Musuhku, Suamiku

Musuhku, Suamiku
Chapter 24 : Pengamatan Rangga dan Adel (2)


__ADS_3

"Wuaaaahhhh selesaii". Tasya merenggangkan otot-ototnya yang terasa kaku karena terlalu lama duduk. Hari ini ia sudah menyelesaikan presentasinya, dan Dosen yang mengajar memberikannya nilai A.


Sebenarnya ini juga berkat bantuan Davi, karena ia tak begitu mengerti materi kali ini. Tadi ia sempat meminta tolong ke Davi untuk mengajarinya tentang materi yang akan ia presentasikan.


Ajaibnya...


Saat Davi yang mengajarnya, ia langsung mengerti tanpa harus diulang-ulang lagi seperti Dosen. Jadi Tasya merasa Davi sangat cocok menjadi Dosen.


"Tasya, gue mau tanya sesuatu nih". Kata Adel sambil menahan Tasya yang hendak keluar dari kelas.


"Apa?". Tanya Tasya.


"Lo deket ama Davi ya? Soalnya kalian akhir-akhir ini berduaan mulu".


"E.. enggak kok". Jawab Tasya.


Adel menyipitkan matanya. "Ngaku aja deh!".


"Nggak kok, mana mungkin gue deket ama Davi. Davi tuh musuh gue, rival gue, mana mungkin gue bisa deket ama dia".


Adel merengut. "Kalau gitu kenapa akhir-akhir ini kalian sering nempel kaya lem?".


"Ohhh, soalnya gue minta tolong ke Davi buat ajarin gue materi tentang pemblajaran ini".


"Kok dia mau?".


"Ya karena gue bayar lah! Gue jadinya harus mentraktir dia makanan selama seminggu di cafetaria".

__ADS_1


Tasya tak bohong. Karena Davi sudah berjasa, Davi meminta imbalan berupa traktiran di cafetaria. Tapi Tasya menambahkan, tak boleh lebih dari Rp.30.000


"Nggak percaya gue, pasti lo ama Davi ada hubungan kan? Hahh.. atau..". Adel menyipitkan matanya, menatap Tasya penuh intograsi.


Yang ditatap langsung keluar keringat. Karena ini pertama kalinya, Tasya melihat Adel menatapnya seperti itu.


"Lo pacaran lagi ama Davi!". Kata Adel meninggikan suaranya, membuat semua yang masih ada di kelas menoleh dan terkejut.


"Tasya pacaran ama Davi? Serius?".


"Masa sih? Bukannya mereka musuhan ya?".


"****, sok-sokan musuhan, eh tau-taunya pacaran. Dasar anak jaman sekarang!".


"Waahhh, pantesan akhir-akhir ini mereka sering bareng! Mereka pacaran, toh!".


"Tapi gapapalah, mereka lumayan cocok kok!".


"Lo ngomong bisa nggak sih jangan keras-keras?". Tanya Tasya.


"Heehhh, berarti lo ama Davi beneran..".


"Nggak lah! Mana mungkin gue pacaran ama dia!". Potong Tasya.


"Guysss, dengerin gue, gue nggak pacaran ama Davi. Gue deket ama Davi karena gue minta tolong dia buat ngajarin gue soal presentasi tadi. Kalian tau kan, gue paling lemah soal presentasi, jadinya gue minta tolong ke Davi buat ajarin gue". Kata Tasya.


"Owhh, jadi cuma bohongan toh? Yaaahh, gue pikir beneran".

__ADS_1


"Yaudah lah, lagian mereka emang nggak bakal bersatu. Mereka kan kaya air ama minyak".


"Tom dan Jerry kali".


Tasya menoleh kearah Adel dengan tajam lalu mengambil tas nya. "BYE!".


Adel mengusap air liur Tasya yang bercipratan ke wajahnya. "Jorok amat tuh anak".


Setelah kepergian Tasya, Adel pun keluar dari kelas. Didepan kelas, Rangga sudah menunggunya dengan headshet yang bertenger di kedua telinga pria itu.


"Tadi gue liat Tasya keluar". Kata Rangga.


"Ya, dia ngambek karena gue bilang dia pacaran ama Davi". Jawab Adel.


"Kok lo gblok sih? Ya jelas lah dia ngambek! Kan dia musuhan ama Davi, mana mungkin mau dibilang pacaran".


"Yaudah, ayo, keburu Tasya hilang".


Adel dan Rangga pun mengikuti Tasya yang sedang menelepon seseorang. Tasya pun berjalan kearah parkiran.


Adel dan Rangga bersembunyi seperti biasa, mengintip Tasya dari kejauhan. Tak lama kemudian datanglah seorang pria yang mengacak rambut Tasya.


"Ehhh, Davi?!". Rangga dan Adel sontak terkejut ketika melihat pemandangan itu.


Taysa hanya tersenyum dengan perlakuan Davi, lalu keduanya masuk kedalam mobil yang sama .


Rangga dan Adel pun saling menoleh. "KOK MEREKA BARENGAN?!".

__ADS_1


****


TBC


__ADS_2