Musuhku, Suamiku

Musuhku, Suamiku
Chapter 33


__ADS_3

"Kok kusut?". tanya Adel ketika melihat Rangga yang sedang berada didepannya menekuk wajah.


"Mika, dia suka ama Davi".


"Hah?!". Adel langsung terkejut.


Tentu saja Adel sudah mendengar mengenai murid baru dari jurusan Bisnis. Katanya, anak baru itu sangat cantik dan langsung membuat orang-orang jatuh cinta padanya.


"Terus, Davi?". Adel jadi kepo.


"Kayaknya sih Davi juga naksir ama dia. Mika minta tolong ke gue buat deketin dia ama Davi".


"Terus? Lo mau gitu?".


"Enggak lah! Davi kan udah ama Tasya. Gue bahkan mendukung hubungan Davi ama Tasya. Gue nggak bisa biarin mereka berdua berpisah cuma karena seorang cewek".


Adel jadi gugup. Ia tak berani mengatakan kepada Rangga, jika sebenarnya Tasya juga sedang jatuh cinta kepada seseorang.


"S.. sebenarnya..".Adel berhenti bicara, membuat Rangga penasaran.


"Apa? Jangan berhenti, lanjutin!". Balas Rangga.


"Sebenarnya, Tasya juga sedang jatuh cinta ama seseorang".


"HAH?!". Rangga mengacak rambutnya kesal. "Heran deh. Mereka tuh udah nikah, harusnya mereka lupain status mereka sebagai musuh dan fokus dengan kehidupan mereka sebagai pasangan hidup".


"Terus, namanya siapa?". Tanya Rangga.


"Fahri, dia emang ganteng banget sih. Tapi dia nggak seganteng Davi. Anaknya sih keliatannya Alim. Murah senyum, ganteng, alim, pinter lagi. Aduhh, pantes aja Tasya suka ama dia".


"Terus gimana dong? Masa nggak ada harapan lagi buat mereka bersatu?".


"Hei, Tasya ama Davi itu bagaikan air dan minyak. Mereka tidak akan pernah bersatu meskipun berada di tempat yang sama. Kalaupun mereka bersatu, presentasenya cuma 0.01%".

__ADS_1


Rangga mengangguk. "Meskipun begitu, mereka masih memiliki kesempatan buat bersama. Mereka emang sering berantem, tapi berantemnya cuma adu mulut".


"Ehh, tapi Tasya pernah nendang slngkangan Davi lhoo". Balas Adel.


"Itu beda lagi. Tasya kan emang bar bar, jadi biasa aja sih kalau dia kaya gitu. Kalau Davi, dia nggak bakalan berani mukul cewek, karena dia adalah cowok sejati, katanyaaa".


Ponsel Adel bergetar, menandakan ada panggilan masuk.


Adel pun mengangkatnya. "Halo, Tas".


"Hmm? Lagi ama siapa? Gue... lagi minta tolong Rangga buat ngajarin gue tugas".


"Hehe, gue cuma mau bilang ke elo, kalau gue jadian ama Fahri". Balas Tasya dari seberang sana.


"WHAT?!"


Rangga ikut kaget dengan teriakan Adel.


"Yaa, makasih ya, Dell!! Doain gue biar langgeng!". Balas Tasya.


"Y... ya.. s.. semoga langgeng". Ucap Adel.


"Kenapa?". Tanya Rangga karena melihat wajah frustasi Adel.


"Tasya ama Fahri jadian". Jawab Adel.


"Hah?! Kok cepet banget sih?!".


"Pesona Fahri emang luar biasa".


Tak lama kemudian ponsel Rangga juga ikut bergetar. Rangga pun mengangkat panggilan yang ternyata berasal dari Davi itu.


"Halo, Dav. Gue lagi nonton film biru nih". Kata Rangga agar Davi tidak menganggunya.

__ADS_1


"Mika ngajak gue jadian". Balas Davi dari seberang sana.


"Apa?!".


Adel terkejut. "Kenapa, kenapa?".


Rangga tak menjawab. Ia masih fokus dengan Davi yang menghubunginya.


"T.. terus?". Tanya Rangga.


"Ya terus gimana? Gue terima lah! Tipe gue banget cuy!". Jawab Davi.


"Njr, sejak kapan lo jadi murahan sih, Dav?". Tanya Rangga.


"Apa lo bilang?!". Pekik Davi tak terima.


"Udahlah, Dav. Gue pusing gegara lo!".


"E.. bentar..jangan di..".


Rangga langsung mematikan panggilan itu.


"Gimana katanya?". Tanya Adel.


"Davi ama Mika jadian juga...".


"Astaga..". Adel memegangi kepalanya yang terasa pening.


"Mungkin mereka emang nggak bisa bersatu..".


****


TBC

__ADS_1


__ADS_2