
"kenapa lo?". tanya davi karena setelah pulang dari kampus, tasya terus menatapnya dengan tatapan kesal.
"lo sialan!". balas tasya membuat davi yang tengah meminum kopi bubble nya terkejut.
"maksud lo apa hah? kenapa lo tiba-tiba kaya gini?!". davi merasa tak terima. tentu saja ia merasa kesal karena tasya tiba-tiba mengatainya seperti itu.
"gue ada salah apa hah?!" . tanya davi.
tasya memutar bola mata malas. "lo nggak perlu tau, yang pasti gara-gara lo gue kena sial!".
tasya berjalan melewati davi yang kesal. davi yang kesal langsung menarik lengan tasya dan mencengkramnya dengan keras, membuat si empunya merintih.
"lo kenapa sih?!". tanya davi kesal.
"lepasin! lo nyakitin gue bgo!". bentak tasya sambil berusaha melepaskan lengannya yang dicengkram kuat oleh davi .
"kenapa lo tiba-tiba ngumpatin gue hah?! emangnya gue ngebuat elo sial apa?".
"iya! karena elo gue gagal kencan sama kak roby!".
"hah?". davi langsung terkejut. ia tak mengerti apa maksud perkataan tasya. padahal jelas-jelas, kemarin tasya terlihat baik-baik saja, tapi kenapa sekarang tiba-tiba berubah seperti ini?
"kenapa jadi salah gue? gue kemarin diem di rumah rangga!". kata davi.
"pokoknya ini gara-gara elo! kencan gue hancur gara-gara khayalan gue tentang elo!".
tasya menggelengkan kepalanya, berupanya menghilangkan kata-kata adel kepadanya tentang davi. ia tak mungkin benar-benar memikirkan davi. ia tak sudi mencintai davi. davi adalah musuhnya, musuh sekaligus rivalnya.
"lepasin gue sekarang!". tasya menarik tangannya hingga terlepas. ia mengelus tangannya yang terasa nyeri dan sedikit memar karena ulah davi.
"sakit?". davi mendadak merasa bersalah. "gue obatin ya?".
"nggak usah!". tasya menarik tangannya yang hendak disentuh davi. "lo nggak usah sok peduli sama gue! mulai hari ini lo nggak usah peduliin gue!".
tasya langsung berjalan ke kamarnya karena kesal. sedangkan davi memijat pelipisnya yang terasa berdenyut karena ulah tasya.
"sial, gue salah apa sih? kenapa dia marah sama gue?". tanya davi yang jadi ikut kesal.
__ADS_1
"yaudah, kalau dia emang gue nggak mau peduli ama dia, gue nggak bakalan peduli lagi ama dia. BODO AMATTTTT!!!".
******
tasya melempar dirinya sendiri ke kasur empuknya. ia merasa kesal. entah karena ia akan memasuki masa haid sebentar lagi atau apa. tapi sepertinya ia sudah terlalu keterlaluan pada davi.
tasya menggelengkan kepalanya. "kenapa gue jadi mikirin dia lagi? baguslah kalau dia nggak peduli ama gue lagi! gue nggak usah mikirin dia juga, dan gue pun bebas memilih cinta gue".
tasya mengambil ponselnya dan mengetik pesan di wa untuk menghubungi roby.
to: kak roby
kakkkk
kakak marah ya?
jangan marah dong kakππππ
tak lama kemudian muncullah pesan balasan.
from : kak roby
to : kak roby
jadi kakak nggak marah?
from: kak roby
nggak kok
kakak rasa kakak marah sama davi
soalnya kamu mikirin dia terus
kakak merasa cemburu sama davi
to : kak roby
__ADS_1
maafin aku ya kak
aku janji nggak bakalan mikirin davi lagi
ciusssπππ
from: kak roby
beneran nih?
to : kak roby
beneran lah kak!
from: kak roby
oke, sebagai ganti kencan kita yang gagal, kakak mau ngajakin kamu jalan-jalan besok
to : kak roby
besok kak?
from : kak roby
iya besok
kamu dandan yang cantik yaπππ
to : kak roby
iya kakkkπΌπΌπΌ
tasya sangat senang, dengan ini ia tidak akan memikirkan davi lagi.
*****
TBC
__ADS_1