
"Boleh kok!". Jawab Tasya dengan semangat. Tentu saja ia sangat senang apabila diajak PDKT oleh orang tampan seperti Fahri.
"Kalau gitu, kita intro dulu ya?". Tanya Fahri.
"Siap!". Balas Tasya.
Keduanya lalu berkenalan satu sama lain dan berbagi tentang kebiasaan mereka. Tentang apa yang merupakan kesukaan mereka, apa yang mereka tidak sukai, hobby mereka, dan tipe pacar.
Adel yang melihat Tasya dan Fahri dengan menjadi agak kesal. Tentu saja ia kesal karena Tasya sudah memiliki suami, jika ia berdekatan dengan Fahri seperti itu, pasti hubungannya dengan Davi akan hancur.
"Jangannn!!". Adel mendekat ketika Fahri hendak menyentuh lengan mulus Tasya. "Nggak boleh!".
"Lo kenapa sih, Del?". Tanya Tasya heran karena Adel membuatnya kehilangan kesempatan untuk bersentuhan dengan Fajri.
Adel menatap tajam kearah Fahri yang gugup bahkan takut dengan tatapan tajam Adel. Adel yang sekarang bukanlah Adel yang dulu. Jika Adel yang dulu lemah, maka Adel yang sekarang sudah kuat.
Adel sudah banyak belajar dari pengalamannya. Di bully tidaklah membuatnya menjadi lemah, tapi membuatnya menjadi berani melawan dan berani menunjukkan kilaunya.
"Dia udah punya pacar!". Adel menunjuk kearah Tasya.
Tasya sontak terkejut, Fahri juga. Tapi bukan hanya mereka, seluruh mahasiswa di kelas langsung terkejut setelah mendengar perkataan Adel.
"Heh? Lo serius, Del? Emangnya Tasya pacaran ama siapa?".
"Ama Davi, ya?".
__ADS_1
"Masa sih? Kan baru kemarin Tasya bilang dia nggak pacaran ama Davi".
"Kan bisa saja, siapa tau Tasya malu-malu memublikasikan hubungannya ama Davi. Lo tau kan, Tasya itu kaya gimana? Mungkin karena dia musuhan ama Davi, jadinya dia malu kalau tiba-tiba pacaran ama Davi".
"Ohh, bener juga ya!".
"ENGGAK! GUE NGGAK PACARAN AMA DAVI!!". Pekik Tasya.
Fahri menatap Tasya. "Lo beneran belum punya pacar kan?".
"Belum lah! Lo pikir gue bohong?!". Tasya malah jadi kesal dengan Fahri yang tidak mempercayainya.
"Lo juga! Jangan nyebar gosip yang nggak bener!". Tasya berujar kepada Adel.
"Lo cuma nyebar gosip yang enggak-enggak tau! Please jangan nyebar gosip kaya gitu! Gimana kalau mereka percaya gue pacaran ama Davi terus malah ngegosipin gue?!".
Adel mengepalkan kedua tangannya erat. "LO EGOIS TAU NGGAK?!".
Adel langsung keluar dari kelas dengan kesal, tak lupa ia membawa tas nya.
"E..mm.. itu.. g..gapapa?". Tanya Fahri khawatir.
"Udah, nggak usah mengkhawatirkan dia". Balas Tasya. "Dia emang kaya gitu, nanti juga luluh! Maafin dia ya, dia emang kaya gitu. Tapi suer, gue belum punya pacar".
Fahri tersenyum. "Gue ngerti".
__ADS_1
****
Adel berjalan dengan cepat, ia tak peduli setiap pandangan semua orang yang mengarah kepadanya.
"Egois banget dia! Dia pikir gue perlu banget ama dia?!". Gumam Adel.
Adel terus berjalan hingga tak sadar menabrak seseorang. "Eh.. maaf..".
"Lo kenapa?". Rangga memiringkan kepalanya. "Lo nangis?".
"E.. enggak kok! Siapa yang nangis coba?!". Adel mengusap matanya yang memerah dengan kesal. Ia memang ingin menangis, tapi tidak jadi karena ada Rangga didepannya.
"Lo kenapa?". Tanya Rangga.
"Tasya.. dia dideketin ama cowok lagi". Jawab Tasya.
"Ehh? Nggak kapok dia waktu kejadian Kak Roby?".
"Mungkin karena yang kali ini beda, Fahri itu udah populer sekali masuk ke kampus. Dia populer karena dia ramah, ganteng, baik lagi. Tapi gue tetep nggak rela dia deket ama Taysa, gue nggak mau dia jadi perusak hubungan Tasya ama Davi".
Rangga tersenyum. "Lo temen yang baik".
****
TBC
__ADS_1