".
Boy sengaja melayang layangkan topi tersebut ke udara, Jesica kepayahan meraihnya, karna Boy sangat tinggi, susah untuk mendapatkan topi itu dari tangan boy, tiba tiba Jesica terpeleset, dengan cepat Boy meraih pinggang Jesica, supaya Jesica tidak terjatuh.
Sekarang muka mereka saling berhadapan, terasa saja nafas mereka saling beradu sangat lembut.
Boy sangat terpanah melihat muka Jesica yang sangat manis, begitu pun Jesica melotot sempurna dengan ke adaan itu.
tiba tiba, ada beberapa orang datang.
" Kalian ngapain? " Mereka kaget, spontan Boy melepaskan pengangan nya, sehingga Jesica terjatuh ke lantai.
" Aww sakit".
Jesica di biarkan terjatuh begitu saja, Boy jadi salah tingkah, mau bantuin , tapi gengsi karna banyak teman teman sesama karyawan memergoki mereka sedang berpelukan.
" kalau pacaran jangan disini, ini tempat kerja, nanti kalau atasan melihat, kalian kena pecat" kata salah satu karyawan.
" Ngak kami tidak pacaran " Jawab Boy dan Jesica kompak.
" Yang benar saja, kok peluk pelukan kayak itu" kata salah satu dari mereka.
Boy dan Jesica pun jadi salah tingkah, tampa mereka sadari di antara karyawan tersebut ada yang bertampang tidak suka ke pada Jesica, namun Jesica tidak menyadari nya.
" Ayo semua, kembali berkerja" Mereka semuapun melakukan tugas mereka masing masing.
**
__ADS_1
" Hai kamu!, kamu bawa barang Exp ini (Kadaluarsa) ke gudang paling atas sana" Kata Cerri karyawan senior di supermarket itu.
" Tapi kak, aku lagi menyusun ini".
" Biar aku saja yang selesai kan" Kata Cerri sedikit ketus.
" Tapi kak".
" Tidak ada tapi tapian, kerjakan sekarang".
" Baiklah kak" kata Jesica menuruti Cerri tampa menaruh curiga kepada nya.
Setelah Jesica menjauh, Cerri berkata sendiri.
" Rasain kamu, makanya jadi cewek jangan kegatalan, Boy hanya cocok untuk ku, kamu tidak ada apa apanya ketimbang aku, jadi jangan harap kamu bisa mendekati Boy".
**
" Ihh seram sekali gudang ini, pake acara sepi lagi, ada hantu ngak yah, aduh kenapa perasaan ku jadi tidak enak" Jesica sedikit ragu memasuki gudang itu, tapi dia harus meletakan barang yang sudah Exp itu ke dalam, dia tidak ingin pulang kemalaman .
Setelah membuka pintu, Jesica memasuki ruangan tersebut, baru saja hendak meletakan barang, pintu ruangan itu tertutup sediri, sial nya ternyata pintu itu rusak, pegangan pintu bagian dalam tidak ada, mehingga Jesica terjebak di dalam gudang itu.
" Tolong tolong, tolong bukain pintu, aku terjebak di sini, "Jesica berteriak teriak tapi tak seorang pun mendengar, pintu itu hanya bisa di buka dari luar, tapi tak ada orang yang bisa menolong Jesica.
Sudah setengah jam Jesica terjebak, Jesica pun mulai frustasi dia pun besandar di dinding ruangan itu.
**
Sementara itu Boy hendak pulang, tapi dia melihat teman nya masih bekerja.
" Iya Bro, padahal harus di selesaikan malam ini juga, ah sial aku ada janji lagi sama ibuku mau kerumah sakit menjenguk ayahku yang sedang sakit".
" Ayah mu sakit! sakit apa? "
" Serangan jantung, ah sial kerjaan belum kelar lagi" kata temannya Boy uring uringan.
" Ya sudah, kamu pergi saja sekarang, biar aku lanjutkan pekerjaan mu".
" Benaran bro, maksih banyak bro".
" Iya, memang nya barang ini mau di apain?" tanya Boy.
" Di pindahkan ke gudang paling atas bro".
" Ya sudah kalau gitu"
" Sekali lagi makasih ya bro".
Boy mengangguk.
Setelah kepergian teman nya, Boy memindahkan barang tersebut, Supermarket sudah sepi, saat melangkah ke lantai paling atas hanya Boy yang berada di sana, berkemungkinan semua sudah pada pulang.
Setelah menemukan ruang gudang yang di maksud, Boy lansung membuka pintu, setelah pintu terbuka, sungguh terkejut, dia melihat Jesica sedang jongkok di sudut Ruangan.
" Jesica".
" Boy, hai cepat tahan pint.. " belum selesai Jesica berbicara pintu ruangan tersebut telah tertutup rapat.
__ADS_1
"Ck, Sial.." Jesica memukul mukul barang yang ada di dekat nya.
" Ada Apa" Tanya Boy heran.
" Kamu bodoh Boy, kenapa kamu tidak tahan pintu itu, sekarang kita sudah terjebak di dalam sini" Kata Jesica sambil memukul mukul kepalanya.
" Hek jangan becanda kamu" Boy lansung menuju pintu tersebut, benar saja Boy tidak bisa membuka pintu itu.
" Dasar bodoh, kan sudah ku bilang tadi".
" Kenapa tidak kamu bilang dari tadi kunyuk".
" Hai enak saja, kamu yang bodoh".
***
" Sial handpone ku di dalam loker lagi" kata Boy uring uringan.
" sama Aku juga".
" Siit ,sial" Boy menendang nendang barang yang ada di dekatnya.
**
Beberapa jam Kemudian, udara sangat terasa dingin, terdengar hujan turun sangat lebat, mereka sangat frustasi, mereka yakin semua orang tidak ada di luar sana.
Penjaga pun tidak akan masuk kedalam lagi, mungkin mereka hanya menjaga di luar.
Boy duduk di samping Jesica, Boy melihat Jesica sangat kedinginan.
" Kamu kedinginan".
" Tidak".
" Tapi kamu menggigil, kesinikan tangan kamu" Boy menarik tangan Tangan Jesica.
Jesica hanya pasrah, karna memang dia sangat kedinginan.
Boy menghusap usap tangan Jesica, sambil meniup niup nya, supaya ada sedikit kehangatan.
" Kalau kamu ngantuk tidur saja".
" Tidak, aku tidak apa apa hhhuuaap" Jesica menguap sangat lebar, dan tampa sadar Jesica bersandar ke bahu Boy.
Tak lama pun Jesica tertidur, Boy melirik Jesica, Boy tersenyum melihat Jesica tertidur sangat pulas, Jesica sangat manis, begitupun belahan bibir Jesica begitu memukau, ada perasaan aneh yang menjalar di seluruh tubuh nya.
Boy menghusap pipi Jesica lembut, tiba tiba Jesica menggeliat membuat Boy kaget.
Boy pun membuang nafas pelan tidak mau mengganggu Jesica yang sedang tidur.
Boy kembali tersenyum, dia pun memper erat pegangan tangan nya, dia ingin menciptakan kehangatan untuk Jesica, dan dia pun menyenderkan kepalanya kepada Jesica.
Mereka pun sama sama terlelap, begitu sangat nyaman jika mereka berdekatan, sehingga mereka melupakan kepanikan yang tadi yang sempat membuat mereka kewalahan.
**Minta dukungan ya,
Jangan lupa tinggalkan jejak: like, komen, hadiah dan juga vote nya biar authornya tambah samangat lagi nulisnya**.
__ADS_1