Musuhku, Suamiku

Musuhku, Suamiku
Chapter 23 : Pengamatan Rangga dan Adel


__ADS_3

Rangga Anggara, itulah namanya. Anak ketiga dari keluarga Anggara yang merupakan keluarga yang harmonis. Rangga itu kawan dekatnya Davi, pemeran utama dalam cerita ini.


Mereka sudah berteman semenjak masuk taman kanak-kanak. Sama halnya seperti sahabat sejati... ah.. tidak... mereka memang sahabat sejati.


Saat ini Rangga sedang melakukan pengintaian/pengamatan tentang sahabatnya, Davi. Akhir-akhir ini ia melihat Davi dan Tasya sering bersama.


Tentu saja itu mengherankan!


Siapa yang tidak akan terkejut, melihat dua orang musuh/rival abadi tiba-tiba menjadi akur. Bahkan keduanya kini sering ke cafetaria bersama, semenjak kejadian pemerkosaan itu.


Tidak, Rangga tidak sedih karena ia tak ditraktir lagi oleh Davi, ia hanya heran kenapa Davi bisa berubah begitu cepat. Ia curiga, jika Davi dan Tasya memiliki sebuah hubungan yang special.


Seperti saat ini, Rangga tengah mengintip keduanya yang sedang belajar bersama di halaman belakang kampus. Ia bersembunyi dengan kepala yang menengok kearah mereka. Tentu saja itu menjadi buah bibir semua orang.


"Dia gila ya?".


"Udah gak waras kali".


"Dia ngapain sih?".


"Bukannya dia temennya Davi, ya?".


"Kayak maling deh".


Rangga tak peduli, lebih tepatnya tak mendengar apa yang dikatakan semua orang yang melewatinya. Karena saat ini ia terlalu fokus dengan dua orang yang ada didepan sana.


"Lagi apa?".


Kini Rangga dibuat kaget dengan suara agak cempreng yang berasal dari belakangnya. Ketika ia menoleh, ia mendapati seorang gadis bermata biru tengah menatapnya.


Adelia Harmeson, dia adalah keturunan Indonesia-Amerika. Ayahnya adalah seorang bule yang menikah dengan orang Indonesia, dan memiliki seorang putri.

__ADS_1


Rambut Adel diwarisi dari ibunya, sedangkan matanya dari ayahnya. Gadis berambut pendek itu adalah sahabat terbaik Tasya.


Sama halnya seperti Rangga dan Davi, ia juga berteman dengan Tasya semenjak taman kanak-kanak. Ia sangat menyukai Tasya karena Taysa unik, dan sering membantunya ketika ia dibully.


Kenapa dibully?


Karena matanya yang berbeda dari orang Indonesia pada umumnya. Adel bahkan masih ingat ketika Tasya memukul seorang gadis karena mengejek mata birunya, Tasya berakhir di ruang BK dengan gadis itu.


Dan saat ini..


Adel juga tengah melakukan pengamatan terhadap Tasya dan Davi. Karena keduanya adalah musuh yang tiba-tiba menjadi dekat.


"Lo..".


"Stttt". Rangga menempelkan jari telunjuknya di bibirnya sendiri. "Jangan ribut, nanti mereka curiga".


Adel mengangguk. "Jadi lo temennya Davi?".


"Iya, gue lagi melakukan pengamatan".


"Oh ya, lo juga?".


Adel mengangguk. "Gue Adel, lo?".


"Rangga, mata lo...".


"Aneh ya? Soalnya bokap gue dari Amerika". Potong Adel sebelum Rangga selesai bicara.


Rangga menggelengkan kepalanya. "Nggak aneh kok, malah lo keliatan cantik hehe".


Adel terkejut, ia tersenyum kecil. "Lo payah dalam menggombal!".

__ADS_1


"Heh? Masa sih?!".


Adel kaget ketika Rangga tiba-tiba meninggikan suaranya, ia langsung membekap mulut Rangga dan menarik Rangga untuk bersembunyi, karena suara Rangga membuat Davi dan Tasya menoleh kearah mereka.


"Kok kaya suara Rangga yah?". Tanya Davi sambil mencoba melihat siapa itu.


"Rangga itu siapa?". Tanya Tasya.


Davi menggelengkan kepalanya. "Nggak usah dipikirin, nggak penting. Lanjut belajar aja".


Adel memukul kepala Rangga. "Bisa nggak sih lo nggak berisik?".


"Habisnya lo ngatain gue kaya gitu...". Jawab Rangga.


"Ya kan karena itu emang bener! Kenyataan!". Jawab Adel.


"Eh, kayaknya gue bisa kerjasama ama lo deh".


"Kerjasama?". Adel tak mengerti. "Maksud lo?".


"Maksud gue, kita sama-sama mengamati, kenapa Davi ama Tasya tiba-tiba jadi deket kaya gitu". Jawab Rangga.


Adel mengangguk. "Boleh juga ide lo".


"Jadi lo mau?".


"Oke, gue setuju!".


Rangga dan Adel pun berjabat tangan, bak pasangan detektif yang siap menumpas kejahatan.


"Kita pecahkan apa hubungan Davi dan Taysa!".

__ADS_1


****


TBC


__ADS_2