
Tasya sudah sampai di apartement. Ia membuka pintu apartement dengan tak bertenaga. Ia tak menyangka, Davi akan terus membayanginya.
Apakah Davi tidak puas menganggunya sehingga ikut menganggunya saat ia sedang berdua juga?
"Haahh... kenapa gue kepikiran Davi terusss?!!". Tasya mengusap wajahnya.
"Kenapa sih, kenapa harus Davi? Yang lain kek, Rangga juga gapapa. Hadehhh, kenapa harus Davi?".
Tasya memijat kepalanya yang terasa pening. "Mungkin gue kurang tidur, makanya terus kepikiran Davi. Ya, bisa aja kaya gitu kan?".
Tasya pun memejamkan matanya dan mencoba tidur.
****
"Daahh, Davi" . Mika melambaikan tangannya setelah Davi mengantarnya pulang ke rumah.
"Dah".
Setelah Mika masuk, Davi langsung menghela nafas.
"Gila, tuh cewek ternyata mukanya doang yang polos. Matre juga dia, kalau tau kaya gini, mending gue putusin aja". Gumam Davi, kemudian mengendarai mobilnya kembali ke apartement.
Sesampainya di apartement, Davi dibuat terkejut melihat Tasya yang sedang menonton Upin&Ipin di ruang tamu. Bahkan dengan santainya, Tasya memakan keripik kentang yang merupakan miliknya.
"Kenapa lo kaget?". Tanya Tasya.
"Lo belum tidur? Biasanya lo udah molor jam segini".
"Gue nggak bisa tidur, kayanya gue insomnia deh".
"Terus lo ngapain makan kerpiki gue, hah?". Davi mengambil alih keripik kentang yang tinggal setengah itu.
"Yaelah, please deh.. jadi orang jangan pelit-pelit!". Kata Tasya.
"Lagian, sejak kapan lo ngemil jam segini? Lo nggak diet? Bukannya lo takut kalau lo gendut nanti?".
"Kalau gue gendut, gue bisa diet lagi. Tenang aja, udah siniin!". Tasya kembali merebut keripik kentang yang diambil Davi.
"Oh ya, gimana tuh si Mika?". Tanya Tasya.
"Biasa aja, dia cantik, ramah, baik lagi". Davi berusaha menjunjung tinggi Mika.
"Masa sih?".
__ADS_1
"Ya lah! Terus si Fahri gimana?".
"B aja sih, sama kaya yang lo bilang".
Suasana pun mendadak canggung. Hanya terdengar suara Upin, Ipin, dan teman-temannya yang sedang bermain.
"Emm.. gue tidur ya". Kata Davi.
"Bentar, Vi". Tasya menahan tangan Davi ketika si empunya hendak pergi.
"Ya? Kenapa?".
"Gue.. nggak bisa tidur.. AC di kamar gue rusak, gue kepanasan, makanya gue nggak bisa tidur".
"Terus?".
"Gue..". Tasya mendadak malu. "Boleh nggak gue tidur di kamar lo sementara?".
"O..oh.. y.. yaudah, boleh aja sih, kita kan udah muhrim. Kalau gitu, gue mandi dulu deh, lo ke kamar gue aja duluan".
Davi pun pergi dengan kikuk. Setelah kepergian Davi, Tasya menyesali ucapannya.
"Sialan! Kenapa gue ngomong gitu sih?!". Tasya menghentak-hentakkan kakinya kesal.
Tasya mematikan televisi dan berjalan menuju kamarnya. Ia mengambil bantal gulingnya dan menuju kamar Davi.
"Rapi juga". Gumam Tasya, karena kamar Davi yang rapi untuk ukuran laki-laki.
Tasya pun duduk di ranjang, entah kenapa ia seperti seorang istri yang menunggu suaminya untuk melaksanakan malam pertama.
Tak lama kemudian, Davi datang dengan hanya menggunakan lilitan handuk di pinggangnya, membuat Tasya terkejut dan berteriak.
"Kok lo nggak pake baju sih?!". Tanya Tasya.
"Lah, kan gue baru selesai mandi, gimana sih lo? Ya, gue mau ganti baju disini lah!".
"T.. Tapi kan gue ada disini, lo harus hargai cewek dong!".
"Lah, ini kamar siapa? Yang punya siapa yang marah siapa. Udah, lo tutup aja mata lo, kalau nggak mau liat pusaka gue yang gede".
"Najis!". Tasya pun menutup wajahnya menggunakan bantal.
"Udah, selesai".
__ADS_1
Tasya menurunkan bantal itu dan kembali dibuat terkejut ketika Davi tidak menggunakan atasan.
"Kenapa lo nggak pake baju?". Tanya Tasya.
"Gue udah biasa kaya gini".
"Pake, nggak?!!".
"Iya, iya, gue pake". Davi pun memakai atasannya dan naik keatas ranjang.
"Kenapa?". Tanya Davi karena Tasya terus menatapnya.
"Nggak, nggak papa!".
Setelah Davi mematikan lampu tidur, keduanya mencoba memejamkan mata, tapi tak bisa tidur.
"Davi".
"Hm?".
"Gue nggak bisa tidur".
"Gue juga".
Lagi-lagi keadaan mendadak canggung. Hanya suara detik jam dan hembusan AC yang terdengar.
"Tas, gue boleh tanya sesuatu nggak?". Tanya Davi.
"Apa?".
"Lo masih perawan?".
"HAH?!!".
.
.
.
TBC
Maaf jika saya up terlalu lama, saya sedang menamatkan cerita saya yang ada di wattpad😊
__ADS_1