Musuhku, Suamiku

Musuhku, Suamiku
Chapter 11


__ADS_3

"Nang.. ning.. nung.. nang.. ning.. nung..". Davi mengangkat Rafa tinggi-tinggi. beberapa kali ia melempar Rafa keatas hingga anak kecil itu terkekeh bahagia.


"Pipi!!". Rafa terkekeh. air liurnya keluar membasahi jempolnya yang sudah ia hisap.


"Eh, jangan dihisap kaya gitu, itu kotor". Davi mencoba melepaskan Rafa yang mengemut jempolnya sendiri.


"Jangan, jangan **** itu". davi mengambilkan empeng yang ada di meja dan memasukkannya kedalam mulut rafa. "Nih, **** empeng aja ya".


"Tata!".


"Tasya? dia lagi keluar, dia nggak peduli ama lo, jadi nggak usah dicariin". jawab davi dengan kesal, mengingat karena tasya menitipkan rafa kepadanya, ia jadi gagal kencan.


"Aku pulang!". tasya masuk kedalam rumah dan melepas sepatunya. ia menatap davi yang menoleh kesal kearahnya dengan rafa yang ada di gendongannya.


"Rafa sayangggg". tasya merebut rafa dari gendongan davi dan langsung menghujani pipi rafa dengan puluhan ciuman yang membuat anak itu terkekeh karena geli.


"Puas lo jalan-jalannya?". tanya davi.


tasya menoleh dan tersenyum. "puas lah, gue makan cake tau!".


tasya meletakkan sebungkus chesee cake yang dibawanya diatas meja. "buat lo".


"tau nggak, gara-gara lo nitipin rafa ke gue, kencan gue ama ana jadi hancur!". kata davi kesal dan duduk di sofa.


"Hmm?". tasya tersenyum, gadis itu bergumam. "emang itu rencana gue".


"ya ampun, tasssyaaaaa". davi memperhatikan chesee cake yang tinggal setengah itu.

__ADS_1


"Setengahnya lagi kemana? digigit tikus?". tanya davi.


tasya menggelengkan kepalanya. "setengahnya lagi di perut gue, kenapa? masalah?".


"masalah lah! lo ngasih kue kaga ikhlas!".


"yaudah, kalau nggak mau buat gue aja sih. ngapain juga gue repot-repot ngasih elo kalau lo nggak mau".


"Mau lah!". davi memakan chesee cake dengan kesal. tasya tersenyum miring. davi tak mungkin bisa menahan godaan chesee cake, itu adalah makanan favorit nya.


tasya duduk di sofa single yang berbeda dengan davi. "Dav, lo masih deket ama ana ya?".


davi menoleh. "Sejak kapan lo peduli?".


"gue cuma nanya!". jawab tasya dengan kesal.


"Hm?". tasya memperhatikan davi. "lo serius? lo tau nggak dia itu orangnya kaya gimana?".


"tau lah, dia cantik, ceria, polos, elegan, baik hati, nggak sombong lagi. tipe gue banget deh!".


tasya mendadak tertawa geli, membuat rafa yang ada di gendongannya ikut tertawa. sedangkan davi menatapnya dengan heran.


"Ngapain lo ketawa?". tanya davi.


"Haha.. gapapa, cuma lucu aja sih". jawab tasya sambil menahan tawa.


"apanya yang lucu?". tanya davi.

__ADS_1


"gue kasih tau sesuatu ya, suamiku sayang". tasya memainkan kedua alisnya.


"Apa? jangan bikin gue kesel deh".


"Ini tentang ana yang selalu lo bangga-banggain. dia udah punya PACAR".


Davi terdiam, menatap Tasya yang tersenyum miring bak pemeran antagonis.


"Cih, lo pasti cuma mau memfitnah ana kan? ana mah orangnya bukan kaya gitu! kalau dia udah punya pacar, dia pasti nggak mau deket-deket ama gue".


"Lo cuma dimanfaatkan!".


"Lo cuma iri!".


tasya terkejut. "ngapain gue iri?".


"lo iri karena gue perhatian ama ana, lo bilang aja kalau lo mau gue perhatiin juga kan? sekarang gue tau kenapa lo nitipin rafa ke gue kemarin, itu karena lo sengaja mau bikin kencan gue ama ana hancur kan?! lo suka sama gue ya?!".


tasya berdiri. "Enak aja lo! gue berbicara tentang kebenaran tau! lo seharusnya dengerin gue!".


"alah! bilang aja lo emang ngiri! dasar jlng!". davi langsung pergi setelah mengatakan itu.


tasya terkejut, ia menggigit bibir bawahnya dan memegangi dadanya yang terasa berdenyut. "sakit bngst".


****


TBC

__ADS_1


__ADS_2