Musuh Kecilku Adalah Jodohku

Musuh Kecilku Adalah Jodohku
Kecelakaan


__ADS_3

Duaaaaar...


Suara ledakan bergelegar di luar ruangan, semua orang jadi panik, dan berbarengan dengan itu puluhan preman memasuki tempat acara.


Preman preman itu memporak porandakan barang barang yang ada di dalam ruangan tersebut, ada juga menyandra beberapa orang juga. Semua orang sangat panik dan kalang kabut termaksud juga Boy kehilangan akal nya.


Tiba tiba Boy di hampiri Zaki, papinya membisik kan sesuatu kepadanya.


" Ini saatnya, di luar Dio sudah menunggu." Spontan Boy mengerti maksud papinya, diam diam Boy keluar dari sana, tidak ada yang memperhatikan nya, karna semua orang berusaha mementingkan diri sendiri, menyelamatkan diri masing masing.


" Mau apa kalian! " tanya Aditya.


" Tentu saja uang, kami minta uang 1M sekarang juga, kalau tidak kami hancurkan pesta ini, hahahahaha, " Serentak preman preman itu tertawa.


" Kalian semua ingat, jika ada yang menghubungi polisi, para sandra seperti mereka, akan seketika lenyap, " Kata salah satu preman menyodorkan senjata tajam kepada salah satu sandra mereka.


" Baik, tapi jangan kacau kan pesta ini." Aditya pun bergegas keruangan kerjanya, di kawal beberapa preman.


Sementara itu Boy sudah berada di luar, Boy melihat para pengawal suruhan kakeknya semua sudah tak sadar kan diri, mereka bergelimpangan di halaman mansion kakek nya, mungkin para preman tadi yang membuat mereka seperti itu.


Benar saja di gerbang Dio sudah setia menunggunya.


" Ayo cepat masuk, " Kode Dio.


Boy bergegas berlari memasuki mobil yang di kendaraai Dio, setelah memastikan Boy masuk ke dalam mobil, Dio menancapkan gas mobilnya menjauhi mension kakek Aditya.


" Ayo cepat, nanti kita di kejar, ayo ngebut, ayo ayo. " Boy memaksa Dio mempercepat laju mobilnya, terpaksa mengikuti kemauan Boy.


***


Setelah memberikan ke inginan para preman tersebut, mereka meninggalkan mension tersebut.

__ADS_1


Aditya pun menuju ke tempat acara, dan melihat Silvia menangis.


" Kakek gimana ini ? Boy kabur, aku ngak mau tau, aku harus menikah dengan Boy, harus hikhikhik." Silvia tak berhenti menangis.


Spontan Aditya melirik kepada Zaki, entah mengapa perasaan Aditya mengatakan bahwa Zaki telah membantu Boy kabur dari pernikahan nya, lalu Aditya menghampiri Zaki. Tiba tiba..


Plak...


Pipi Zaki langsung memerah karna layangan tangan dari Aditya, Zaki hanya diam tidak melawan atau pun membela diri, dia hanya diam.


" Dasar anak kurang **ar, berani beraninya kau bermain di belakangku, " Kata Aditya sambil menatap tajam kepada Zaki anak nya.


" Aku hanya melakukan tugasku sebagai ayah. " setelah itu Zaki pun pergi meninggal kan Mansion Aditya, semua orang sangat marah besar kepadanya, tapi Zaki tak peduli.


Julia yang di tinggalkan Zaki sendirian berusaha menahan malu karna sikap suaminya, dia pun tidak punya muka lagi berhadapan dengan keluarga besar Subroto.


Julia hendak pergi tapi di tahan Silvia dan juga ibunya.


Julia sangat panik, karna pemberian dari Silvia sudah di bagi bagi dengan teman teman sosialita nya dan juga di gunakan untuk hura hura dengan mereka, bagaimana dia bisa menganti nya, sementara semua simpanan nya juga sudah habis untuk hura hura.


Julia pun pusing dan ikut ikutan untuk pergi dari masion Aditya.


***


Sementara itu, Dio melajukan mobil nya dengan kencang, tampa menyadari ada anak kecil yang hendak menyeberang.


" Diooooo.... awaaaaas. " teriak Boy.


" Aaaaaaght." teriak Dio dan Boy secara bersama sama.


Dio membanting stir mobil kekiri, dan menghantam sebuah batang pohon yang sangat besar.

__ADS_1


Terjadi benturan yang sangat dasyat sehingga bagian depan mobil hancur sehingga Dio dan Boy tidak sadar kan diri.


Tidak membutuhkan waktu lama, orang orang berkumpul melihat kejadian itu, mereka berusaha menolong mereka.


Jalan begitu macet di buat nya, ternyata diantara mereka ada Jesica dan Nanda terjebak macet.


" Ada apa nih Beb?. " tanya Nanda.


" Tidak tau beb, mungkin kecelakaan. " Jawab Jesica.


" Benar beb, kecelakaan, tapi tunggu dulu bukan kah itu mobil yang biasa di bawa Dio, asisten Boy. " kata Nanda.


" Benarkah, ayo kita turun, pak tunggu sebentar ya pak. " Jesica menyuruh Supir taksinya berhenti sebentar, mereka pun keluar lalu melangkah ke tempat kejadian.


" Boy.... " Jesica sangat terkejut benar Boy yang berada di dalam sana.


" Pak pak tolong pak, mereka teman kami, tolong bantu mereka bawa ke rumah sakit. " Kata Nanda, kemudian banyak orang yang membantu mereka, lalu mereka di bawa kerumah sakit menggunakan taksi.


" Boy bangun boy, aku mohon bangun boy, hikhik. " Jesica menangis melihat ke adaan Boy, begitu pun Nanda berusaha membangunkan Dio yang tak kunjung sadar.


Setiba di rumah sakit mereka di beri tindakan segera, dan dirawat di ruangan IGD.


Tak lama kemudian dokter keluar, dengan cepat Jesica dan Nanda menghampiri dokter tersebut.


" Bagaimana ke adaan mereka dok? apakah mereka baik baik saja, " tanya Jesica.


"Salah satu dari mereka ada yang di prediksi koma, yaitu pasien yang bernama Boy.,karna ada sedikit pendarahan di otak, yang satu lagi hanya mengalami luka ringan. " penjelasan dokter.


Jesica tak kuasa menerima keterangan dokter, langsung tak sadarkan diri, dia sangat syok mendengar kabar itu.


Dan segera Jesica diperiksa kondisinya dan juga di bawa ke ruangan rawat pasien.

__ADS_1


__ADS_2