My Enemy Is My King

My Enemy Is My King
BAB 40 Akhir Dari Segalanya


__ADS_3

Sebelum memasuki hutan terlarang, Carlotta bergeming di sisi, gemuruh dari dalam tanah begitu kuat, bergetar menyebabkan tanah ini retak. Tiba-tiba dari cahaya merah terbang ke langit, berputar-putar membentuk badai. Langit mulai gelap, petir pun menyambar pada badai merah.


Ada sesuatu yang janggal. Iya begitu aneh, Carlotta melihat sesuatu yang menari-nari dalam pusaran angin. Matanya merah menyala, hanya itu yang terlihat. “Mungkin kah?” gumamnya, waspada akan serangan.


Badai merah itu bergerak menuju kastil utama Magixion. Setelah menjauh, Carlotta menyadari jika Anastasia di dalam sana, dia berhasil membangkitkan naga yang terlelap tidur. “Sial, aku harus lebih cepat sebelum dia menghancurkan Magixion, memusnahkan semua manusia.” Dengan kemampuannya, Carlotta melesat cepat melintasi jalanan mencapai Magixion.


Di tengah perjalanan, badai itu terhenti. Kepala naga besar dan menyeramkan keluar, menengok kiri dan kanan. Tapi Anastasia tidak lengah begitu saja, dia menjentikkan kelima jarinya, lalu menghilang dari atas sana.


Sedangkan Carlotta yang memperhatikannya tercengang, sebab mendadak naga itu lenyap.


“A-pa yang terjadi? Ke mana dia?” Carlotta berusaha menggunakan ilmu menemukan lawan. Memejamkan kedua mata dan yah sangat disayangkan, konsentrasinya terganggu dengan tepukan tangan seseorang di bahunya.


“Mencariku Yang Mulia Ratu Helena?”


Deg


Suara yang sangat menyebalkan di gendang telinga, dia Anastasia.


Carlotta memutar tubuhnya, tersenyum tipis, melihat penampilan Anastasia begitu indah menggunakan gaun, berbeda sekali dengannya yang memakai pakaian prajurit.


“Istri pengertian membantu suaminya, tapi percuma. Lebih baik kau menjadi budakku saja Ratu Helena.” Tawar Anastasia, menunjuk kening Carlotta.


“Tidak sudi.” Carlotta menepis tangan Anastasia, lalu menatap sengit pada rivalnya.


“Oh kau sangat pembangkang ya, berbeda dari Kakakmu Putri Hera. Tapi ... kenapa aku merasa tertarik kepadamu? Sudah jelas karena kau keponakanku. Oh harusnya aku menjadi ibumu, sudahlah itu masa lalu.” Tukas  Anastasia, mulai memberi mantra pengikat pada Helena. Bukan masalah kan kalau dia membawa keponakannya dalam peperangan ini untuk menjadi pion?


Namun mantra itu sama sekali tak berpengaruh, Carlotta masih berdiri tegak memandang sinis pada Anastasia.  “Kau?” tunjuk Anastasia menyadari suatu hal.

__ADS_1


“Ya, kau terkejut Anastasia? Ku pikir otakmu cerdas, tetapi sama saja.” Sarkas Carlotta tersenyum puas, detik berikutnya dua orang wanita itu beradu kekuatan, secara fisik bersentuhan, saling memukul, menendang, menarik kepala untuk mematahkan leher.


“Boleh juga kau Carlotta, ku pikir jiwamu telah masuk neraka, tapi kau terperangkap dalam tubuh lemah Helena.” Anastasia tertawa keras, mencemooh Carlotta.


“Bukan masalah, selama aku bisa mengalahkan mu.” Carlotta menyerang Anastasia lebih dulu secara membabi buta, mantra meringkus lawan dan mematikan terucap dari bibirnya, tapi Anastasia terlalu kuat, bahkan tak tersentuh sama sekali.


HAHA


“Kau tidak akan bisa mengalahkan aku Carlotta pengecut, kau tahu, aku akan membunuh Luciano, ayahmu. Aku akan menjadi penguasa Maldini.” Angkuhnya Anastasia, dia meniupkan naga menuju Magixion, tak lama jerit ketakutan mulai terdengar.


Anastasia menghancurkan Magixion, permukiman penduduk dilahap api.


Dia juga membalas serangan Carlotta, mengeluarkan pedang dari dalam gaunnya, yang jelas bukan pedang biasa, terlihat api menjulur.


“Ku pastikan kau terbunuh sekarang juga Carlotta Maldini.” Seru Anastasia.


“Hanya segini kemampuanmu Anastasia.” Cibir Carlotta mengundang sisi jahat dalam diri Anastasia semakin besar.


Tanpa terduga  mahkluk menyeramkan itu, berputar arah dan menyerang Carlotta. Lebih gilanya lagi Altezza tiba-tiba datang melindungi istrinya.


“Oh cinta sejati, ku yakin kalian saling membenci ah tapi sekarang tidak.” Anastasia bersedih lalu tertawa keras.


Dengan kerjasama yang baik dan saling percaya, Altezza bersama Carlotta melawan Anastasia. Pedang Raja berkali-kali menembus perut Anastasia, masih kokoh.


Carlotta menggunakan sihirnya, berpijak pada tanah lalu terbang cukup tinggi, menarik kuat naga, berusaha membuatnya agar menyerang Anastasia.


Satu detik

__ADS_1


Dua detik


Tiga detik


Empat detik


Dan Naga itu turun, menukik, membuka mulut, melahap Anastasia ke dalam giginya yang bertaring.


“TIDAK” suara Anastasia begitu nyaring.


Carlotta langsung merapalkan mantra pemusnah, dan dentuman besar terdengar sampai ke ujung dunia. Naga itu meledak berkeping-keping.


Langit Magixion mulai bercahaya, daratannya dipenuhi rumput hijau dan bunga cantik. Para  naudentree terbangun, meregangkan otot mereka.


Carlotta bisa melihat, Altezza perlahan berubah, tangan besar dengan kuku gelap kini menghilang, lalu wajahnya yang penuh luka berangsur-angsur berubah, sosok Raja tampan rupawan berdiri tepat di depan Carlotta.


“Altezza? Kau?” Carlotta tidak menyangka akan wajah asli sang Raja Magixion.


“Ya ini aku, suamimu. Ratu Helena mau kah selamanya menjadi pendampingku?  Istriku?” tatap Altezza menyunggingkan senyum.


Mulanya Carlotta bingung, tak mau menjawab apapun, tapi dirinya tak mungkin kembali pada kehidupannya, dia pun sudah menikah dengan Raja Altezza. Carlotta hanya menganggukkan kepala sebagai jawaban.


Dia menerima takdirnya sebagai Ratu Helena.


_TAMAT_


***

__ADS_1


terima kasih atas dukungannya 🙏


__ADS_2