
Suatu pagi, Boy berangkat ke kantornya, setiba di ruangan nya, dia melihat banyak kotak kardus bertebaran di ruangan nya, di sana ada Dio yang sedang mengurut urut keningnya seperti orang sedang stres berat.
" Ada apa ini Dio, apa yang terjadi?" tanya Boy heran.
" Gawat ini bos, tuan besar memaksa saya mengemasi semua barang barang bos, karna tuan Aditya menginginkan bos keluar dari kantor nya. " kata Dio dengan nafas yang ngos ngosan.
" Apa? kakek mengusir ku? kenapa? " Banyak sekali pertanyaan yang di layangkan kepada Dio.
" Saya kurang tau bos, jika kalau saya tidak menurut nanti saya juga di pecat, dan tuan besar juga akan memutuskan kerja sama dengan ayah saya. " kata Dio, padahal mereka masih bersaudara, ayahnya Dio juga keponakan kakek Aditya, tapi tetap bisnis tetap bisnis, tidak ada kekeluargaan dalam bisnis.
" Aku akan temui kakek, aku akan bertanya langsung, apa yang sebenarnya terjadi. " Dengan cepat Boy melangkah pergi untuk menuju Mansion kakek Aditya.
Tak butuh waktu lama, Boy sampai juga, dan langsung menemui kakek nya.
" Bagus akhir nya kamu datang juga, baik kakek tak perlu basa basi , kamu sudah tau kan kesalahan yang sangat fatal yang telah kamu perbuat. " kata Aditya dengan senyum sinis nya.
Boy sudah yakin, kakek Aditya sudah mengetahui pernikahan nya dengan Jesica.
Boy hanya menunduk, Aditya semakin bertampang licik memandang ke wajah Boy.
__ADS_1
" Baiklah, sepertinya kamu lebih memilih perempuan kampungan itu, buktinya kamu menikah diam diam dengan nya, Ck. " Boy tidak terkejut, karna Aditya mempunyai mata mata dimana mana, pasti Kakek Aditya telah menyelidiki semua tentang Kegiatan Boy.
" Ini lihat lah. " Aditya melempar berkas ke arah Boy, lalu Boy melihat berkas tersebut, disana tertera pengeluaran beberapa bulan ini sangat besar mengakibatkan akan berpengaruh kepada perusahaan yang sedang di kelolah oleh Boy.
" Maksudnya apa ini kakek? aku masih belum mengerti. " Boy sangat kebingungan.
" Pengeluaran sebanyak itu kamu tau tidak siapa biang kerok nya." kata Aditya, Boy pun mengeleng.
" Mamimu yang melakukan nya, kakek sudah mempunyai bukti, kakek akan serahkan mami mu kepada polisi." kata Aditya dengan santainya.
Boy pun sangat kaget.
" Ck, ternyata kamu menyayangi mamimu yang bodoh dan tak tau malu itu, baik lah kakek memiliki pilihan untuk mu. " kata Aditya dengan senyum sinisnya.
Boy sangat degdegan menunggu pilihan dari kakeknya, dia sangat yakin pasti berdampak kepada Jesica istrinya.
" Tinggalkan wanita ****** itu. " Kata Aditya dengan santai.
Boy sangat lemas mendengar tuturan dari kakek nya.
__ADS_1
" Maaf kakek, aku tidak bisa, dia adalah istriku sekarang. "kata Aditya sambil menunduk.
" Jadi kamu memilih mamimu dipenjara dan kehilangan semua kemewahan yang selama ini kamu miliki, begitu. " kata Aditya masih santai.
Boy menunduk lagi.
Aditya hanya tersenyum sinis memandangnya.
Lama dalam keheningan, Aditya berbicara lagi.
" Baiklah sepertinya kamu sangat mencintai istri baru mu itu, ok ok kakek tidak akan penjara kan mami mu, dan tidak juga mencabut fasilitas mu tapi dengan syarat, bawa wanita itu harus tinggal bersama kita di mansion ini. " Boy sangat terperangah mendengar perkataan kakeknya.
" Tapi kek?. " Boy sangat ragu.
" Tenang saja, kakek tidak akan membahayakan nya, kakek hanya mau liat seperti apa pengabdian nya kepada keluarga kita, jika dia benar benar baik, kakek akan berusaha menerimanya menjadi bagian dari keluarga kita." kata Aditya sungguh sungguh.
Boy semakin terperangah, Boy kurang yakin dengan usulan dari kakeknya.
" Silakan pilih, sebenarnya kelakuan mami mu sangat fatal, dia sangat merugikan kita dengan sifat royal nya itu, atau kamu setuju kita memberi efek jera kepada mamimu atau, kamu bawa wanita itu ke rumah kita. " kata Aditya sambil tersenyum.
__ADS_1
Boy berusaha berpikir keras, dia bingung harus bagai mana, di satu sisi Boy takut Maminya di penjara, di satu sisi, Boy takut Kakek berniat jahat kepada Jesica istrinya.