Musuhku, Suamiku

Musuhku, Suamiku
Chapter 3


__ADS_3

"D.. dijodohkan?". Davi menatap tak percaya.


"Iya, kalian bakalan dijodohkan satu sama lain. kalian bakal nikah dan hidup bahagia selamanya". balas Bu Ina.


"Ma, Tasya nggak mau". Ucap Tasya.


"Kamu harus mau, Tas. kamu tau kan, Mama ama Bu Ina udah lama banget temenan. kita udah ngejodohin anak kita sejak kecil, jadi sekarang kita jadikan kenyataan". Balas Bu Dewi.


"Bunda, ini bohong kan?". Tanya Davi.


"Sayangnya ini bukan kebohongan, Dav. Bunda serius!". Balas Bu Ina.


"Pa..". Tasya menggoyangkan lengan papanya. "Tasya nggak mau, Pa".


"Mau gimana lagi dong, kalian harus nikah". balas Pak Leon.


"Papa, Tasya janji bakalan jadi anak yang baik. tapi tolong jangan nikahin Tasya ama dia, Pa". Kata Tasya.


"Janji kamu Papa pegang, Tas. tapi tetap aja Papa nggak bisa. anggap saja, kalian sedang berlatih untuk akur dan membangun rumah tangga bersama".


"Bunda, please...". Davi mencoba merayu bundanya.


"Maaf, sayang. tapi bunda nggak bisa". balas Bu Ina.

__ADS_1


"Kak Deva.. tolong aku, kak. aku nggak mau nikah ama orang buluk!". kata Tasya kepada kakaknya.


"Kakak baru tau tentang ini, Tas. kakak nggak bisa berbuat apa-apa. kedua pihak udah setuju". balas Deva.


"Tapi aku kan nggak setuju, kak. kenapa pernikahannya tetap dilanjutkan?".


"Tasya, dengerin kakak. mungkin aja pernikahan ini demi kebaikan kita bersama. kamu inget Kak Mawar?".


Tasya mengangguk. Mawar adalah kakak iparnya sekaligus istri dari Deva. Keduanya dijodohkan ketika kuliah semester keempat.


awalnya keduanya menolak, tapi keduanya melaksanakannya dengan bersikap dewasa. lambat laut keduanya saling mencintai dan akhirnya menjadi pasangan suami istri yang bahagia.


kini mereka sudah dikaruniai seorang putra berumur 1 setengah tahun bernama Rafa.


"Tapi, Kak. aku nggak sudi mencintai makhluk astral!". Balas Tasya. "Apalagi macam dia!".


Tasya menunjuk kearah Davi yang menatapnya dengan kesal.


"Hei, lo pikir gue mau mencintai elo? masih banyak cewek cantik di dunia ini yang mau ama gue. gue nggak usah susah payah mendekat, mereka pasti nyamperin gue". kata Davi.


Tasya berdecih. "Kalau gitu mending lo nikah ama mereka aja, jangan nikah ama gue".


"Gue nggak sudi nikah ama lo, orang kaya lo nggak cocok buat gue. dasar rata!".

__ADS_1


"Rata?". Tasya menggeram kesal. jelas-jelas ia tidak rata dan cukup.. ehm.. mntok. "Enak aja lo ngatain gue rata, jelas-jelas gue nih cantik, langsing, pinter lagi".


"Mimpi lo!".


"Heh, kenapa kalian malah berantem disini?". Bu Dewi menegur.


"Udahlah, Wi. biasa, anak muda kan terlalu bersemangat". balas Bu Ina.


"Bunda, pokoknya Davi nggak mau nikah ama dia!". Kata Davi.


"Tasya juga nggak mau nikah ama dia, Ma!". Kata Tasya.


"Tapi Mama pengennya kamu nikah ama dia. daripada kamu terus dikejar ama dia". Balas Bu Dewi.


"Bunda juga lebih setuju kamu nikahnya ama Tasya, daripada kamu pacaran ama orang yang Mama nggak suka. siapa itu namanya.. Ana?". Tanya Bu Ina.


"Mama jangan nyamain Ana ama dia, Ana itu baik, Ma". Balas Davi tak terima.


"Ana? cewek cabe itu?". Tasya mencibir. "Cantikan juga gue".


"Lo!!". Davi menggeram kesal.


"Oh ya, pernikahan dilaksanakan bulan depan". celetuk Pak Alex.

__ADS_1


"APA?!!".


__ADS_2