Musuhku, Suamiku

Musuhku, Suamiku
Chapter 26


__ADS_3

Adel melipat kedua tangannya didepan dada seraya terus menatap kedua insan berbeda jenis didepannya. Disebelahnya Rangga juga menatap dengan tatapan yang sama, tapi wajah Rangga masih tidak terlalu menyeramkan.


Kini Tasya dan Davi sudah seperti dua orang yang ketahuan berbuat mesum oleh orang tua mereka.


"Jadi...". Adel memulai pembicaraan setelah 30 menit berdiam diri. "Kalian berdua tinggal bareng?".


"Ah.. itu.. sebenarnya Davi lagi..".


"Tasya! gue nggak minta elo buat bohong!". Potong Adel.


Tasya langsung bungkam.


Rangga melirik kearah Davi. "Davi, lo ngaku deh, sebenarnya kalian pacaran kan?".


"Gue beneran nggak pacaran ama Tasya, kenapa kalian nggak percayaan banget sih?". Balas Davi.


"Hah? Lo pikir gue bakalan percaya? Jelas-jelas lo mandi di sini dengan santainya, bahkan Tasya juga buatin makan malam buat lo!". Kata Adel.


"Itu..".


"Kalian tinggal bareng kan?". potong Rangga. "Gue minta kalian jujur!".


"Iya, kita tinggal bareng". Jawab Tasya karena sudah malas meladeni Rangga dan Adel.


"Tuh kan! Kalian pasti ada hubungan sesuatu kan? Jangan-jangan kalian pacaran lagi, atau... kalian bertunangan karena dijodohin orang tua kalian!". Kata Adel.

__ADS_1


"Yang dijodohin itu bener sih". Jawab Davi. "Tapi.. untuk yang bertunangan itu salah, kita nggak pernah bertunangan tuh" .


"Terus? kenapa kalian tinggal bareng kalau bukan bertunangan? biasanya orang yang dijodohin bakalan bertunangan dulu biar saling mencintai". Kata Rangga.


Tasya dan Davi saling melirik. Keduanya mengangguk bersama. "Kita nggak bertunangan, kita langsung nikah".


Adel dan Rangga mengangguk mengerti. Sedetik kemudian mereka terkejut setelah meresapi perkataan keduanya.


"APAAAAA?!!!".


Taysa dan Davi sontak terkejut mendengar teriakan sahabat mereka yang menggema di ruangan.


"Sttt, jangan berisik dong. Kalau kalian berisik, pergi dari rumah gue!". Kata Davi dengan raut wajah kesal.


Tasya mengangguk. "Iya, sebenarnya kita udah nikah. Tapi, nikah yang bukan atas dasar cinta".


"Udah berapa lama?". Tanya Rangga. Sebetulnya ia ingin bertanya seberala lama mereka menyembunyikan pernikahan ini, tapi yang keluar dari mulutnya malah berbeda.


"1 bulan, kenapa? iri lo?!". jawab Davi ketus.


"Astaga, jadi kalian udah sembunyiin ini selama 1 bulan? Tasyaaa, kok lo nggak pernah cerita sih? Gue kan sahabat terbaik lo". Kata Adel dengan rengekan.


"Emhh.. maaf, Del. Gue terpaksa sembunyiin, soalnya lo tau kan, kalau gue ama Davi itu musuhan. Kita nggak mau karena berita gue ama Davi udah nikah tersebar, terus membuat orang yang nasksir Davi patah hati. Ya kan, Dav?". Tasya mengarang.


"Ah..i..iya... kayaknya". jawab Davi.

__ADS_1


"Terus, selama kalian tinggal bareng, kalian udah pernah itu belum?". Tanya Rangga.


"Itu apa?". Tanya Davi heran.


"Ya, itu apa? Lo kalau ngomong yang jelas dong!". Timpal Adel penasaran.


"Ihh, itu lhoo. Yang biasanya dilakukan di malam pertama". Kata Rangga dengan senyum mesumnya.


Davi menyeringai. "Udah".


"WHAAATTT?! JADI KALIAN UDAH WIK-WIK?!". Rangga sontak menutup mulutnya karena berteriak.


"Terus rasanya gimana, Dav?". Tanya Rangga.


"Rasa apa? Balado?". Tanya Davi.


"Bukan! Rasanya malam pertamaan gimana? Enak nggak? ketat nggak? Atau penuh kenikmatan... auww!". Rangga sontak terjungkal ketika Tasya menendangnya dengan kuat.


"Heh! Gue tuh belum malam pertamaan ya ama Davi! Lagian, gue nggak bakalan pernah mau main di ranjang bareng ini orang!". Kata Tasya sambil menunjuk kearah Davi.


"HEH?!".


****


TBC

__ADS_1


__ADS_2