
Tasya sudah siap dengan pakaiannya. Ia mengenakan atasan kemeja rapi berwarna biru dan bawahan rok diatas lutut berwarna putih. Rambut panjangnya ia kepang satu. Dan dia tak akan memakai hak, ia hanya mengenakan sandal biasa.
"Siap!". Tasya meletakkan lip blam yang membuat bibirnya lebih lembab dan memerah.
"Kak Roby pasti kaget ngeliat gue secantik ini hihi". Kata Tasya penuh dengan rasa percaya diri.
Tasya mengambil tas selempangnya, memasukkan ponsel dan dompetnya kedalam sana sebelum keluar dari kamar. Di ruang tamu ia berpapasan dengan Davi yang baru keluar dari dapur dengan semangkuk mi panas di tangannya.
Keduanya saling menatap sinis satu sama lain.
"Apa sih, gaje!". Gumam Tasya dengan kesal lalu keluar dari rumah.
Roby sudah menunggunya di luar, dengan dandanan super tampan dan kacamata hitam kemerahan yang bertenger di kepalanya.
Roby berdecak kagum. Ia menatap Tasya dari atas sampai bawah. Gadis itu terlihat sangat sempurna di matanya.
"Kamu cantik banget". Kata Roby.
Tasya tersenyum malu-malu, ia mengusap rambutnya yang menurutnya kurang rapi. "Makasih, Kak".
"Ayo naik".
Tasya mengangguk dan naik keatas sadel motor gede milik Roby. Roby pun mengendarai mobil menuju tempat yang akan mereka kunjungi.
"Emm.. Tasya, ke supermarket bentar ya, Kakak mau beli sesuatu". Kata Roby.
"Oh, iya, Kak". jawab Tasya.
Roby pun membawa sepeda motor ke supermarket dan memarkirkannya dihalaman supermarket.
"Bentar ya". Kata Roby lalu masuk kedalam supermarket.
__ADS_1
Tasya menunggu di motor. Sesekali ia mencoba melihat Roby yang menghilang masuk kedalam sana.
Sekitar 5 menit, Roby tak kunjung keluar. Tasya pun memutuskan untuk masuk kedalam supermarket.
"Emangnya Kak Roby beli apa sih lama amat?".
Tasya bisa melihat Roby sedang berdiri didepan sebuah rak, tampaknya pria itu tengah memilih sesuatu.
"Kak!".
"Eh.. Tasya, kok kamu kesini sih?". Tanya Roby sambil menyembunyikan sesuatu yang diambilnya.
Tasya mengerutkan dahinya. Ia mencoba melihat apa yang dibeli Roby. "Emmm.. itu apa, Kak?".
"Bukan apa-apa, kok". jawab Roby.
"Kakak udah selesai? Soalnya kakak lama banget".
Tasya merasa heran dengan sikap Roby yang sangat aneh, tapi ia tak terlalu mempermasalahkan hal itu. Ia lalu keluar dari supermarket dan menunggu Roby.
Tak lama kemudian Roby keluar dari supermarket dan memasukkan sesuatu yang ia beli kedalam saku celananya.
"Ayo".
Roby kembali mengendarai sepeda motornya menuju ke sebuah tempat, namun yang membuat Tasya heran...
Roby membawanya ke sebuah rumah...
Bertuliskan
"Kosan Cahaya"
__ADS_1
"Kenapa kita kesini, Kak?". tanya Tasya.
"Ini kosan Kakak, Kakak ngekos disini, ada sesuatu yang ketinggalan didalam". Jawab Roby.
Roby lalu menarik tangan Tasya. "Ikut bentar ya, soalnya kalau diluar nanti kamu diculik lagi".
"Ihhh, Kakak!". Tasya jadi kesal dan ikut dengan Roby kedalam sana.
Setelah Roby membuka pintu, ia dan Tasya pun masuk kedalam sana.
"Duduk dulu, maaf sempit hehe". Kata Roby.
"Iya, Kak". Tasya pun bersimpuh di lantai dan memperhatikan isi kosan Roby yang agak berantakan.
Hingga Tasya menemukan sesuatu yang membuatnya terkejut. Disebelahnya kndom bekas yang masih berisikan cairan didalamnya.
"Ya ampun.. K.. Kak.. Roby..".
"Kenapa, Tas?". Tanya Roby.
"Ah.. Nggak papa kok, Kak". Jawab Tasya gelagapan.
Roby tersenyum dan berjalan kearah pintu, ia mengunci pintu dan membuat Tasya heran.
"K.. kenapa pintunya dikunci, Kak?". Tanya Taysa.
Roby menoleh dan tersenyum. "Tasya.. mau main nggak ama kakak?".
****
TBC
__ADS_1