My Enemy Is My King

My Enemy Is My King
Bab 22 - Fakta Baru


__ADS_3

BAB 22


“Siapa kau?.” Tanya Carlotta, dirinya menegakkan tubuh, kedua tangannya siap melayangkan kepalan tinju pada wanita cantik itu.


“Hahaha.” Tawanya seolah meremehkan kemapuan Carlotta dalam bela diri. “Carlotta, ups maksudku Yang Mulia Ratu, kenalkan aku Minerva, dan aku yang akan membimbing Yang Mulia.” Senyum wanita bercahaya ini, setiap gerakannya sangat anggun dan tidak menimbulkan angin sedikitpun.


Carlotta mengerutkan dahi, apa maksud wanita misterius ini, kenapa ia ingin membimbingnya, dan apa yang harus dipelajari, Carlotta tidak mengerti sama sekali. Lalu bagaimana pelayan setianya bisa mengenal Minerva?.


“Jangan takut Carlotta. Ah Maaf Yang Mulia Ratu.” Minerva mendaratkan kakinya di tanah, tanpa alas kaki apapun, tapi jemari kakinya sangat bersih dan terawat, seperti seorang putri.


“Pasti Yang Mulia bertanya, kenapa pelayan itu bisa mengenalku, benarkan?.”


Carlotta menoleh pada pelayan setianya dan apa yang terjadi, waktu terhenti, yang terdengar hanyalah deru napas serta detak jantung. Setelah pintu terbuka, seketika itu juga waktu terhenti. Tidak ada yang bisa melawannya kecuali ‘dia’ yang telah ditakdirkan.


Kedua bola mata Carlotta selalu mengawasi gerak gerik wanita asing ini, tapi rasanya kondisi ini tidak aneh seperti pernah mengalaminya, tapi ada yang berbeda. Sontak kedua irisnya melebar sempurna, ya Carlotta ingat, perputaran waktu terhenti ketika malam pertama pernikahannya dengan Altezza, dimana cahaya hitam dan kabut serta angin besar datang.


Lalu maksudnya apa ini?


"Aku mengenalnya ketika dia pertama kali masuk istana."


“Yang Mulia, wanita yang ada dalam buku itu adalah mendiang Ratu Arandele. Setidaknya sedikit cerita mengenai ibunda Helena , anda mengetahuinya. Sudah jelas dalam darah Helena dan Hera mengalir deras keturunan penyihir putih.” Jelas Minerva, maniknya mengingat jauh melihat suramnya masa lalu.


“Apa, penyihir? Hal macam apa ini?.” Tanya Carlotta yang tidak mengerti.


“Ya, Raja Arandele menikahi salah seorang putri kebanggaan kami. Putri dari penyihir terhebat sepanjang zaman, namun Anastasia merasa tidak terima atas pernikahan Raja dan adiknya. Anda tahu? Karena Raja Arandele lebih dulu menjalin hubungan dengan Anastasia, tapi Raja mengkhianati Anastasia, dan lebih memilih mendiang Ratu.” Jelasnya panjang lebar, membuat Carlotta sedikit mengerti situasi yang terjadi.


Raja Arandele pun abadi, selama masih memiliki kedua putrinya. Kerajaan itu akan senantiasa kokoh. Untuk itu berulang kali Magixion menyerang tak pernah sekalipun Arandele mengalami kesulitan. Tanahnya selalu subur dan makmur, tapi ketika Putri Helena dalam keadaan kritis, mulai muncul tanda kehancuran Arandele.


“Maksudmu mereka terlibat cinta segitiga?. Lalu dimana Anastasia? Dan kenapa wajahnya mirip sekali dengan dia yang mengkhianati aku di masa depan.” Carlotta begitu menggebu mempertanyakan semuanya.


“Dia adalah wujud reinkarnasi dari Anastasia saat ini, sebelum dihancurkan hidupnya akan selau abadi dan meraih kekuasaan sebesar-besarnya. Tujuan dia adalah menghancurkan Arandele, meluluhlantakkan tanahnya, bahkan seluruh kerajaan yang ada di muka bumi.”


Entahlah sekarang Carlotta menjadi antipati pada Raja Arandele, sebagai pria kenapa bisa ia memilih mendiang Ratu, tapi mungkin ada alasan tertentu.

__ADS_1


Arandele akan hancur jika bukan Helena yang melindunginya, karena di tangan Hera Kerajaan itu akan hancur perlahan. Wanita itu terlalu sombong dan sikapnya sama seperti Anastasia.


Ratu Helena memiliki perisai pelindung, ia hanya perlu melakukan pelatihan yang membuat dirinya kokoh seperti mendiang Ratu. Tentunya dengan bantuan Carlotta semua akan menjadi lebih mudah.


Carlotta adalah putri seorang mafia yang kuat dan tangguh, ia juga keturunan bangsawan serta ksatria. Bukan main-main, darah yang mengalir di dalam tubuhnya tak kenal takut dan pantang menyerah.


Telah lama Minerva menanti kedatangan Carlotta, dirinya siap membimbing putri mafia itu menguasai ilmu sihir yang akan menghancurkan Anastasia dan melenyapkannya dari jagat raya.


“Kalau begitu kau harus ikut aku Minerva.”


“Tidak bisa Yang Mulia, kekuatanku melemah. Hanya di sini aku bisa bertahan hidup. Kita akan menggunakan ini untuk saling bertukar kabar.” Minerva melakukan telepati pada Carlotta, sontak wanita itu tercengang untuk pertama kali melakukan hal yang dinilainya mustahil.


**


Carlotta dalam perjalanan menuju perbatasan Magixion tapi lagi-lagi tidak berjalan mulus, karena sekelompok berandal mengepung jalannya. Mereka tertawa bahkan tanpa takut mengulurkan tangan hendak menyentuh Carlotta yang masih menunggangi Heimdall.


“Turunlah gadis cantik, sapa kami. Menginaplah bersama kami di pondok.”


BUGH


“Tidak tahukan kalian siapa aku? Kalian cari mati rupanya. Dengar siapa yang membayar kalian? Ah tentu saja tidak akan menjawabnya.” Tawa Carlotta menggema di tengah gelapnya malam.


“Kami tidak peduli, karena wanita itu membayar sangat mahal, selama kami bisa  membawamu ke pondok dan bermain bersama.” Tawa pria lainnya, ia bergerak perlahan, kedua tangannya terbuka lebar ingin memeluk, Carlotta dengan lincah melepaskan satu pisau hingga menancap sempurna di kerongkongan pria itu.


Tak berhenti, Carlotta menuntaskan kegiatannya ini, telah lama rasanya tidak berolahraga secara langsung. Apalagi lawannya hanya sekelompok orang tanpa otak cerdik, tentu saja hal mudah bagi Carlotta.


SREK


SREK


SREK


SREK

__ADS_1


Darah bercucuran dari tubuh keempatnya, gesitnya Carlotta sampai para pria itu tidak bisa melihat dengan baik pergerakan mangsanya.


Tersisa satu orang lagi yang gemetar ketakutan, “Ampuni hamba Tuan Putri, jangan sakiti Hamba.” Memohon ampun dan menyembah pada Carlotta.


Tapi dia bukanlah wanita berhati malaikat, mudah mengampuni dan membebaskan penjahat.


“Sampaikan padanya untuk tidak menyentuhku, apalagi mengirim orang bodoh seperti kalian, ingat katakan padanya.”


SREK


Memberi luka ringan pada bagian punggung, setidaknya orang ini mampu bertahan hidup selama beberapa hari tanpa pengobatan apapun. Tidak hanya itu, Carlotta pun mematahkan kedua lengan lawannya.


Menginjak keras pergelangan tangan itu hingga bunyi remuk dan teriak kesakitan memekakkan telinga.


KREK


KREK


“Ku harap kau akan bijak menggunakan tanganmu. Enyahlah !!!!!.”


Pria itu lari terbirit-birit disertai rasa sakit teramat sangat pada bagian punggung dan kedua tangan.


Sementara Carlotta mengeluh hari semakin larut, perjalan menuju kastil masih cukup jauh. Ia pun memacu laju Heimdall yang sangat kuat dan cepat, langkah kaki keturunan Raja Kuda ini sangat akurat dan memiliki kecepatan luar biasa.


Tiba di depan gerbang utama kastil, Carlotta berpapasan dengan Penasehat Agung Orn yang langsung menuduhnya kabur dan berkhianat pada Magixion. Alih-alih memaksa Ratu turun dari Heimdall, Penasehat Orn malah terjungkal karena Carlotta menarik sikutnya.


Rasa malu pun diterima oleh Penasehat Orn, prajurit yang bersamanya ikut tertawa. Tapi seketika bungkam usai menatap wajah merah padam.


Tidak terima, Penasehat Orn memerintahkan beberapa prajurit membawa Ratu ke bangunan utama kastil. Carlotta merasa risih langsung menghindar dan tersenyum puas karena dirinya tidak tertangkap dengan mudah.


“Kalian lupa aku ini Ratu, hah? Jangan menyentuhku, bahkan Raja saja tidak berani menyentuhku. Jangan sampai ku patahkan kedua tangan kalian.” Ancam Carlotta namun sorot matanya tajam melirik pada Penasehat Orn.


Diam-diam seseorang tersenyum dibalik cahaya redup.

__ADS_1


...TBC...


__ADS_2