Musuhku, Suamiku

Musuhku, Suamiku
Chapter 18


__ADS_3

"Dah, kak". tasya melambaikan tangannya kearah roby yang telah pergi meninggalkan rumahnya. ia menghela nafas, kencannya hancur berantakan!


semuanya salah khayalannya tentang davi!


kemana pun ia pergi, ia selalu mendapati davi disana, tapi itu bukanlah davi, melainkan orang lain yang tubuhnya persis seperti davi.


roby bahkan sampai kesal karena tasya terus menyebut nama davi. "bisa nggak sih, kamu jangan nyebut nama davi disaat kita kencan? yang kencan itu kita! bukan kamu ama davi!".


"baru pulang?".


"ya.. wuaaaahhhh!!!". tasya sontak menutup matanya ketika melihat davi yang hanya menggunakan lilitan handuk di pinggangnya. remaja itu bahkan masih menyikat giginya.


"henapa?". tanya davi heran.


"l..lo telanjang!!". jawab tasya.


"ohhh, baru habis mandi. gue denger suara mobil, gue pikir siapa, jadi gue samperin aja". jawab davi dengan tampang watados.


"bisa nggak sih lo kalau mandi jangan pake handuk doang?". tanya tasya.


"lah? kan gue mandi emang kaya gini".


"Maksud gue, pake bathrobe kek, kan lo punya".


"nggak mau. kenapa? lo iri dengan ke sexyan gue kan?". davi mendekat dengan wajah menyeringai.


"m.. mau apa lo?". tasya mundur beberapa langkah hingga punggungnya menyentuh dinding. "syiiitt!".


davi dengan cepat mengukungnya, mulutnya yang masih berisi busa odol tersenyum miring. "lo takut kalau gue memperkosa elo?".

__ADS_1


tasya langsung kesal. gadis itu menggunakan kakinya dan menendang bagian ************ davi, membuat davi langsung terjatuh dengan sadis.


"mati aja sana! humph!". tasya merengut kesal dan menuju ke kamarnya.


****


"kenapa lo?". tanya adel ketika melihat tasya memasuki kelas dengan wajah masam.


"kencan gue ama kak roby hancur! hueee!!".


adel dibuat terkejut. "hah? jadi lo ama kak roby kencan? kok nggak ngasih tau gue sih?".


"gue pengennya ngasih tau elo, tapi gue nggak mau lo tau kalau kencannya hancur!".


adel mengerutkan dahinya. "emang kenapa bisa hancur? lo kentut disebelahnya?".


"bukan".


"bukan".


"lo pingsan di tengah jalan?".


"bukan elah! ini semua gara-gara davi!".


adel malah semakin bingung. "gara-gara davi? kenapa bisa gara-gara dia? emangnya dia ikut kencan bareng elo gitu??".


"enggak, entah kenapa kemana pun gue pergi kencan, gue selalu berkhayal kalau davi ada disekitar gue. gue selalu merasa semua orang adalah davi. dan davi yang gue liat senyum kearah gue, sok kegantengan aja!".


"bentar-bentar...". adel mencoba menyimpulkan sesuatu. "jadi kencan lo hancur karena elo selalu mengkhayal kan davi ada dimana pun?".

__ADS_1


"iya, aneh kan? setiap kali dia muncul, gue selalu teriak 'DAVI', sampai-sampai kak roby kesel karena gue terus-terusan nyebut nama davi".


"jelas lah dia kesel!". kata adel. "siapa coba yang nggak kesel, kalau lagi kencan, terus orang yang diajak kencan malah nyebut dan mikirin orang lain".


"itu artinya kak roby beneran marah ama gue?". tanya tasya.


adel mengangguk. "iya, kemungkinan dia beneran marah ama elo".


"aduhhh, gimana nih?".


"tapi yang harus elo pikirin sekarang bukan kak roby, tapi davi".


"hah? kenapa gue mesti mikirin dia? emang apa bagusnya gue mikirin dia?".


"hahhh, lo ini mikir dong! lo tau nggak kenapa elo bisa mengkhayalkan davi di setiap kencan lo??" .


"nggak tau, mungkin itu karena dia suka menganggu gue, makanya gue jadi kepikiran dia! nyebelin sumpah!!".


adel memutar bola mata malas. "bukan gitu gblk! itu karena hati elo mikirin davi".


"hati?".


"iya, disaat elo berkencan dengan kak roby, pikiran lo selalu memikirkan davi, itu artinya hati lo juga memikirkan hal yang sama".


"jadi gue mikirin davi gitu?". tasya memegangi kepalanya.


"iya". adel mengangguk dan tersenyum. "mungkin aja lo udah jatuh cinta sama davi".


"TIDAK!!!!".

__ADS_1


*****


TBC


__ADS_2