Musuhku, Suamiku

Musuhku, Suamiku
Chapter 22


__ADS_3

Davi menatap ponselnya yang berdering terus-menerus, menampilkan nama "Cewek Gila" diatas layar ponselnya. Davi enggan mengangkatnya.


"Ngapain coba dia nelpon gue? Kemarin marah-marah, sekarang sok nelpon gue". Gumam Davi kesal.


Rangga yang ada disebelahnya tentu merasa terganggu. "Woiii, Davi!! HP lo bunyi bangke!".


"Gue nggak peduli!". Balas Davi sambil terus menatap layar TV yang menampilkan siaran kartun.


"Gue keganggu elah, angkat aja napa!". Kata Rangga mendesak.


"Gue nggak mau, kalau lo mau angkat ya angkat aja. Sekalian bilang gue nggak ada". Kata Davi kesal.


Rangga mengerutkan dahinya. "Kenapa sih lo? Kaya cewek PMS aja! Lagian siapa nih? Cewek gila? Mantan lo ya haha?".


Rangga pun mengangkatnya, tak lupa menekan tomblo speaker agar Davi dapat mendengar percakapan mereka.


"Halo..".


"DAVIIII!!!!". Suara itu langsung mengagetkan Rangga. Telinga Rangga bahkan serasa berkedut karena suara cempreng itu.


"Vi, kayaknya dia beneran marah ama lo deh". Bisik Rangga.


"Emm.. ini siapa ya?". Tanya Rangga.


"HIKS!! DAVI TOLONGIN GUE!! KAK ROBY GILAA!!! DIA MAU MEMPERKOSA GUE HIKS!!".


Davi yang mendengarnya langsung mengambil alih ponsel dari Rangga. "Lo serius?!".


"IYA! TOLONGIN GUE, DAV!! GUE NGGAK MAU KAYA GINI HIKSSS!!!". Isakan terdengar dari seberang.


"Oke, oke, sekarang lo kasih tau dimana alamatnya". Kata Davi.


"D.. di..".


Tut.. tut.. tut..

__ADS_1


"Heh? kok mati?". Davi langsung berdiri dan memakai jaketnya.


"Dav? itu siapa? dia bilang mau diperkosa? diperkosa siapa? Kak Roby? Dia siapa sih?". Tanya Rangga karena kebingungan.


"Jangan banyak tanya sekarang! Lo tau nggak alamat Kak Roby?". Tanya Davi.


"Ohh, kalau kosannya gue tau..".


"Anterin gue kesana cepet!". Davi langsung menyeret Rangga keluar dari rumahnya.


"Eehhhh, jelasin dulu kita mau kemana?!". Tanya Rangga.


"Sttt, jangan banyak tanya! Sekarang lo masuk!".Davi mendorong Rangga kedalam mobil.


Davi langsung masuk kedalam mobil dan mengebut. "Kasih tau jalannya!".


"Lo kenapa sih, Dav?". Tanya Rangga.


"KASIH TAU JALANNYA, RANGGA!".


Rangga yang kaget langsung gelagapa. "Lurus belok kanan".


****


"Mati!". Tasya terkejut ketika ponselnya mendadak mati daya. Ia ingat, kemarin ia memang lupa mengisi ulang daya ponselnya, sekarang ponselnya sudah mati, ia tak memberikan alamat kepada Davi, sekarang ia akan tamat.


"Tasya sayang..". Roby mengetuk pintu. "Mau sampai kapan kamu sembunyi, hmm?".


"Pergi!". Pekik Tasya.


"Kenapa harus pergi?". Tanya Roby. "Ini kosanku, kamu kan tamuku".


"Taysa.. kalau kamu nggak buka pintunya, Kakak bakalan dobrak lhoo". Kata Roby yang membuat Tasya terkejut.


Tasya tak membalas, membuat Roby langsung mendobtak pintu hingga runtuh.

__ADS_1


"Kyaa!!". Tasya kaget ketika pintu Roboh didepan matanya. Roby langsung menatapnya penuh nafsu.


"Ayo, kita main!". Roby menarik Tasya keluar dari kamar mandi, ia menjatuhkan Tasya keatas kasurnya dan langsung menindihnya.


"Aaa!!! Lepasin!! Tolong!!!". Tasya memekik terus menerus, air matanya tak bisa berhenti mengalir kala Roby terus mengerayangi tubuhnya.


Roby pun menarik kemeja yang dikenakan Tasya, hingga kancing-kancingnya lepas dan menampilkan tubuh bagian atas Tasya yang hanya dibalut bra merah.


"Dada kamu kecil ya, tapi gapapa lah, Kakak mau coba yang baru".


"Lepas! Daaviii!!".


BRAK!


BRAK!


BRAAAAAKKKK!!


Pintu masuk roboh setelah didobrak dua orang pria yang tak lain adalah Davi dan Rangga. Rangga nampak kaget melihat Tasya ada disana, sedangkan Davi langsung menarik Roby dan menghajar pria itu membabi buta.


"Davi!! Udah!!". Rangga mencoba memisahkan Davi dari Roby yang tak bisa melawan, karena Ace dari klub boxing itu terus menghajarnya.


"Bngst! Orang kaya lo bajngan! Sampah! Berani banget ama cewek! Lawan gue kalau lo berani!!!". Pekik Davi dengan nyalang.


"Udah, udah". Rangga menarik Davi hingga melepaskan Roby yang sudah tak sadarkan diri.


Davi melirik kearah Tasya yang mencoba menutupi tubuh bagian atasnya, karena kemejanya robek. Gadis itu masih menangis sampai sesegukan.


Davi langsung memeluknya dengan erat, Tasya pun ikut membalas pelukan itu.


"Hiks.. gue takut, Vi.. gue takut..". Kata Tasya.


"Sttt, nggak usah takut, gue disini..".


Sementara itu Rangga menatap keduanya dengan heran. "Bukannya mereka musuhan ya?".

__ADS_1


****


TBC


__ADS_2