
tasya memasukkan nomornya kedalam ponsel milik roby, kemudian mengembalikan ponsel itu.
"tunggu telpon gue ya, cantik". roby mencolek dagu tasya sebelum pergi.
tasya bergidik. ia mengusap dagunya yang terasa aneh. adel datang dengan dua gelas es jeruk. ia menatap roby yang pergi dengan senyuman kemenangan.
"tadi ngapain kak roby nyamperin lo?". tanya adel.
"lo tau dia?". tanya tasya.
"tau lah, dia kan terkenal banget. dia itu senior kita yang paling populer. banyak yang mau pacaran ama dia, tapi nggak ada yang berhasil dapetin hatinya. soalnya dia itu pilih-pilih banget". jawab adel.
"ohh, dia barusan minta nomor gue".
adel langsung terbatuk es jeruk setelah mendengar perkataan tasya. "what?! lo serius?!".
tasya mengangguk. "iya, mukanya mesum gitu..".
"ehhh, lo beruntung! itu artinya dia naksir ama lo! lo terima aja, bagus banget kalau lo bisa pacaran ama dia". kata adel sambil menarik tangan tasya dengan mata berbinar.
"lo kenapa sih? emang dia sebegitu populernya ya?". tanya tasya.
"iya, kalau lo pacaran ama dia, lo pasti terkenal juga. dan lo bisa promosiin instagram gue nanti wkwkwk".
"terserah". tasya melahap baksonya dengan kesal.
****
__ADS_1
tasya terus saja dihubungi oleh roby. pria itu tak henti-hentinya mengirimnya pesan lewat wa. pesan singkat dan pesan panjang, bercampur menjadi satu.
tapi entah kenapa...
tasya merasa nyaman berbalas chat dengan roby. roby begitu menggodanya. pria itu menggunakan kata-kata romantis yang bisa membuatnya tersenyum sendiri.
davi yang sedang menyetir tak hentinya menoleh kearah tasya yang terus tersenyum. "lo lagi ngapain sih?".
"kepoooo". jawab tasya.
"kak roby?".
"kepo!".
"kenapa dia chat lo?".
"kepo!".
"hati-hati ama dia, lo baru kenal masa udah ditembak aja". celetuk davi.
tasya menoleh. "helooo, masalah lo apa? kita udah buat perjanjian inget? boleh berpacaran! lagian, kak roby kayaknya nggak bakalan nembak gue".
"darimana lo tau? lo nggak liat mukanya yang mesum tadi?". tanya davi.
"tadi gue emang pikir di mesum, tapi lama-kelamaan pikiran gue tengang dia berubah. dia sama sekali nggak mesum, yang ada dia romantis, malahan muji gue terus lagi".
"halah". davi mengejek.
__ADS_1
tak lama, mereka sampai di rumah. tasya dengan cepat keluar dari mobil dan masuk kedalam kamarnya.
davi tak mempedulikan itu. ia masuk kedalam dapur, tapi tak ada apapun disana. "tasya!!! masakin gue!! gue laper!!".
"bisa nggak sih lo diem? gue tuh lagi ngomong ama kak roby! lo masak mi sana! buat dua juga boleh!". kata tasya.
davi merengut kesal. ia pun memasak dua bungkus mi dengan rasa berbeda. salah satunya ia tambahkan cabai yang banyak. tentu saja itu untuk tasya.
"mampus lo kena diare nanti!". kata davi dengan suara dan kekehan kejam, bak penyihir jahat.
"tasya! udah mateng!". pekik davi.
tak ada jawaban.
"TASYAAAAAA!!!".
"IYA BENTAR!! NGGAK USAH TERIAK JUGA KALI!".
Kenapa malah balik tasya yang meneriakinya? dasar wanita!.
tasya keluar dari kamarnya dan duduk di meja makan. ia menatap davi yang sudah menyantap mi rasa soto.
tasya meletakkan ponselnya disebelahnya dan mulai melahap mi itu. tapi saking pedasnya mi itu, membuatnya terbatuk dan tersedak.
davi tertawa kencang. "mampus!".
"daaaviiiii!!!!!".
__ADS_1
****
TBC