My Enemy Is My King

My Enemy Is My King
Bab 34 - Bersujud


__ADS_3

BAB 34


Raja Arandele melihat putrinya tepat berada di bawah leher panjang Zraak, merasa sangat khawatir, takut terjadi sesuatu dengan Helena. Raja pun segera keluar kastil tidak lagi peduli pada keselamatannya, karena nasib Helena saat ini berada di ujung tanduk.


Apalagi sorot mata Zraak terlihat tajam dan memancarkan kebencian. Naga hitam itu mulai mengeluarkan cakar panjang dari satu kaki, menunjuk Carlotta, menyentuh lengan Ratu, mengelusnya seperti memberi isyarat khusus.


Semua menatap ngeri dan takut, seekor Zraak tidak pernah melepaskan mangsanya. Tapi tidak ada satu orang pun dari mereka berani melawan untuk melindungi Ratu.


Altezza menyeringai, ia tidak sabar melihat keturunan Arandele menghembuskan napas terakhir di tanah kelahirannya sendiri. Tanpa belas kasih, Raja Altezza tetap bersikukuh pada pendirian. Bahkan ia naik ke atas punggung Zraak, mengintimidasi Carlotta.


“Lakukan sekarang, jangan sisakan satu tulang pun, telan semuanya.” Titah Altezza, membelai kepala Zraak yang dipenuhi duri tajam.


“Baginda Raja? Jangan lakukan ini” Jenderal Luca hanya bisa memohon tidak bisa melakukan sesuatu selain itu.


Sementara Ratu masih santai di bawah, tidak ada ketegangan sama sekali padahal nyawanya terancam.

__ADS_1


“Lakukanlah apa yang menurutmu benar Baginda Raja.” Tantang Carlotta, menjatuhkan pedang serta beberapa pisau yang menempel di tubuhnya.


Zraak mulai mengangkat dua kaki, mulutnya terbuka lebar, semua bisa melihat taring panjang dengan tetesan air liur yang jatuh ke rumput.


BUGH


Tanah bergetar dan suara sangat nyaring dari hentakan naga hitam itu pada tanah Arandele. Tanpa diduga Zraak bersujud pada Carlotta, membungkuk rendah, bahkan kepalanya sejajar dengan kaki. Hingga Altezza heran, mengapa binatangnya yang terkenal kuat dan tidak kenal tunduk kepada siapapun kecuali Raja bisa bersujud di bawah kaki Ratu.


“Kalian lihat apa yang dilakukan Zraak?” teriak Carlotta mengusap wajah naga hitam, bahkan tangannya kini berada di sisi taring tajam yang siap mengoyak apapun.


Kedua mata merah Zraak berubah hitam, ia menerima Carlotta sebagai Tuannya yang baru. Tidak hanya satu tetapi semua Zraak yang semula terbang, mendekat pada Ratu mereka memberi hormat dan bersujud.


Raja Arandele dan Raja Altezza terperangah melihat sesuatu yang mustahil ini. Keduanya sama-sama murka, Altezza merasa tercoreng sebab gagal membunuh Ratu, sementara Arandele membenci Altezza, bisa-bisanya ingin membunuh Helena tepat di hadapan semua orang.


Carlotta tidak ingin membuang waktu, ia merapalkan mantra khusus untuk membuat Raja tertidur, masih ada misi khusus yang perlu dilakukannya.

__ADS_1


Tidak sampai sepuluh detik Altezza terjatuh di punggung Zraak. Pasukan mulai bergerak, sebab Raja mereka dibuat tidak berdaya, tapi dengan kekuatan sihir Carlotta mampu membalikkan keadaan, mereka semua mulai berputar, kembali ke kastil masing-masing. Sementara Jenderal Luca, kebal akan sihir berusaha menghalangi Ratu.


“Yang Mulia Ratu, apa yang akan anda lakukan? Ini tidak benar. Jangan menggunakan sihir untuk menghukum Raja.” Jenderal Luca bersiap menarik pedang dari sarungnya.


“Kalau kau tidak percaya dan takut terjadi sesuatu dengan Rajamu yang pengecut ini, silahkan ikut denganku. Karena aku juga membutuhkan mu Jenderal.” Pungkas Carlotta naik ke punggung Zraak, membawa Altezza ke hutan, ruang rahasia yang mereka jadikan markas.


Minerva serta pelayan setia mengikuti di belakang, mereka pun menunggangi Zraak putih.


Tiba di ruang rahasia, Carlotta membaringkan Altezza di atas ranjang rotan, tidak lupa menyalakan lilin aroma terapi yang membantu Raja penuh dendam ini menjadi lebih tenang.


Kemudian turut bergabung bersama Minerva, Jenderal Luca dan seorang pelayan. Carlotta memperlihatkan peta dan beberapa strategi yang telah disusunnya .


“Yang Mulia Ratu, kenapa bisa? Anda seorang penyihir.” Luca memandang takjub pada tempat di sekelilingnya.


“Kau tidak perlu heran, ikuti perintahku kalau kau memang setia pada Rajamu. Lakukan ini untuk kami, aku tidak mau mendengar negosiasi, hanya membutuhkan hasil dari semuanya.” Tutur Carlotta.

__ADS_1


Jenderal Luca menggeleng pelan, apa yang diperintahkan Ratu sangat tidak masuk akal dan membahayakan dirinya, serta seluruh kerajaan.


TBC


__ADS_2