Musuhku, Suamiku

Musuhku, Suamiku
Chapter 16


__ADS_3

"lo mau kemana?". tanya davi ketika melihat tasya berias di kamarnya.


gadis itu menoleh dan tersenyum kecil. "kencan lah!".


"what? ama siapa?".


"kak roby". tasya memasang anting berbentuk bunga miliknya di telinganya. "gue harus tampil secantik mungkin, biar kak roby kesemsem ama gue hihihi".


"lo udah mulai jatuh cinta ama dia?". tanya davi.


"nggak tau". jawab tasya.


"terus? kenapa lo mau kencan ama dia?".


tasya memutar bola mata malas. "kan namanya kencan! lo gimana sih?!".


"terus kalau dia nembak lo gimana?".


"ya, itu urusan gue lah. kenapa lo yang ngurus coba?". tanya tasya ketus.


"lo belum buatin gue sarapan". kata davi.


"udah kok, gue buatin ayam goreng lagi buat lo. lo tuh beruntung karena suasana hati gue lagi baik, jadi gue bisa buatin ayam kesukaan lo".


davi melipat kedua tangannya. "emangnya bagusnya roby itu apa sih?".


"bagusnya? ya karena dia ganteng".

__ADS_1


"cih, gantengan juga gue". kata davi yang langsung mendapat lemparan bantal oleh tasya.


"jelas gantengan kak roby lah! orang kaya elo mah kalah kalau dibandingin ama dia".


tasya mengambil tas selempangnya dan merapikan pakaiannya serta rambutnya. "cantik nggak gue?".


"nggak!". jawab davi.


"eleh! lo iri kan karena gue cantik?".


"udah sana pergi! ngapain juga elo masih disini, udah ditunggu ama tuh roby-robyan".


tasya mendekat dan menengadahkan tangannya.


davi mengerutkan dahinya. "maksud lo?".


"hah?!". davi memekik, ia benar-benar terkejut dengan ucapan tasya. "lo harusnya pake duit sendiri tau! ini kan kencan lo, bukan kencan gue!".


tasya merubah ekspresinya menjadi kesal. ia menendang tulang kering davi lalu keluar dari kamarnya. "DASAR PELIT!!".


sedangkan davi terus memegangi kakinya yang terasa berdenyut akibat tendangan tasya. "sialan, tuh bocah kuat juga".


davi pun keluar dari kamar tasya dan mencoba mengintip lewar jendela yang menghubungkan dengan luar rumah. disana roby dengan senyum manisnya memberikan helm kepada tasya, bahkan memakaikannya.


entah kenapa davi merasa kesal. ia merengut. "apa bagusnya coba dia dari gue?".


setelah mereka pergi, davi keluar dari rumahnya dan pergi ke rumah rangga.

__ADS_1


****


"HUAAAA!!!".


"Heh!". rangga menjitak kepala davi karena si empunya berteriak, membuatnya terkejut dan kesal.


"jangan berisik di rumah orang! adik gue masih tidur tau! kalau dia bangun, terus nangis, gue yang kena!". kata rangga.


"gue tuh lagi kesel". davi mengambil bantal guling rangga dan memeluknya dengan erat


"kesel kenapa lo? apa gara-gara lo ditolak? ya ampun, dav! akhirnya gue nemu cewek yang nolak elo!". kata rangga penuh syukur.


karena selama ini, tak ada satu wanita pun yang mampu menolak davi. mereka bahkan rela mengemis cinta davi dan mempertaruhkan harga diri mereka demi davi.


tentu saja rangga senang jika ada wanita yang mampu menolak pesona davi, karena menurutnya wanita itu pasti sangat waras.


"jadi lo ngatain seluruh mantan gue nggak waras gitu?!". tanya davi.


"iya lah, mereka nggak waras karena punya pacar yang nggak waras juga". celetuk rangga yang langsung mendapat pukulan oleh davi.


"bacot!". davi menidurkan dirinya di ranjang rangga. ia mencoba memejamkan matanya dan melupakan semua hal tentang roby yang membuatnya kesal. tapi semua hal tentang roby dan tasya malah terngiang-ngiang di kepalanya.


"sial! kenapa gue jadi kepikiran tasya?!".


****


TBC

__ADS_1


__ADS_2