
"Lo pulang duluan aja, gue pulang ama pacar baru gue". Ucap Tasya didalam telpon ketika Davi menanyakan tempatnya.
"Yaudah, baguslah kalau lo udah punya pacar baru". Balas Davi dari seberang.
Tasya mematikan telepon dan menatap kearah Fahri yang sedang setia duduk diatas sadel motornya.
Fahri selalu tersenyum kearahnya. Tasya selalu malu-malu dibuatnya. Bahkan senyum Fahri jauh lebih baik daripada Davi.
"Kenapa?". Tanya Fahri karena Tasya malu-malu.
"Eh.. g.. gapapa kok". Jawab Tasya.
"Yaudah, kalau gitu boleh nggak aku ajak kamu makan dulu sebelum pulang?". Tanya Fahri.
"Boleh, kok". Jawab Tasya.
"Yaudah, ayuk".
Fahri memakaikan Taysa helm. "Pakai helmnya, cantik".
"Iya". Balas Tasya.
Taysa naik keatas sadel motor. Fahri pun menyalakan motor dan membawa Tasya ke sebuah cafe kecil untuk makan bersama.
****
"Tumben kamu ngajakin aku". Kata Mika ketika Davi mengajaknya makan bersama.
"Emm.. soalnya temen yang biasa aku ajak pulang udah ama pacarnya". Jawab Davi.
Mika mengangguk mengerti. "Oke, yaudah ayo".
Davi membukakan Mika pintu mobil, setelah Mika masuk, barulah Davi menutup pintu dan masuk kedalam mobil di bagian setir.
"Kamu mau kemana?". Tanya Davi.
"Emm.. ke... restorant mewah boleh?". Tanya Mika malu-malu.
__ADS_1
Davi mengangguk. "Boleh kok, yaudah kita ke restorant ya".
Davi pun menjalankan mobil menuju restorant mewah.
****
Tasya menatap buku menu yang ada dihadapannya. Ia binggung ingin memesan apa.
"Udah?". Tanya Fahri.
"Aku bingung, mau pesen apa". Jawab Tasya.
"Pesen yang menurut kamu enak".
"Tapi semuanya enak menurutku".
"Yaudah". Fahri menoleh kearah pelayan yang siap mencatat pesanan mereka.
"Saya pesen ini, ini, ini, ini, dan ini". Ucap Fahri sambil menunjuk ke satu persatu menu.
Taysa langsung terkejut. "Kok banyak banget? Kamu ajak temen juga?".
"Ihhh, kalau aku gemuk gimana?".
"Tenang aja, kalau kamu gemuk kamu kan tinggal diet lagi".
Tasya menggembungkan kedua pipinya. "Fahri jahat ihhh!!".
"Hahaha, maaf ya, pacarku sayang... anggap aja ini sebagai hadiah dariku kareja kamu udah mau nerima aku sebagai pacar kamu".
Fahri menarik tangan Tasya dan mengusapnya. "Makasih ya, udah mau nerima aku sebagai pacar kamu".
Wajah Tasya langsung memerah. "A... apa sih! Gombal!".
"Haha, tapi aku nggak ngegombal kok". Balas Fahri.
Tasya memalingkan wajahnya sebentar, lalu kembali menoleh kearah Fahri. Saat itulah wajah Fahri berubah menjadi wajah seseorang yang selalu membuatnya dongkol. Davi.
__ADS_1
Tasya menatap tak percaya. Ia mengusap kedua matanya ketika melihat pemandangan didepannya. Tentu saja ia tak percaya karena Fahri tiba-tiba berubah menjadi Davi.
"Davi? Kok lo disini? Fahri mana?". Tanya Tasya.
Davi mengerutkan dahinya. "Davi siapa?".
Saat itulah Tasya langsung menggelengkan kepalanya, Davi kembali berubah menjadi Fahri. Tasya juga menepuk kedua pipinya bersamaan.
"Tasya? Kamu baik-baik aja kan? ". Tanya Fahri.
"I.. iya, aku baik-baik aja kok. Maaf ya..". Ucap Tasya sambil menyentuh tangan Fahri.
Fahri tersenyum kecil. "Iya, gapapa kok".
****
Davi menatap harga yang tertera di buku menu. Setiap makanan harganya lebih dari Rp.200.000,00
Tapi ia tak memikirkan itu, karena ia adalah orang kaya. Ia tak masalah jika hanya membeli makanan seperti itu. Baginya, itu sama seperti makanan biasa.
"Davi, aku mau ini ya..".
"Iya..". Davi langsung membeku ketika melihat kearah Mika. Gadis itu berubah menjadi seseorang yang membuatnya terkejut.
Tasya
"Kok lo disini? Katanya mau ama pacar". Kata Davi.
"Maksud kamu tadi apa, Dav?". Tanya Mika agak kesal.
"Emm.. maaf ya, tadi aku ngelamun".
"Humph! Kamu tuh ngeselin tau ngga?". Tanya Mika dengan kesal. "Jangan kaya gitu lagi!".
Davi mengangguk. "Iya, maaf ya, sayang..".
****
__ADS_1
TBC