Musuhku, Suamiku

Musuhku, Suamiku
Chapter 10


__ADS_3

"Huaaa senengnya!". tasya berteriak puas setelah masuk kedalam cafe, membuat para pengunjung terkejut.


"Heh! jangan bikin malu!". kata Adel karena merasa malu akibat perbuatan Tasya.


"Hehe, sorry. gue cuma lagi merasa bahagia aja". kata tasya.


"Emang lo kenapa sih sampai bisa seseneng ini? gara-gara lo menang dari davi ya?". tanya adel.


"Hehe, lebih dari itu dong". tasya senang karena ia meminta davi untuk membawa rafa. sekarang kencan davi dan ana pasti sudah berantakan. ia sangat suka membuat davi tersiksa.


"Eh, Tas. btw, lo akhir-akhir ini kok makin deket ama davi ya?". tanya adel. "jangan-jangan, kalian ada hubungan lagi?".


"Hadeh, hubungan apa coba? lagian, gue ama dia tuh kaga ada cocok-cocoknya, gimana mau berhubungan!".


"Bukan gitu, Tas. gue mimpi!".


"Mimpi? lo mimpi ketemu member bts lagi?". tanya tasya, karena dulu adel pernah bercerita bertemu dengan member bts kesukaannya.


"Bukan itu lagi! gue mimpi lo ama davi nikah!". jawab Adel.

__ADS_1


Tasya langsung tersedak kopi yang baru ia pesan. mimpi Adel, sepertinya ada yang aneh. "H.. hah? lo mimpiin gue ama davi kutu itu nikah? lo serius? kaga ada mimpi yang bagusan dikit napa?".


"Serius, Tas. dalam mimpi itu, kalian nikah karena terpaksa. kedua orang tua kalian jodohin kalian. awalnya kalian tuh berantem terus, nggak akur dan mencoba saling menjatuhkan, tapi lama-kelamaan kalian makin akrab dan akhirnya menjadi sepasang suami istri yang baik. dalam mimpi gue juga kalian punya anak.. namanya.. rafa!".


"Hah?!". Tasya terkejut mendengar cerita adel yang menurutnya tak masuk akal.


"Kaya sinetron banget kan? makanya gue merasa ada yang aneh dari mimpi ini. satu lagi, gue mimpi ini bukan cuma sekali dua kali, tapi udah dua puluh tujuh kali". kata adel dengan wajah menyeramkan.


"Del, lo kaya dukun!". tasya menjitak kepala adel karena kesal.


"Hehe, kan gue terbawa suasana". jawab adel.


adel kemudian menoleh kearah seorang wanita yang baru masuk kedalam cafe. wanita itu bersama seorang laki-laki yang cukup tampan. tapi fokus adel mengarah kepada wanita itu.


"Mana?". tasya mencoba melihat, benar saja itu adalah ana. tapi siapa laki-laki itu?


"Ihh, aku tuh sebel banget! masa davi kencan bawa keponakannya! malah keponakannya pake nangis lagi! kan bikin aku malu!". kata ana yang dapat didengar tasya dan adel.


"Hm? gapapa lah, yang penting kamu bisa beli tas tanpa uangku haha". jawab cowok itu.

__ADS_1


"Iya lah, kan ada davi yang bisa dimanfaatkan. dia atm berjalanku". kata ana membuat tasya dan adel terkejut.


"Kamu udah jatuh cinta ama davi nggak?". tanya cowok itu.


"Nggak lah, emang dia aja yang **** mau aku tipu!". jawab ana.


"jadi selama ini, Ana cuma pura-pura suka ama Davi?". bisik Adel.


"****, ga bisa dibiarin nih!". kata tasya.


adel jadi heran. "Kok lo tiba-tiba peduli ama davi? dia kan musu lo".


tasya langsung menjawab. "cuma gue yang boleh bikin davi tersiksa".


"Eleh". adel mencibir. "bilang aja lo cemburu. lo takut davi terjebak ama ana dan nggak pengen duit davi habis gara-gara ana".


"Stt, diem lo!". balaa tasya kesal. ia terus menatap ana yang tertawa sambil menyeringai.


"Wanita bngst".

__ADS_1


****


TBC


__ADS_2