Musuhku, Suamiku

Musuhku, Suamiku
Chapter 32


__ADS_3

"Mika itu cantik banget yah? bukannya dia tipe elo?". Tanya Rangga sembari memakan nasi goreng miliknya.


"Hmm". Davi tak bisa memungkiri, gadis bernama Mika itu langsung merebut hatinya saat pertama kali melihatnya.


Entah kenapa hatinya berdetak kencang bahkan hanya karena melihatnya. Davi tahu itu cinta, tapi apakah tak apa jatuh cinta dengan orang lain saat ia sudah beristri?


Meskipun dulu Davi pernah melakukannya, tapi cintanya kandas dan malah berakhir ditipu oleh Ana. Ia tak ingin mengulangi kesalahan yang sama untuk kedua kalinya.


Tapi..


"Tasya aja PDKT, masa gue engga. Dia kan istri gue, tapi PDKT nya ama orang lain, jadi gue juga boleh dong". Gumam Davi.


"Davi, Rangga, boleh nggak gue ikut duduk disini?". Tanya Mika sambil membawa nampan berisi makanan pesanannya.


"Boleh lah!". Rangga yang menjawab.


Gadis itu langsung duduk berhadapan dengan Davi. Ia tersenyum sebelum memakan makannya.


"Kalau diliat nih cewek emang cantik banget sih, walau nggak secantik Adel, tapi dia tipe gue banget. Berisi, putih, rambut panjang bergelombang, sexy". Ucap Davi dalam hati.


"Hoi! Jangan ngelamun! Mika jadi takut kan?!". Rangga menepuk bahu Davi.


Davi langsung terkejut dan menatap tajam kearah Rangga, sedangkan Mika hanya terkekeh kecil.


"Ngapain lo nyentuh gue? Mau gue matiin hah?". Tanya Davi.

__ADS_1


"Santai lah, man. Gue kan cuma bercanda". Jawab Rangga.


Mika terkekeh. "Kalian akrab ya!".


"Hehe, iya dong!". Rangga merangkul bahu Davi. "Kita temenan dari TK".


Mika menatap tak percaya. "Masa sih? Kok awet banget? Biasanya nggak ada tuh orang temenan dari TK bisa awet sampai dewasa".


"Yahhh, soalnya Davi pake jimat buat bikin gue tetep setia ama dia". Jawab Rangga.


"Enak aja lo! Yang ada elo kali yang ngasih gue pelet biar tetep jadi temen elo!". Balas Davi tak terima.


"Ayolah, lo ngaku aja. Lo nggak bisa kan hidup tanpa gue? Gue kan calon om anak elo". Rangga menaik turunkan alisnya.


"Idih! Amit-amit! Kalau gue punya anak, gue nggak bakalan kasih elo nyentuh dia! Nanti dia bisa terinfeksi virus kegblokkan lo!".


"*** kambing lo!". Davi menjitak kepala Rangga. Rangga tak tinggal diam, ia langsung menarik lengan Davi dan menggitnya.


Ya seperti itulah. Bukan hanya Tasya dan Davi yang biasanya bertengkat, Rangga dan Davi juga kerap bertengkar, hanya saja biasanya keduanya bertengkar atas dasar candaan yang bisa membuat orang tertawa.


Buktinya, Mika tertawa geli melihat aksi keduanya. Ia sangat terhibur. Ohh, ini lebih menghibur daripada menonton acara lawakan di televisi.


"Emm.. Davi, gue mau tanya sesuatu nih". Ucap Mika.


"Tanya apa?". Tanya Davi.

__ADS_1


"Lo udah punya pacar belum?". Tanya Mika.


"Dia mah jomblo! Dia nggak bakalan punya pacar sebelum gue!". Jawab Rangga yang tentu saja merupakan candaan.


"Lo apaan sih?". Davi mendelik kesal. "Maaf ya, Mik. Dia emang bar bar".


"Iya, gapapa kok. Tapi dia bener kan? Lo.. belum punya pacar?". Tanya Mika.


"Emm.. iya". jawab Davi.


"Beneran nih?". Tanya Mika memastikan.


"Bener lah". Jawab Davi. "Gue ke toilet ya, kalian duluan aja ke kelas".


"Mau berak kan lo?". Tanya Rangga.


"Beol!". Balas Davi lalu pergi.


"Rangga, gue mau minta tolong dong~". Kata Mika sambil menarik tangan Rangga.


"Minta tolong apa?". Tanya Rangga.


"Gini.. bisa nggak.. lo deketin gue ama Davi?".


****

__ADS_1


TBC


__ADS_2