Musuhku, Suamiku

Musuhku, Suamiku
Chapter 4


__ADS_3

Tasya dan Davi kini sudah resmi menikah dan menjadi suami istri. meskipun keduanya mementang, pernikahan terus dilanjutkan. tapi pernikahan dilaksanakan secara tersembunyi atas permintaan Tasya dan Davi yang enggan pernikahan mereka terekspos pihak luar.


"Nah, mulai hari ini kalian tinggal disini". Ucap Bu Mia.


"Berdua?". Tanya Tasya.


"Iya lah". balas Bu Dewi.


"Tapi, Ma. kenapa Tasya harus satu apartement ama dia? tasya nggak mau, ma!".


"Eh, Tasya. kamu kan udah resmi jadi istrinya Davi, udah resmi jadi menantu Bunda juga. jadi kamu harus tinggal berdua ama Davi untuk mencairkan suasana". balas Bu Ina.


"Sampai kapanpun Tasya nggak bakalan bisa mencintai Davi! davi kan jelek!". kata Tasya.


"Enak aja lo ngatain gue jelek! lo yang jelek kali!". balas Davi tak terima.


"Gue tuh cantik ya, gue cewek paling cantik sejagat raya". kata Tasya.


"Mimpi lo! cantikan juga Ana ketimbang lo!". balas Davi.


"Ana, ana terus.. bisa nggak sih kamu jangan ngomongin cewek itu terus?". tanya Bu Ina.

__ADS_1


Ana itu adalah orang yang paling diincar Davi. gadis itu memiliki paras cantik dan polos. dia adalah satu-satunya wanita yang menolak ketika diajak kencan dengan Davi.


ah tidak..


dia bukan satu-satunya. Davi lupa jika ada satu lagi wanita yang pasti menolaknya. siapa lagi kalau bukan Tasya.


"Kalian satu kamar ya". kata Bu Dewi.


"Apa?!". Tasya dan Davi memekik bersamaan. keduanya langsung merasa pusing.


"Iya lah, kalian kan udah resmi. jadi harus satu kamar dong". kata Bu Ina.


"Sebenarnya Mama nggak mau ngeganggu malam pertama kalian, tapi karena kalian masih canggung dan nggak terlalu akrab, mama akan nginep disini malam ini". Kata Bu Dewi yang membuat Tasya dan Davi lega.


"Tapi...". Bu Dewi Tersenyum. "Mama pengen malam ini kalian buatin Mama cucu".


"Hah?!". Tasya dan Davi terkejut.


"Mama kan pengen punya cucu dari kalian, masa cuma Deva ama Mawar aja sih yang buatin Mama cucu. kalian juga dong". Kata Bu Dewi.


"Bunda setuju. kalian harus buatin Bunda cucu. Davi, kamu anak semata wayang Bunda, jadi Bunda pengen kamu buatin Bunda cucu cewek". Balas Bu Ina dengan wajah senang.

__ADS_1


"Mama juga pengen punya cucu cewek, yang cowok kan udah ada Rafa, sekarang tinggal yang cewek". Kata Bu Dewi.


"Nanti kita bisa main ama cucu cewek kita, besan". ucap Bu Ina.


"Iya, saya juga nggak sabar".


Kedua ibu-ibu itu tertawa kecil dengan ramah karena kata-kata mereka. sedangkan Davi dan Tasya langsung gelisah.


"Udah, kalian ke kamar aja. baju-baju kalian udah dimasukin ama pelayan". ucap Bu Ina halus.


"I.. iya, Bun".


Davi dan Tasya lalu menuju kamar mereka yang merupakan kamar paling luas di apartement itu.


"Sial, gimana nih, gue nggak mau buat anak bareng lo". Kata Tasya setelah masuk kedalam kamar.


"Lo pikir gue mau?". Tanya Davi.


"Terus gimana dong? Orang buat anak kan biasanya ada suara desahan kaya gitu. kalau Mama ama Bunda nggak denger, terus kita dilabrak, gimana?".


Davi berpikir sejenak, lalu ia menemukan ide. "Tenang aja, gue punya ide".

__ADS_1


__ADS_2