My Enemy Is My King

My Enemy Is My King
Bab 10 - Keberanian


__ADS_3

BAB 10


Carlotta menyimpul banyak kain baik dari gaun dan seprei sebagai alat turun dari jendela kamar, ia bolak-balik berlari ke sana kemari hanya untuk mengambil kain panjang, membuka lemari pakaiannya, mengacak semua.


Apa saja yang bisa ia gunakan dibawa, dalam dekapannya penuh kain-kain. Belajar dari pengalaman sebelumnya ia tidak ingin kembali terjatuh dan terkilir.


 “Oh ya ampun mahkluk apa itu? Wujudnya menyeramkan. Dunia apa ini sebenarnya? Dalam buku pun aku tidak pernah melihatnya seperti itu. Hal seperti ini hanya ada dalam dunia fantasi saja.” Celoteh Carlotta yang mendadak panik.


Carlotta mengikat tinggi gaunnya agar lebih mudah untuk turun. Dia takut, ya takut . Kain panjang itu pun mulai dikeluarkan, Carlotta merayap pada kain dan naasnya kenapa ia tidak menggunakan jalan rahasia yang pastinya lebih aman dan cepat tanpa harus menempel pada dinding seperti ini.


“Akh Bodoh Kau Carlotta, kenapa tidak menenangkan diri lebih dulu.” Memaki dirinya sendiri. Kenapa bisa pikirannya menjadi sempit dan terkurung, aneh tapi nyata.


Sesekali matanya menatap tidak percaya pada sosok mahkluk besar yang terbang di ketinggian itu, kepalanya berdengung mendengar sesuatu yang nyaring, kurang fokus hingga kakinya terpeleset dan berguling jatuh mengenai batu.


“Akh, sial sekali kau Carlotta.”


Tidak lagi peduli akan rasa sakit Carlotta berlari menuju arena pelatihan para ksatria, gaunnya kotor terkena tanah, napasnya terengah-engah, butiran keringat menempel pada keningnya.


Saat ini Carlotta hanya bisa berlari sekencang mungkin, tapi kenapa jarak yang seharusnya begitu singkat terasa semakin jauh dan melelahkan.


“Huh Huh huh tidak boleh menyerah Carlotta.” Ia menuju area pribadi komandan.


“Perhatian”


“Perhatian”


“Seluruh pasukan bangun, Arandele terancam, bangunlah selamatkan diri kalian dan kerajaan.” Teriak Carlotta, suaranya menggema dan nyaring terdengar sampai satu resimen ini terbangun semua.


Membangunkan mereka semua dan bersiap melawan sesuatu yang datang dari darat dan udara, semua tahu apa maksud Putri Helena (Carlotta)

__ADS_1


Brak


Pintu area resimen 1 dan 2 terbuka, Jenderal Perang terkuat di Arandele mengumpulkan pasukannya.


“Tuan Putri, sebaiknya kembali ke menara, di sini tidak aman. Panglima Red, kawal Putri Helena ke dalam kastil, pastikan keadaannya baik.” Perintah Jenderal yang tidak bisa dibantah oleh siapapun kecuali, perdana menteri, penasehat agung dan Raja Arandele.


“Ta-tapi aku harus melawan mereka semua.” Pasrah Carlotta.


Gadis kecil ini diantar ke dalam kastil yang masih sepi, hanya pelayan berlalu-lalang. Mereka tampak tenang tidak mengetahui apapun yang terjadi di luar.


Beberapa brigade menuju gerbang utama, sementara yang lainnya menuju suatu tempat, mereka tahu apa yang akan diserang oleh Magixion.


Pasukan berkuda menjaga lahan pertanian yang jaraknya cukup jauh, lalu perkebunan anggur yang menjadi salah satu kebanggan Arandele.


Tidak ada lagi rasa takut pada seluruh pasukan, ini bukan pertama kali Magixion menyerang mereka tanpa sebab, tunggu kali ini tentu ada alasannya. Raja Altezza sakit hati atas penolakan Putri Helena.


Mahkluk terbang berwarna merah menyala itu yang dikenal sebagai Zraak mengepakkan kedua sayapnya, dari mulut bergigi tajam terlihat lidah api yang jika dikeluarkan akan menjadi lahar panas, mampu menghancurkan sesuatu dalam sekejap.


**


Di lain tempat Carlotta sendiri tidak tinggal diam, meskipun membenci keadaan tapi ia tidak mau menjadi penonton.


“Mana bisa seperti ini hanya duduk diam dan menjadi penonton. Bukan kebiasaan ku. Baiklah sekarang aku ada dalam tubuh Helena itu artinya rumahku adalah Kerajaan ini dan jika sesuatu terjadi pada Arandele maka aku turut bersalah. Ya aku akan ikut bersama mereka.” Carlotta keluar bangunan utama kastil.


Kakinya melangkah memasuki arena pelatihan, ia mencari sesuatu yang bisa diambilnya. Carlotta menggunakan pakaian seadanya dan mengambil baju besi seorang panglima, kedua matanya pun melirik kesana kemari. Dirinya membawa panah juga beberapa pisau, Carlotta akan melangkah bersama prajuritnya mengalahkan Magixion yang congkak itu.


Keikutsertaannya ini mendapat penolakan dari pimpinan pasukan, Jenderal Terkuat di Arandele yang menjadi salah satu kepercayaan Raja.


“Tuan Putri harus masuk dalam kastil, di sini tidak aman, bisa terluka. Panglima bawa Putri Helena kembali ke bangunan utama.” Perintah Jenderal.

__ADS_1


Putri Raja haruslah dilindungi bukan mempertaruhkan nyawa bersama pria di arena perang.


Namun Putri Helena memaksa, sifatnya sebagai Carlotta keras kepala dan tak gentar hidup dalam diri Helena menjadi kepribadian baru.


“Tidak, lepaskan. Dengar Jenderal, aku tidak bisa diam saja, bukankah dia mengirim hadiah ini karena aku menolak bertemu utusannya kemarin? Jadi izinkan aku maju bersama kalian, jangan melarang. Percayalah, aku bisa menjaga diri dengan baik.” Tatap kedua mata sangat meyakinkan, dan belum pernah Putri Helena begitu tegas juga pantang menyerah.


“Jaga saja diri kalian dan kerajaan ini, aku pasti bisa dan tetap hidup.” Senyum terukir di bibir, tanda bahwa Carlotta siap dan tidak takut apa yang akan terjadi ke depannya.


WUSH


WUSH


Sesuatu melesat dan mendarat sempurna di belakang Carlotta, Jenderal serta panglima. Panah api kecil mulai menembaki lahan pertanian.


Sebuah drum besar berisi ratusan liter air tersambung dengan selang dan pipa yang mengarah ke lahan, sengaja di bangun untuk memadamkan api lebih cepat.


“AAAAAAH.” Semua rakyat dan petani menjerit takut, mereka berlarian melindungi diri, masuk pada benteng besar di belakang kastil, pertahanan besar dibawah tanah mungkin lebih mirip seperti bunker hanya saja lebih besar, mampu menampung sampai ratusan ribu orang.


Walaupun demikian Altezza tidak pernah melukai seorang pun tapi dengan hilangnya lahan, makanan pun menjadi sulit, kelaparan melanda dan saling berebut pangan yang diberikan raja.


Carlotta menggeleng takjub, ia merasa hidup di  zaman peperangan, ah tapi memang benar sesuai dengan situasi ini.


Ratusan anak panah menembaki lahan dengan api kecil, membakar semua yang ada, membuat Kerajaan Arandele menjadi miskin. Agar kerajaan pongah ini tidak lagi pongah pada Magixion dan memohon belas kasih Raja Altezza.


“Sebenarnya seperti apa rupa Raja Magixion sampai ia memiliki pasukan yang tidak pernah ku lihat, tentu dalam film aku melihatnya. Tapi mahkluk apa itu?.” Gumam Carlotta.


“Raja Altezza sosok yang kejam, Tuan Putri, beliau tidak segan menghancurkan siapapun musuhnya, sekutu mereka banyak dan lagi mahkluk di atas itu termasuk ras Zraak, salah satu keturunan Dewa Api dan Naga terkuat.” Jelas Panglima yang selalu berada di dekat Carlotta.


“WHAT? Apa lagi itu?.” Pekik Carlotta.

__ADS_1


“Altezza, awas kau. Ku bersumpah akan memberimu hukuman.” Desis Carlotta dalam hati. Rasa bencinya teramat sangat pada Raja Magixion.


...TBC...


__ADS_2